وَأَحْوَالُ ٱلْمَسْؤُوْلَيْنِ مُخْتَلِفَةٌ :
فَمِنْهُمْ : مَنْ يَسْئلُهُ ٱلمَلَكَانِ جَمِيّعًا، تَسْدِيْدًا عَلَيْه، وَمَنّهُمْ : مَنْ يَسْأَلُهُ أَحَدُهُمَا؛ تَخْفِيْفًا عَلَيْهِ.
Keadaan orang-orang yang mendapat pertanyaan di dalam qubur itu bermacam-macam. Ada orang yang ditanya oleh kedua malaikat tersebut dengan lengkap sebagai hukuman atas mereka.
Ada yang ditanya oleh salah-satu saja dari keduanya sebagai keringanan untuknya.
وَكَيْفِيَةُ ٱلسُّؤَالِ وَٱلْجَوَابِ مُخْتَلِفَةٌ :
فَمِنْهُمْ : مَنْ يُسْأَلُ عَنْ بَعْضِ إِعْتِقَادَتِهِ
وَمنْهُمْ : مَنْ يُسْأَلُ عَنْ كُلِّهَا :
Dan cara soal jawab itupun ber-beda beda, ada orang yang ditanya mengenai sebagian i'tiqadnya saja, ada pula yang ditanya seluruhnya.
قَالَ إبْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا : يُسْأَلُوْنَ عَنِ ٱلشَّهَادَتَيْنِ.
وَقَالَ عِكْرِمَةٌ : يُسْأَلُوّنَ عَنِ الْإِيْمَانِ بِمُحَمَّدٍ ﷺ وَأَمْرِ التَّوحِيْدِ.
Imam Ibnu Abbas RA berkata : Mereka akan ditanyai tentang dua kalimat Syahadat.
Sedangkan menurut Ikrimah RA berkata " Mereka akan ditanyai tentang iman kepada Baginda Muhammad ﷺ dan masalah Tauhid.
وَإِذَا مَاتَ جَمَاعَةٌ فيْ وَقْتٍ وَاحدٍ بِأَقَالِيْمٍ مُخْتَلِفَةٍ ... سَئَلُوْا جَمِيْعًا فِيْ ذٰلِكَ الْوَقتِ، وَلَامَانِعَ مِنْ ذٰلِكَ.
Apabila mati sekelompok orang dibeberapa tempat yang berbeda, maka semua akan ditanya pada waktu yang sama, tidak ada kesulitan dalam hal tersebut.
قَالَ الْقُرْطُبِيُّ : " جَازَ أَنْ تَعْظِمَ جِئْتَهُمَا، وَيُخَاطَبَانِ ٱلْخَلْقِ ٱلكَثِيْرِ مُخَاطَبَةً وَاحِدَةً ". ١
Menurut Imam Qurthuby : " Boleh jadi tubuh mereka membesar lalu keduanya mengajukan pertanyaan kepada banyak orang sekaligus.
وَقَالَ ٱلسُّيُوْطِيُّ : " يَحْتَمِلُ تَعَدُّدَ ٱلْمَلَآئِكَةُ ٱلْمُعَدَّةُ لِذٰلِكَ، كَالْحَفْظَةِ وَنَحْوهِمْ ".
Sedangkan menurut Imam Syuyuthi : " Boleh jadi malaikat yang bertugas demikian terbilang jumlahnya sebagaimana malaikat hafadhoh dan yang serupa ".
وَالسُّؤَالُ مَخْصُوْصٌ بِمَنْ كَانَ مُكَلَّفًا وَلَوْ جِنًّا - لَامَلَكًا - وَيُسْتَثْنٰی مِنَ الْمُكَلَّفِيْنَ : ألْأَنْبِيَآءُ، وٱلصِّدِّيْقُوْنَ، وَالشُّهَدَآءُ، وَمُلَازمُ " سُوْرَةُ تَبَارَكَ الْمُلْكُ " كُلَّ لَيْلَةٍ، أوْ سّوْرَةُ ٱلسَّجْدَةِ، وَمَنْ قَرَأَهَا سُوْرَةَ ألْإخْلاَصِ فِيْ مَرْضِهِ الَّذيْ مَاتَ فِيْهِ، وَنَحْو ذٰلِكَ.
Pertanyaan dalam qubur itu, khusus bagi mukallaf walaupun dia dari kalangan jin, selain malaikat.
Golongan mukallaf yang dikecualikan dari pertanyaan dalam qubur itu adalah para nabi, orang-orang shiddiq, orang-orang yang mati syahid, orang-orang yang membiasakan membaca surat al-mulk, dan surat sajadah tiap malam, dan orang-orang yang membaca surat " ٱلْإِخْلَاصُ " didalam sakit yang membawa matinya.
☔BERKAT KEBERANIAN UMAR BIN KHOTTOB MALAIKAT MUNKAR NAKIR JADI LUNAK TERHADAP ORANG MUKMIN ☔
وَرُوِيَ : أَنَّ سَبَبَ رِفْقِهِمَا باِلْمُؤْمِنِ ... لَمَّا مَاتَ سَيِّدُنَا عُمَرَ بْنِ ٱلْخَطَّابِ وَدُفِنَ وَانْصَرَفَ ٱلْجَمَاعَةُ .. وَبَقيَ سَيِّدُنَا عَلِيُّ - كَرَّمَ اللّٰهُ وَجْهَهُ وَرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ - يَتَرَقَّبُ فِيْ الْقَبْرِ لِيَسْتَمِعَ كَلَامَ سَيِّدِنَاعُمَرَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ مَعَ هٰذَيْنِ ٱلمَلَكَيْنِ، فَسَمِعَهُ يَقُوْلُ : أَيُّهَا الْمَلَكَانِ ؛ أنَّا وَعَدْتُكُمَا وَأُوْصِيْكُمَا أنْ لَاتَأْتِيَا ٱلْمُؤْمِنَ بَعْدَ هٰذَا ٱلْوَقْتِ بِصُوْرَتِكُمَا هٰذِهِ، بَلْ ٱنْقَصَا مِنْ هٰذِهِ؛ لِأَنِّيْ لَمَّا رَأَيْتُكُمَا بِهٰذِهِ ٱلْحَالَةِ.. حَصَلَ ليْ خَوْفٌ وَفَزْعٌ شَدِيْدٌ، وَأَنَا صَاحِبُ رَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ، فَكَيْفَ بِسِوَايِ إِذَارَآكُمَا بِهٰذِهِ ٱلصُّوْرَة؟! فَقَالَالَهُ : سَمْعًا وَطَاعَةً، لَانَعْصِيْ أَمْرَكَ يَاصَاحِبَ رَسُوْلِ اللّٰهِ ﷺ، فَقَالَ سَيِّدُنَا عَلِيُّ رَضِيَ اللّٰهُ ؛ وَاللّٰهِ ؛ مَايَزَالَ عُمَرُ بْنُ ٱلْخَطَّابِ يَنْفَعُ النَّاسَ فيْ حَيَاتهِ وَمَمَاتِهِ.
Telah diriwayatkan : Bahwa sesungguhnya sebab ramahnya kedua malaikat Munkar dan Nakir terhadap orang mukmin : Ketika Sayyidina Umar bin Khottob kapundut dan disareaken dipemakaman kemudian ditinggalkan oleh para pelayat...tiba-tiba Sayyidina Ali Karromallahu Wajhahu RA menyelinap kedalam quburannya Sayyidina Umar RA untuk mendengarkan dialognya terhadap kedua malaikat Munkar dan Nakir, ternyata benar Sayyidina Ali RA mendengar langsung gertakan Sayyinina Umar RA : Wahai dua Malaikat : Saya ingatkan dan berpesan pada Anda berdua : Jangan coba-coba anda berdua datang dengan penampakan seperti ini terhadap orang mukmin, bahkan kurangi penampakan yang model demikian, karena sesunggunya saya merasa takut sekali, ketahuilah " saya ini teman baik Baginda Rosul Muhammad ﷺ ", bagaimana kalau selain saya anda perlakukan sedemikian rupa? Maka menjawablah kedua malaikat tersebut dihadapan Sayyidina Umar RA : Mulai hari ini dan seterusnya kami berdua Sam'an wa Tho'atan atas saran panjenengan, dan kami berdua berjanji tidak akan mengulangi lagi penampakan yang menakutkan terutama terhadap orang yang beriman wahai Teman baiknya Baginda Rosul Muhammad ﷺ.
Kemudian ngendiko Sayyidina Ali RA : " Demi Allah Sayyidina Umar bin Khottob orah berhenti membela Ummat Rosul Muhammad ﷺ baik dikala beliau masih hidup maupun sesudah mati manfaatnya luar biasa.
Mugi manfaat, bila terdapat khilaf mohon maaf.
Kami nuqil dari kita " نُوْرُ ٱلظَّلَامِ " شرح عقيدة العوام " halaman ١٢٦-١٣٠
والله الموافق إلی أقوم الطريق،
الفقير إلی رحمة الله،
Moch Turchan Amar,
Masjid Al-Ikhlas, 27 Robiul Akhir 1448 / 09 Oktober 2026.
٭٭٭ ✿ ❉ ❉ ❉ ❉٭٭٭
https://www.youtube.com/watch?v=xEjolhng96w




