Tampilkan postingan dengan label wudhu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wudhu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 September 2025

🌷BEBERAPA AMALAN SUNNAH PADA HARI JUM'AT 🌷


سُنَنُ ٱلْجُمْعَـــــــــــــــــــةِ، وَهِيَ كَثِيْرَةٌ، مِنْهــــــاَ :
١ - ٱلْغُسْلُ، وَوَقْتُهُ : يَدْخُلُ بِطُلُوْعِ ٱلْفَجْرِ وَيَخْرُجُ بِالْيَأْسِ مِنْ حُضُوْرِ ٱلْجُمْعَةِ، وَٱلْأَفْضَلُ تَأْخِيْرُهُ إِلیٰ ٱلرَّوَاحِ، وَيَكُوْنُ ٱلْغُسْلُ لِحَاضِرِهَا.
٢ - ٱلتَّزَيُّنُ بِأَحْسَنِ ٱلثِّيَابِ، وَالْبَيْضُ أَوْلیٰ، فَيَلْبَسُ ٱلثَّوْبُ " ٱلْقَمِيْصَ " وَٱلْعَمَامَةَ وَٱلرِّدَآءَ، وَيُسَنُّ أَنْ يُبَالِغَ ٱلْخَطِيْبُ فِيْ حُسْنِ ٱلْهَيْئَةِ،
٣ - ٱلتَّنَظُّفُ، مِنْ : حَلْقِ عَانَةٍ وَنَتْفِ إبْطِ وَقَصِّ شَارِبِ وَتَقْلِيْمِ ظُفُرِ وَإِزَالَةِ رِيْحِ كَرِيْهَةٍ وَسِوَكٍ وَغَيْرَ ذَالِكَ،
٤ - ٱلتَّطَيُّبُ : لِلرَّجُلِ، وَهُوَ مَاخَفِيَ لَوْنُهّ وَظَهَرَتْ رَآئِحَتُهُ، وَأَفْضَلُهُ ٱلْمِسْكُ ٱلْمَخْلُوْطُ بِمَآءِٱلْوَرْدِ.
٥ - ٱلتَّبْكِيْرُ إِلَيْهَا : وَوَقْتُهُ مِنْ طُلُوْعِ ٱلْفَجْرِ إِلیٰ خُرُوْجِ ٱلْإِمَامِ إِلیٰ ٱلْجُمْعَةِ، إِلَّاٱلْإِمَامَ فَلَا يُسَنُّ لَهُ ٱلتَّبْكِيْرُ.
٦ - ٱلْإِسْتِغَالُ - فِيْ طَرِيْقِهِ - بِقِرَآءَةِ أَوْذِكْرٍ، فَيَأتِيْ بِدُعَآءِ ٱلخُرُوْجِ إِلیٰ ٱلْمَسْجِدِ، وَيَزِيْدُ (ٱللّٰهُمَّ إِجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْجَهِ مَنْ تَوَجَّهَ إِلَيْكَ، وَأَقْرَبَ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَيْكَ، وَأْفْضَلَ مَنْ سَأَلَكَ وَرَغِبَ إِلَيْكَ،

🔰Banyak Kesunnahan-kesunnahan di hari Jum'at diantaranya :
1. Mandi, waktunya mulai terbit Fajar Shodiq hingga masa yang tidak memungkinkan hadir di sholat jum'at. Yang utama adalah mengakhirkan mandi hingga hendak berangkat. Kesunnahan mandi hanya bagi orang yang hendak mengikuti sholat jum'at.
2. Berhias dengan memakai pakaian terbaiknya. Yang terbaik adalah pakaian putih. Memakai gamish, surban dan selendang. Bagi Khotib sunnah memaksimalkan dalam berhias.
3. Membersihkan badan, yaitu dengan mencukur bulu kemaluan, mencabut ketiak, memcukur kumis, memotong kuku, menghilangkan bau tidak sedap, bersiwak dan lainnya.
4. Memakai pengharum bagi laki-laki, yaitu pengharum yang tidak nampak warnanya dan serbak baunya, yang utama adalah minyak misik yang dicampur dengan air mawar.
5. Berangkat pagi kecuali bagi imam. Waktunya mulai dari terbitnya fajar sampai berangkatnya imam menuju tempat-tempat pelaksanaan sholat jum'at.
6. Selama perjalanan menyibukkan diri dengan membaca al-Qur'an dan dzikir, membaca do'a keluar  rumah menuju masjid dan menambah do'a:

" ٱللّٰهُمَّ إجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْجَهِ مَنْ تَوَجَّهَ إلَيْكَ وَأَقْرَبَ مَنْ تَقَرَّبَ إلَيْكَ وَأَفْضَلَ مَنْ سَأَلَكَ وَرَغِبَ إلَيْكَ.

" Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dari orang yang paling menghadap padaMu, paling dekat-dekatnya orang mendekat padaMu, paling utama-utamanya orang yang me minta padaMu dan mencintaiMu".

٧ - قِرَآءَةُ سُوْرَةِ ٱلْكَهْفِ يَوْمَهَا وَلَيْلَتَهاَ ١"
٨ - ٱلْإِكْثَارُ مِنَ ٱلصَّلَاةِ عَلیٰ ٱلنَّبُيِّ ﷺ ٢"
٩ - ٱلْإِنْصَاتُ وَٱلْإِسْتِمَاعُ إلیٰ ٱلخُطْبَةِ ٣"، فَيَتْرُكُ ٱلسَّامِعُ وٱلذِّكْرَ وَٱلكَلَامَ ٤"، وَغَيْرُ ٱلسَّامِعِ يَتْرُكُ ٱلْكَلَامِ فَقَطْ، وَيَجِبُ رَدُّ ٱلسّلَامِ أَثْنآءَ ٱلْخُطْبَةِ.
١٠ - تَحِيَّةُ ٱلْمَسْجِدِ : يُسَنُّ أَنْ يُصِلِّيْهَا أَرْبَعَ رَكَعاتٍ بِتَشَهُّدٍ وَاحِدٍ، يَقْرَأُ فِيْهِنَّ سُوْرَةَ آلْإِخْلَاصِ خَمْسِيْنَ مَرَّةً فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ بَعْدَ ٱلْفَاتِحَةِ ٥"، فَإِذَا دَخلَ وَ ٱلْإِمَامُ يَخْطُبُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ فَقَطْ، وَيَجِبُ تَخْفِيْفُهَا ٦".
١١ - عَدَمُ ٱلْإِحْتِبَآءِ، لِأَنَّهُ يُوْرِثُ ٱلنَّوْمِ. ٧"
١٢ - ٱلْإِكْثارُ مِنَ ٱلدُّعَآءِ وَتَحَرِّيْ سَاعَةِ ٱلْإِجاَبَةِ : وَهِيَ : مِنْ جُلُوْسِ ٱلْإِمَامِ لِلْخُطْبَةِ إلیٰ ٱلسَّلاَمِ مِنَ ٱلصَّلاَةِ عَلیٰ أَصَحِّ ٱلْأَقْوَالِ ١".
١٣ - ٱلْإِتْيَانُ بِالْمُسَبِّعاَتِ بَعْدَهَا وَقَبْلَ أَنْ يُحَرِّكَ رِجْلَيْهِ وَيَتَكَلَّمَ، وَهِيَ : ٱلْفَاتِحَةُ، وَ "قُلْ هُوَ ٱللّٰهُ أَحَدٌ "، وَٱلْمُعَوِّذَتَانِ سَبْعًا سَبْعًا، وَيَقُوْلُ بَعْدَهَا : " ٱللّٰهُمَّ يَاغَنِيُّ يَاحَمِيْدُ، يَا مُبْدِيْ يَامُعِيْدُ، يَارَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ، أَغْنِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ، وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ " أَرْبَعًا.

7. Membaca surat al-Kahfi di siang dan malam hari jum'at.
8. Memperbanyak membaca sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ.
9. Mendengarkan khutbah jum'at secara seksama. Sehingga, hendaknya tidak membaca dzikir dan berbicara yang lain. Jika tidak mendengar bacaan khutbah, maka sunnah tidak berbicara selain dzikir. Wajib menjawab salam dipertengahan khutbah.
10. Sholat Tahiyatal masjid empat rokaat, dengan satu salam. Setiap rokaat membaca surat  ٱلْإِخْلاِصُ x 50 kali setelah al-Fatihah jadi genap 200 kali dalam empat rokaat. Jika baru masuk masjid sedangkan khotib sedang khutbah maka disunnahkan sholat dua rokaat saja dan wajib mempercepat (melakukan rukun-rukun saja).
11. Tidak duduk Ihtiba' ( duduk dengan posisi kedua kaki dilipat dan ditegakkan ), karena posisi demikian akan memudahkan tidur.
12. Memperbanyak do'a terutama diwaktu mustajabah, yaitu waktu mulai imam duduk diantara dua khutbah hingga salam dari sholat. 
13. Setelah salam sunnah membaca al-Musabbi'at ( surat yang diulang tujuh kali ), sebelum menggerakkan kedua kaki dari posisinya dan sebelum berkata-kata lain. Almusabbi'at: alfatihah, al-ikhlas, al-Mu'awwidzatain masing-masing dibaca 7 kali. Setelahnya membaca 

يَاغَنِيُ يَاحَمِيْدُ إلخ... 

Dibaca 4 kali.
Artinya, Ya Allah, wahai Tuhan Yang Maha Kaya, Maha Terpuji, Maha Menciptakan, Maha Mengembalikan, Maha Belas kasih, Maha Mencintai, cukupilah aku dengan perkara halal panjenengan jauh dari perkara haram panjenengan, dengan penuh ketaatan jauh dari kemaksiatan, dan dengan anugerah panjenengan jauh dari selain panjenengan.
Mugi manfaat dan mohon maaf bila terdapat kesalahan.
Kami nuqil dari kitab Fiqih Ubudiyah " تقريرات ٱلسديدة " Bab Sunnah pada hari Jum'at halaman 334-336

والله المفواق إلی أقوم الطريق.
ٱلفقير إلی رحمة الله.

Moch Turchan Amar,
Sidoarjo, 26 Robi'ul Awal 1447H / 19 September 2025M.

  ٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭


Kamis, 01 Mei 2025

🍀BAB MENERANGKAN TENTANG KEUTAMAAN DZIKIR DATENG ALLAH ﷻ. 🍀


٦٤٠٨ - حدَّثنا قُتَيْبَةُ بن سعيد حدَّثنا جَرِيْرٌ عن الّأعمش عن أبي صالح " عن أبي هريرة قال : قال رسولُ اللّه ﷺ : إن للّه ملائكة يطوفون في الطرُقِ يَلتمِسونَ أهلَ الذكر، فإذا وجَدوا قومًا يَذْكرون اللّه تَنَادوا هَلمُّوا إلی حاجَتِكم، قال : فَيحفُّونهم بأجنِحَتِهِمْ إلی السّمآء الدنيا، قَال : فيسألهم ربهم عز وجل - وهو أعلمُ منهم : مايقول عبادي؟ قال : تقول : يُسبّحونك ويُكبرونك وَيَحمدونك ويُمجدونك. قال : فيقول : هل رأوني؟ قال : فيقولون : لا واللّه مارأوك. قال : فيقول : كَيْفَ لو رأوني؟ قال : يقولون : لورأَوكَ كَانوا أشدَّ لك عبادةً، وأشدَّ لك تمجيداً، وأكثرلك تَسبيْحًا. قال : يقول : فمايسألوني؟ قال يسألونك الجنَّة. قال : يقول : وهل رأوها؟ قال :  يقول : لا واللّهِ ياربّ مارأوها. قال : فيقول : فكيف لوأنهم رأوها؟ قال : يقولون : لوأنهم رأوها كانوا أشدَّ عليها حرصاً، وأشدّ لها طلباً، وأعظم فيها رغبةً. قال : فمم يتعوَّذُوْن؟ قال : يقولون : مِنَ النار. وهل رأوها؟ قال : فيقولون : لا واللّهِ ياربّ ما رأوها. قال : يقول : فكيف لو رأوها؟ قال : يقولون : لو رأوها كانوا أشدّ منها فراراً، وأشدَّ لها مخافة. قال : فيقول : فأُشْهِدُكُم أنّي قَد غفرتُ لهم. قال : يقول مَلَكٌ من الملائكَةِ فيهم : فلان ليس منهم، إنما جآء لحاجة. قال : هم الجلسآء لايشقیٰ جليسهم ". رواه شعبة عن الأعمش ولم يرفَعه، ورواه سُهَيل عن أبيه عن أبي هريرة عن النبي ﷺ.


6.408- Kami (si penulis Hadits yakni Imam Bukhori bercerita ) dari Qutaibah bin Sa'id, kami mendapat cerita dari Jarir dari 'Amasy dari Abi Sholeh, dari Abu Huroiroh telah Ngindiko Kanjeng Rosul Muhammad ﷺ :
" Sesungguhnya Allah ﷻ itu mempunyai beberapa Utusan berupa sekumpulan Malaikat yang selalu stand-by berputar-putar di sepanjang jalan di alam Malakut sembari mencari Komunitas Ahli-Dzikir, dan ketika mereka-mereka menjumpai sekumpulan Kaum yang sedang asyik berdzikir sembari menyebut nama Allah maka para Malaikat tersebut saling mendekatkan diri ikut bergabung pada kaum tersebut sambil memanggil-manggil dengan kalimat khusus apa yang kalian perlukan dalam hajat kalian,


Kanjeng Rosul Muhammad ﷺ ngendiko : Sekelompok Malaikat tersebut sembari menerjunkan sayapnya transit di langit Dunia, Kanjeng Rosul melanjutkan dawuhnya : Para Malaikat tersebut mengadukan kepada Sang Rob Yang Maha Agung, Allah Yang Maha Mengetahui tentang hajat mereka, dari apa yang dikehendaki hambahku? Ngendiko Kanjeng Rosul Muhammad ﷺ : Para Malaikat matur dateng Allah bahwa : Majlis dzikir tersebut telah membaca Tasbih, membaca Takbir, membaca Tahmid, membaca Tamjid kagem panjenengan ya Allah. Kemudian Kanjeng Rosul Muhammad ﷺ matur : Apakah mereka melihat Aku? Di jawab mereka orah melihatNya. Demi Allah seandainya mereka melihatNya pasti Ibadahnya semakin dasyat baik cara mengagungkan Panjenengan, tentunya lebih banyak bacaan Tasbihnya. Apa yang diminta oleh majlis dzikir tersebut? Yang diminta tentunya menghapkan surga. Apakah mereka melihat surga? Ngendiko Rosul Muhammad ﷺ : Para Malaikat juga berkata kepada Sang Rob : Justru puniko mereka mboten mersani Surga, seandainya mereka bisa melihat surga pasti lebih seru dan lebih penasaran lagi. Kemudian apa lagi yang diminta oleh majlis dzikir tersebut? Mereka-mereka memohon perlindungan dari siksa neraka. Apakah dia melihat neraka? Justru itu mereka mboten melihat tapi yaqin bahwa neraka itu wujud adanya.
Seandainya mengetahui welo-welo neraka pasti mereka lari tunggang- langgang karena ketakutan.
Ngendiko Rosul Muhammad ﷺ dan Allah Dawuh kepada para Malaikat : Saksikan semuanya bahwa hari ini Aku ampuni kalian semua. Kemudian sebagian malaikat matur kepada Para Malaikat lainya bahwa Seluruh Hajatnya Majlis Dzikir tersebut akan dikabulkan oleh Allah. Ngendiko Kanjeng Rosul Muhammad ﷺۢ : Majlis tersebut terkategori Majlis yang sama sekali jauh dari perbuatan yang tercela.
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Syu'bah dari 'Amasy bukan termasuk hadits Marfu', diriwayatkan oleh Sahabat Suhail dari Ayahnya dari Imam Abu Huroiroh RA dari Kanjeng Rosul Muhammad ﷺ.
Mekaten mugi manfaat nyuwun ngapunten bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari kitab
 " فتح الباري " شرح صحيح البخاري للإمام الحافظ أحمد بن علي بن حجر العسقلاني ٧٧٣-٧٥٢ م
 
Juz 21 pada Bab Dzikir halaman 249-250
والله الموفق إلی أقوم الطريق.
الفقير إلی رحمة الله.

Moch Turchan Amar,
Al-Ikhlas, 04 Dzul-Qo'dah 1446 H/02 Mei 2025 M.
٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭


Link Youtube

Kamis, 23 Januari 2025

❄ HAL- HAL YANG MEMBATALKAN SHOLAT ❄

بَابُ مُبْطِلَاتِ ٱلصَّلَاةِ، وَهِيَ أَرْبَعَةٌ :

Hal-hal yang membatalkan sholat ada empat :

ٱلْأَوَّلُ : ٱلْكَلَامُ، وَفِيْهِ تَفْصِيْلٌ :

١- إِذَا كَانَ كَثيْرًا ( أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ١، فَأكْثَرَ) : يُبْطِلُ مُطْلَقًا، سَوَآءٌ أكَانَ مُتَعَمِّدًا أَمْ نَاسِيًا.

ب - إِذَا كَانَ قَلِيْلًا ( أَقَلَّ مِنْ أَرُبَعِ كَلِمَاتٍ عُرْفِيَّةٍ ) فَيُبْطِلُ إِذَا كَانَ مُتَعَمِّدًا.

 ❉ Pertama : Berbicara. Ada beberapa perincian dalam hal ini ;

a. Ketika yang di ucapkan banyak ( empat kalimat atau lebih ), maka sholatnya batal secara mutlak, baik sengaja atau lupa.

b. Ketika yang di ucapkan sedikit ( tidak lebih dari empat kalimat secara urf), maka sholatnya batal jika di sengaja.


  ✿ ضَابِطُ ٱلْكَلَامِ الَّذِيْ يُبْطِلُ الصَّلاَةِ : هُوَ الْكَلاَمُ الصَّالحُ لِخِطَابِ ٱلْأَدَمِيِّيْنَ.

✪ Batasan ucapan yang bisa membatalkan sholat adalah ucapan yang layak digunakan komunikasi dengan manusia.

◊ مَسَآئِلُ فِيْ ٱلْكَلَامِ فِيْ الصَّلَاةِ. 

(١) لَايُبْطِلُ ٱلْكَلاَمُ الْقَلِيْلُ فِيْ ثَلاَثِ حَالَاتٍ :

١- إِذَا كَانَ نَسِيًا ،

٢- إِذَا كَانَ جَاهِلًا ٣،

٣- إِذَا سَبَقَ لِسَانُهُ.

۞ Permasalah Ucapan di Dalam Sholat:

1. Ucapan sedikit tidak akan membatalkan sholat dalam tiga keadaan:

- Ketika lupa

- Ketika tidak tahu tentang keharamannya.

- Ketika lisannya tidak sengaja mengucapkan.

(٢). ٱلنُّطْقُ بِحَرْفٍ وَاحِدٍ : لَايُبْطِلُ وَإِنْ كَانَ مُتَعَمِّدًا، إِلَّا فِيْ ثَلَاثِ حَالَاتٍ، فَإِنَّهُ يُبْطِلُ :

١- إِذَا كَانَ ٱلْحَرْفُ مَمْدُوْدًا.

٢- إِذَا كَانَ مُفْهِمًا، كَقَوْلِ (قِ) مِنَ الْوِقَايَةِ، أَوْ (عِ) مِنَ الْوِعَايَةِ. 

٣- إِذَا كَانَ بِقَصْدِ ٱللِّعَبِ.

(2). Mengucapkan satu huruf tidak membatalkan sholat meskipun dengan sengaja kecuali dalam tiga keadaan, maka bisa membatalkan sholat :

- Ketika membaca Mad (panjang).

- Ketika memahamkan seperti ucapan (قِ) dari masdar " ٱلْوِقَايَةُ " yang mengandung makna " jagalah ", atau ucapan (عِ) dari masdar " ٱلْوِعَايَةُ" yang mengandung makna kumpulkan.

- Ketika bertujuan main-main.

كَمَاقَالَ صَاحِبُ " صَفْوَةُ الزُّبَدِ " 

..............# وَتَرْكُهُ عِمْدًاكَلَامًا لِلْبَشَرِ،

حَرْفَيْنِ أَوْحَرْفًا بِمَدِّ صَوْتَكَا # أَوْمُفهِمٍ، وَلَوْ بِضِحْكٍ أَوْبُكَا.

أَوْ ذِكْرٍ أَوْقِرَاءَةٍ، تَجَرَّدَا # لِلْفَهْمِ، أَوْ لَمْ يَنْوِ شَيْئًاأَبَدَا.

أَوْ خَاطِبَ الْعَاطِسَ بِالتَّرَاحُّمِ # أَوْرَدَّ تَسْلِيْمًا عَلیٰ الْمُسَلِّمِ.

Sebagaimana yang di ungkapkan oleh penyusun syair Shafwatu az-Zubad:

............... # Tidak bicara pada manusia secara sengaja.

Dengan dua huruf atau satu huruf dengan membaca Mad, atau memahamkan meskipun di sertai tertawa atau menangis.

Atau dzikir dan bacaan yang bertujuan intuk memberi pemahaman saja atau tidak niat apapun.

Atau berbicara pada orang yang bersin dengan do'a يَرْحَمْكَ اللّٰهُ, 

Atau menjawab salam pada orang yang sedang mengucapkan salam.

Mugi manfaat, pangapunten bilih wonten khilaf.

Kami nuqil dari kitab Fiqih " تَقْرِيْرَاتُ السَّديْدَةُ pada Bab Batalnya sholat halaman 260-261

والله الموفق إلی أقوم الطريق،

الفقير ألی رب الجليل

Moch Turchan Amar, 

masjid Ikhlas WBA, Jum'at legi, 24 Rajab 1446 H./24 Januari 2025

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=6_fFRn6JKUg

Kamis, 16 Januari 2025

Kemakruhan di tinjau dari pelaksanaan sholat.

 💠Keempat : Kemakruhan di tinjau dari pelaksanaan sholat.

(٤). مَكْرُوْهَاتٌ مِنْ نَاحِيَّةِ فِعْلِهَا وَهِيَ : إثْنَتَا وَعِشْرِيْنَ.

١ - كَفُّ شَعْرِهِ وَثَوْبِهِ (٢)

٢ - رَفْعُ الْبَصَرِ إِلیٰ السَّمآءِ.

٣ - وَضعُ الْيَدِ عَلیٰ خَاصِرَتِهِ.


٤ - مَسْحُ جَبْهَتِهِ وَتَسْوِيَةُ الْحصیٰ فُيْ مَحَلِّ السُّجُوْدِ.

٥ - ٱلنَّقْرُ فِيْ السُّجُوْدِ كَالْغُرَابِ.

1. Melipat rambut dan pakaian.

2. Memandang ke arah atas.

3. Meletakkan kedua tangan di pinggang (jawa walangkerik).

4. Mengusap kening dan membersihkan kerikil di tempat sujud.

5. Mencocokkan hidung saat sujud seperti burung gagak.

٦ - جِلْسَةُ ٱلْإِقْعَاءِ كَالْكِلَابِ، صُوْرَتُهَا : أَنْ يَجْعَلَ أَلْيَتَيْهِ عَلیٰ الْأَرْضِ وَكَذٰلِكَ رِجْلَيْهِ، وَيَنْصِبَ سَاقَيْهِ.

٧ - ٱلْجُلُوْسُ مَادًّا رِجْلَيْهِ لِلْقِبْلَةِ.

٨ - ٱلْإِلْتِفَاتُ بِوَجْهِهِ لِغَيْرِ حَاجَةٍ.

٩ - ٱلْبَصْقُ فِيْ غَيْرِ ٱلْمَسْجِدِ : عَنْ يَمِيْنِهِ أَوْقُبَالَتِهِ.

١٠ - ٱلْقِيَامُ عَلیٰ رِجْلٍ وَاحِدَةٍ، وهُوَ مَا يُسَمَّیٰ ( ٱلصَّفْنُ )

6. Duduk Iq'a' seperti anjing. Bentuknya adalah meletakkan kedua pantat dan kedua kaki di lantai dan menegakkan kedua betis.

7. Duduk dengan menjulurkan kedua kaki ke arah qiblat.

8. Menoleh tanpa ada hajat.

9. Meludah kesamping kanan atau kedepan di luar masjid.

10. Berdiri hanya pada kaki satu, dan ini di sebut as-shafnu.

١١ - لَصْقُ إحْدٰی رِجْلَيْنِ بِالْأُخْریٰ للرَّجُلِ، وَهُوَ مَايُسَمَّی ( ٱلصَّفْدُ ).

١٢ - التَّشْبِيْكُ لِلأَصَابِعِ.

١٣ - ٱلصَّلَاةُ مُخْتَصِرًا -١-، وَهُوَ وَضْعُ اليَدِ عَلیٰ الْخَاصِرَةِ.

١٤ - ٱلْإِهْتِزَارُ يُمْنَةً وَيُسْرَةً.

١٥ - أَنْ يُرَوِّحَ عَلیٰ نَفْسِهِ فِيْ الصَّلَاةِ.

١٦ - وَضْعُ الْيَدِ عَلیٰ فَمِّهِ اوْأنْفِهِ بِلاَحَاجَةٍ.

11. Menempelkan kedua kaki bagi orang laki-laki, dan ini disebut as-safdu.

12. Mentasybik jari tangan, yaitu memasukkan jari salah satu tangan ke selah jari tangan yang satunya.

13. Sholat dengan meletakkan tangan di pinggang.

14. Al-ihtijar, yaitu memukul ke arah kanan dan kiri.

15. Melegakan dirinya (santai) dalam pelaksanaan sholat.

16. Meletakkan tangan pada mulut atau hidung tanpa ada hajat.

١٧ - شَدُّ ٱلْوَسْطِ.

١٨- مُقَارَنَةُالْإمَامِ فِيْ الأفْعَالِ.

١٩ - ٱلتَّثَآئُبُ.

٢٠ - ٱلْإِشَارَةُ بِمَا يُفْهَمُ لِغَيْرِ حَاجَةٍ.

٢١ - فَرْقعَةُ الْأَصَابِعِ.

٢٢ - ٱلْإسْنَادُ إلیٰ مَا يَسْقّطُ بِسُقُوْتِهِ.

17. Mengikat perut.

18. Melakukan amaliyah-amaliyah sholat bersamaan dengan imam.

19. Menguap.

20. Memberikan isyarat yang memahamkan tanpa ada hajat.

21. Mengencangkan jari.

22. Bersandar pada sesuatu yang sekira seandainya sandarannya itu hilang niscaya ia akan jatuh.

Mugi manfaat, mohon maaf bila terdapat khilaf.

Kami nuqil dari kitab fiqih " تقريرات السديدة " pada bagian Makruh dalam sholat halaman 257-259.

والله الموفق إلی أقوم الطريقِ.

ألفقير إلی رحمة الله.

Moch Turchan Amar,

Masjid Al-Ikhlas WBA, 17 Rojab 1446 H/17 Januari 2025 M.


link Youtube 

www.youtube.com/watch?v=kILp6a9-0Ss

https://www.youtube.com/live/kILp6a9-0Ss?si=62yhKyV72o0K8QEV

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭


Kamis, 09 Januari 2025

Risalah Kemakruhan Dalam Sholat.


(٣). مَكْرُوْهَاتٌ مِنْ نَاحِيَةِ مُخَالَفَةِ بَعْضِ ٱلسُّنَنِ أوْتَرْكِهَا :
💿 Ketiga : Kemakruhan di tinjau dari menyalahi atau meninggalkan sebagian kesunnahan.
١ - ٱلْإِسْرَارُ وَالْجَهْرُ فِيْ غَيْرِ مَوْضِعِهِمَا.
٢ - إِلْصَاقُ عَضُدَيْهِ بِجَنْبَيْهِ لِلذَّكَرِ.
٣ - إلْصَاقُ بَطْنِهِ بِفَخِذَيّهِ لِلذَّكَرُ أيْضًا.
٤ - ٱلْجَهْرُ خَلْفَ ٱلْإِمَامِ بِغَيْرِ " آمِيْنَ " وَمَاٱسْتَثْنیٰ.
٥ - إطَالَةُ ٱلتَّشَهُّدِ ٱلْأَوَّلِ وَالدُّعَآءُ بَعْدَهُ.
1. Memelankan dan mengeraskan suara bukan pada tempatnya.
2. Menempelkan kedua lengan atas pada kedua lambung saat sujud bagi laki-laki.
3. Menempelkan perut pada kedua paha saat sujud juga bagi laki-laki.
4. Mengeraskan suara di belakang Imam selain ucapan (Amien) dan hal-hal yang di kecualikan.
5. Memperpanjang tasyahhud awwal dan doa setelahnya.
٦ - تَرْكُ ٱلسُّوْرَةِ فِيْ الرَّكْعَتَيْنِ ٱلْأُوْلَيَيْنِ.
٧ - تَرْكُ تَكْبِيْرَةِ ٱلْإِنْتِقَالَاتِ.
٨ - تَرْكُ أَذْكَارِ الرُّكُوْعِ وَالْإِعْتِدَالِ وَالسُّجُوْدِ وَالْجُلُوْسُ بِيْنَ ٱلسَّجْدِتيْنِ.
٩ - تَرْكُ الدُّعَآءِ فِيْ ٱلتَّشَهُّدِ ٱلْأٓخِرِ.
١٠ - عَدَمُ السُّجُوْدِ عَلیٰ أَنْفِ.
6. Tidak membaca surat dari Al-Qur'an setelah membaca al-Fatihah di dua rokaat yang pertama.
7. Meninggalkan takbir al-Intiqal.
8. Meninggalkan dzikir-dzikiran saat ruku', i'tidal, sujud dan duduk diantara dua sujud.
9. Tidak membaca do'a didalam tasyahhud akhir.
10. Tidak sujud pada hidung.
١١ - قِرَآءَةُ الْقُرْآنِ فِيْ غَيْرِالْقِيَامِ بِقَصْدِ الْقِرَآءَةِ لَاللِذِّكْرِ.
١٢ - خِفْضُ رَأْسِهِ فِيْ رُكُوْعِهِ.
١٣ - سَتْرُ يَدَيْهِ عِنْدَ الْإِحْرَامِ وَالسُّجُوْدِ.
١٤ - أَنْ يَلْتَفِتَ فِيْ سَلاَمِهِ بسُرْعَةٍ، كَالّتِفَاتِ الثَّعْلَبِ.
١٥ - أَنْ يَبْرُكَ كَالْبَعِيْرِ : بِأَنْ يُقَدِّمَ يَدَيْهِ عَلیٰ رُكْبَتَيْهِ فِيْ السُّجُوْدِ.
١٦ - ٱفْتِرَاشُ السَّبُعِ " ٱلْكَلْبِ " وَهُوَ أَنْ يَضَعَ ذِرَاعَيْهِ عَلیٰ الْأَرْضِ فيْ السُّجُوْدِ. -١-
11. Membaca surat al-Qur'an selain saat berdiri dengan tujuan membaca al-Qur'an bukan tujuan dzikir.
12. Menundukkan kepala saat ruku'.
13. Menutup kedua tangan saat takbirotul ihrom dan sujud.
14. Segera menoleh saat salam seperti menolehnya Ruba.
15. Menderum seperti Unta. Yaitu meletakkan kedua tangan  terlebih dahulu sebelum kedua lutut saat sujud.
16. Iftirosy seperti binatang buas (anjing), yaitu meletakkan kedua lengan bawah di lantai saat sujud.

Mekaten mugi manfaat, mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari kitab Fiqih " تَقْرِيْرَاتُ السَّدِيْدَةُ " pada Bab Makruh dalam Sholat halaman 256-257.

والله الموفق إلی أقوم الطريق.
ألفقير إلی رحمة الله،

Moch Turchan Amar,
Masjid Alikhlas, WBA, Sidoarjo, 10 Rojab 1446 H/10 Januari 2025.
٭ ٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭