Kamis, 05 Februari 2026

💫 SIFAT JAIZNYA ALLAH ﷻ 💫


وَجَآئِزٌ بِفَضْلِهِ وَعَدْلِهِ ۞ تَرْكٌ لِكُلِّ مُمْكِنٍ كَفِعْلِهِ
Jaiz dengan kemurahan dan keadilanNya, meninggalkan dan melakukan hal-hal yang mungkin.
أيْ : يَجِبَ عَلیٰ كُلِّ مُكَلَّفٍ أَنْ يَعْتَقِدَ : أَنَّ اللّٰهَ تَعَالیٰ يَجُوْزُ أنْ يَخْلُقَ ٱلْخَيْرَ وَٱلشَّرَّ، وَيَجُوْزُ أَنْ يَخْلُقَ ٱلْإِسْلَامَ فِيْ زَيْدٍ وَٱلْكُفْرَ فِيْ عَمْرُو، وَٱلْعِلْمَ فِيْ أَحَدِهِمَا وَٱلْجَهْلَ فِيْ ٱلْأٰخَرِ، وَإثَابَتُهُ تَعَالیٰ فيْ لِلْمُطِيْعِ فَضْلُ مِنْهُ، وَعِقَابُهُ لِلْمَعَاصِيِّ عَدْلٌ مِنْهُ، لِأَنَّهُ ٱلنَّافِعُ ٱلضَّارُّ، وَإِنّمَا هٰذِهِ ٱلطَّاعَةُ وَٱلْمَعَاصِيُّ عَلَامَةٌ عَلیٰ أَنَّ اللّٰهَ تَعالیٰ يُثَيِّبُ وَيُعَاقَبُ مَنِ ٱتَّصَفَ بِهِمَا، فَمَنْ أَرَادَ سَعَادَتُهُ .. وَفَقَّهُ لِطَاعَتِهِ، وَمَنْ أَرَادَ شَقَاوَتُهُ .. خَلَقَ فِيْهِ ٱلْمَعْصِيَةِ.
PENJELASAN;
Syaikh Nawawi rahimahullah berkata : " Hukumnya wajib " kata (Syaikh Ahmad Marzuqi) atas setiap mukallaf meyaqini bahwa Allah Ta'ala berwenang (jaiz) menciptakan kebaikan dan keburukan, dan berwenang pula untuk menjadikan Zaid sebagai orang islam dan Amru sebagai orang kafir, atau memberikan dari ilmu kepada salah satu dari keduanya, atau memberikan bodoh kepada salah satu dari keduanya. 
Pemberian pahala oleh Allah kepada orang yang taat adalah kemurahan dari-Nya, dan hukuman kepada orang yang bermaksiat adalah keadilan dari-Nya, karena Dia adalah Dzat yang memberi manfaaat dan yang memberi Mudlorot.
Sesungguhnya perbuatan taat dan maksiat itu hanyalah tanda bahwa Allah Ta'ala memberi pahala dan menghukum orang yang bersifat dengan keduanya. Jika Allah menghendaki keberuntungan seseorang maka Dia memberikan petunjuk kepada jalan ketaatan, dan jika Dia menghendaki kesengsaraan seseorang maka dijadikannya maksiat pada orang tersebut.

فَجَمِيْعُ ٱلْأُمُوْرِ مِنْ أَفْعَالِ ٱلْخَيْرِ وَالشَّرِّ بِخَلْقِ اللّٰهِ تَعَالیٰ ؛ لِأَنَّ اللّٰهَ تَعَالیٰ خَلَقَ ٱلْعَبْدَ، وَمَاعَمِلَهُ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالیٰ : " وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَاتَعْمَلُوْنَ " ٱلصفات ٩٦ فَهُوَ ٱلذي يَصْدُرُ عَنْهُ ٱلنَّفْعُ وَٱلضَّرُّ، فَلَا خَيْرُ وَلَاشَرُّ، وَلَانَفْعُ وَلَا ضَرُّ، .. إلَّا وَهُوَ مَنْسُوْبٌ إلَيْهِ سُبْحَـــانَهُ وَتَعَالیٰ ؛ فَحِيْنَئِذٍ يَنْبَغِ لِلْعَبْدِ أنْ يَكُوْنَ إعْتِمَادُهُ عَلَيّهِ تَعَالیٰ وَحْدَهُ، فَلَا يَرْجُوْ وَلَايَخْشیٰ أَحَدًا غَيْرَهُ تَعَــــــالیٰ.
Jadi, semua perkara berupa perbuatan baik dan buruk merupakan ciptaan Allah Ta'aala. Karena Allah-lah yang menciptakan hambah dan perbuatannya, sebagaimana firman-Nya : " Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa-apa yang kamu kerjakan " ash-shofat 96.
Terkait dengan sifat Jaiznya Allah yang cukup jelas adalah firman-Nya dalam surat Thoha,
" إذْ اَوْحَيْنَآإلیٰٓ أمِّكَ مَايُوْحیٰ ٣٨ آنِ ٱقْذِ فِيْهِ فِيْ ٱلتَّابُوْتِ فَاقْذِ فِيْهِ فِيْ ٱلْيَمِّ ۚ فَلْيُلْقِهِ ٱلْيَمُّ بِالسَّــــاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّيْ وَعَدُوٌّلَهُۚ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّيْ ۚ وَلِتُصْنَعَ عَلیٰ عَيْنِيْ ٣٩.
Diqisahkan : Ketika Nabi Musa AS akan dilahirkan, Ibunda Nabi Musa susahnya bukan main, karena menurut undang-undang Raja Fir'aun : bahwa setiap jabang bayi laki yang baru lahir harus segera dilaporkan pada Raja karena akan dibunuh, dalam kondisi demikian Ibunda Nabi Musa AS sangat gelisah, Allah nurunake Ilham kepada Ibunya untuk segera bikin peti besarnya kurang lebih berukuran 1 M2 untuk persiapan kelahiran Nabi Musa AS banjur diperintahkan oleh Allah ﷻ untuk membuang ke sungai Nil, atas Anugerah Allah, Fir'aun yang semula ingin membunuh Nabi Musa AS berubah total menjadi sayang karena berkat rayuan Asiyah istri Fir'aun akhirnya nabi Musa AS diangkatnya sebagai Anak Angkatnya. Surat Thoha 28-29.
Mugi manfaat mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari kitab Nurudh-dholam halaman 87-88,
Terjemahan hal.21.
والله الموفق إلی أقوم الطريق.
ألفقير إلی رحمة الله.
Moch Turchan Amar,
Sda, 18 Sya'ban 1447H/06 Februari 2026 M.
٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

Kamis, 29 Januari 2026

🌻 RAHASIA DAN KEUTAMAAN NISFU SYA'BAN 🌻


حُكِيَ أنَّ عِيْسیٰ عَلَيْهِ ٱلسَّلاَمُ كَانَ سَآئِحًا فََنَظَرَ إلیٰ جَبَلٍ عَالٍ فَقصَهُ، فَإِذَا هُوَ بِصَخْرَةٍ فِيْ ذَرْوَةِ آلْجَبَلٍ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَطَافَ حَوْلَهَا فَتَعَجَّبُ مِنْ حُسْنِهَا، فَأَوْحیٰ اللّٰهُ إِلَيْهِ، يَاعِيْسیٰ أَتُحِبُّ أَنْ أَبِيْنَ لَكَ أَعْجَبَ مِنْ هٰذَا؟ قَالَ عِيْسیٰ عَلَيْهِ ٱلسَّلاَمُ نَعَمْ، فَانْفَلَقَتْ ٱلصَّخْرَةُ فَإِذَا هِيَ بِشَيْخٍ فِيْهَا عَلَيْهِ مَدْرَعَةٌ مِنَ ٱلشَّعْرِ وَبَيْنَ يَدَيّهِ عُكَازَةٌ وَبِيَدِهِ عِنَبٌْ وَهُوَ قَآئِمٌ يُصَلِّيّ، فَتَعَجَّبُ عُيْسیٰ عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ، فَقَالَ يَاشَيْخُ مَاهٰذَا ٱلَّذِيْ أرَی؟ قَالَ رِزْقِيْ فِيْ كُلِّ يَوْمٍ، فَقَالَ لَهُ مُنْذُ كَمْ سَنَةً تَعْبُدُ فِيْ هٰذِهِ ٱلصَّخْرَةِ ؟ فَقَالَ مُنْذُ أَرْبَعَماِئَةِ سَنَةٍ، فَقَالَ عِيْسیٰ عَلَيْهِ ٱلسَّلاَمُ يَاإلٰهِيْ أَخَلَقْتَ خَلْقًا أَفْضَلُ مِنْ هٰذَا؟ فَأوْحیٰ اللّٰهُ تَعَالیٰ إِلَيْهِ لَوْ أَنَّ رَجُلًا مِنْ أُمَّةِ محَمّدٍ ﷺ أَدْرَكَ شَهْرَ شَعْبَانَ فَصَلِّی لَيْلَةَ ٱلنّصْفِ صَلَاةَ ٱلبَرَأَةِ لَهِيَ أَفْضَلُ عِنْدِيْ مِنْ عِبَادَةِ عَبْدِيْ هٰذَا أَرْبَعَمِائَةِ سَنَةً، فَقَالَ عِيْسیٰ عَلَيْهِ ٱلسَّلاَمُ : لَيْتَنِيْ كُنْتُ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ﷺ. " زْهرة الرياض ".
Dalam sebuah Hikayat, diceritakan bahwa pada suatu saat Nabi AS sedang berkelana pada suatu tempat pegunungan dipuncak gunung tersebut Nabi Isa AS bertemu dengan bebatuan besar berbentuk cungkup warnanya putih bahkan lebih putih dari air susu, Nabi Isa AS merasa kagum dengannya sampai putar-putar disekitarnya karena keindahannya, kemudia Allah ﷻ paring wahyu dateng Nabi Isa AS dan bertanya : Apa Anda senang dan merasa kagum dengan bentuk bebatuan ini? Jawab Nabi Isa AS : leres Ya Robbi, kemudian batu tersebut membuka dengan sendirinya tiba-tiba didalamnya terdapat seorang yang sudah tua berbaju wall dan ditangannya memegang tongkat sementara didepannya terdapat onggokan buah anggur Syaikh tersebut dalam posisi berdiri sedang sholat, melihat kejadian ini Nabi Isa AS merasa terkagum-kagum langsung bertanya : Wahai Syaikh, apa yang ada didepan anda dan sekitarnya? Jawab Syaikh : Ini rizqi saya setiap hari. Nabi Isa AS balik bertanya : Sudah berapa tahun Anda menetap didalam batu ini? Jawab Syaikh ; saya menetap disini sudah 400 tahun yang lalu. 
Setelah melihat kejadian ini Nabi Isa AS bertanya kepada Allah ﷻ : Ya Allah, apa ada makhluq yang Engkau ciptakan tersebut yang lebih utama dari pada Syaikh ini? Allah ﷻ turunkan wahyuNya : Seandainya ada seorang Ummat Muhammad ﷺ bertemu dengan bulan Sya'ban yang penuh berkah ini mau menegakkan sholat pada PERTENGAHAN BULAN SYA'BAN maka aku lipatkan pahalanya lebih bagus dari pada Ibadahnya hambahku selama 400 tahun tersebut.
Mendengar dawuhnya Allah ﷻ tersebut Nabi Isa AS langsung bikin pernyataan : Kapan Ya Rabbi aku Engkau jadikan Ummat Nabi Muhammad ﷺ. " dikutib dalam Kitab " زهرة ٱلرياض ".
قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْها : أَنْظُرُهُ حَتَّی ظَنَنْتُ أنَّ اللّٰهَ تَعاَلیٰ قَدْ قَبَضَ رُوْحَ رَسُوْلُهُ ﷺ، فَلَمَّا طَالَ عَلَيَّ دَنَوْتُ مِنْهُ حَتّیٰ مَسَّتُّ أخْمَصَ قَدَمَيْهِ، فَتَحَرَّكَ فَسَمِعْتُهُ يَقُوْلُ فِيْ سُجُوْدِهِ : أعُوْذُبِعَفْوِكَ مِنْ عِقَابِكَ، وَأعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سُخْطِكَ، وَأعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، جَلَّ وَجْهِكَ لَآأَحْصیٰ ثَنَآءَ عَلَيكَ، أنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلیٰ نَفْسِكَ.
Telah berkata Sayyidah A'isyah RA. Aku melihat langsung kepada Rosul ﷺ hingga aku mengira Allah telah mundut ruhnya, setelah aku tunggu agak lama dalam sujud nya saya coba untuk mendekat Beliau sambil saya gerak-gerak salah satu jari jemari beliau, ternyata bergerak juga, dan aku dengar dalam bacaan sujud belau membaca do'a : Kulo nyuwun perlindungan dateng panjenengan Ya Allah dari siksa panjenengan, lan kulo nyuwun keridlhan panjenengan saking bendu, lan kulo nyuwun dateng panjenengan lan saking panjenengan, demi keagungan lan Dzat panjenengan mboten saget diwilang pengalem dateng panjenengan, kados dining njenengan muji dateng Dzat panjenengan piambak.
عَنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللّٰهُ تَعَالیٰ عَنْهُ عَنِ ٱلنَّبِيِّ ﷺ أنَّهُ قَالَ : " أَتَانِيْ جِبْرَائِيْلُ عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ لَيْلَةَ ٱلنِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَقَالَ يَامحَمَّدَ هٰذِهِ ٱللَّيْلَةُ تُفْتَحُ فِيْهَا أَبْوَابُ ٱلسَّمآءِ وَأبْوَابُ ٱلرَّحْمَةِ فَقُمْ فَصَلِّ وَإرْفَعْ رَأْسَكَ وَيَدَيْكَ إلیٰ ٱلسَّمآءِ، فَقُلتُ يَاجِبْرَآئِيْلَ مَاهٰذِهِ اللَّيْلَةَ؟ فَقَالَ هٰذِهِ لَيْلَةُ يُفْتَحُ فِيْهَا ثَلَثُمِائَةِبَابٍ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَٱلْمَغْفِرَةِ فَيَغْفِرُ اللّٰهُ تَعَالیٰ لِجَمِيْعِ مَنْ لَايُشْرِكُ بِهِ إِلَّا مَنْ كَانَ سَاحِرًا أوْ كَاهِنًا أَوْمَشَاحِنًا أوْ مُدْمِنَ خَمْرٍ أوْمُصِرًا عَلیٰ ٱلزِّنَا أوْعَلیٰ ٱلرِّبَا أوْعَاقَا لِوَالِدَيْهِ أوْنَمَامًا أَوْقَاطِعَ رَحِمِ، فَإِنّ هٰؤُلَآءِ لَايَغْفِرُ لَهُمْ حَتّیٌ يَتُوْبُوا أوْيَتْرُكُوا، فَخَرَجَ ٱلنَّبِيُّ ﷺ فَصَلَّی وَبَكیٰ فِيْ سُجُوْدِهِ وَهُوَ يَقُوْلُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِقَابِكَ وَسُخْطِكَ وَلاَ أَحْصیٰ ثَنَآءَ عَلَيْكَ أَنّتَ كَمَاأثْنَيْتَ فِيْ نَفْسِكَ فَلَكَ ٱلْحَمْدُ حَتّیٰ تَرْضیٰ " زبدة المجالس "
Diriwayatkan dari Abi Hurairah RA dari Baginda Rosul ﷺ ngendiko " Telah datang kepadaku Malaikat Jibril AS pada Malam Nisfu Sya'ban dan berkata : Ya Muhammad, ini malam adalah dimana beberapa pintu langit telah dibuka dan beberapa pintu rahmat, maka sebaiknya tegakkan sholat dan angkat sirah dan kedua tangan panjenengan kelangit, kemudian Baginda ﷺ bertanya, apa yang terjadi pada malam ini? Menjawab Malaikat Jibril AS, malam ini 300 pintu langit telah terbuka lebar, Allah membuka pintu Rahmat dan pintu ampunan. Semua dosa hambahNya akan diampuniNya kecuali mereka yang syirik, orang yang ahli sihir, orang perdukunan, orang ahli satron sesama saudara, orang yang peminum khomr, orang yang ahli zina, orang pemakan harta riba, orang yang berani kedua orang tuanya, orang ahli adu-domba, orang yang memutuskan tali persaudaraan, mereka-mereka tidak dapat ampunan dan rahmat malam itu terkecuali bertaubat dan siap meninggal hal tersebut.
Kemudian Baginda Rosul ﷺ keluar dan sholat sampai mular dalam sujudnya dan berdo'a " Aku mohon perlidunganMu dari siksa dan MurkaMu, kami tidak mampu menghitung pujian Panjengan sebagaimana Panjenengan memuji dateng Dzat Panjenengan, maka yang patut dipuji hanya Dzat Engkau hingga Engkau Ridlo. " زبدة المجالس " 
Kami nuqil dari kitab " درة الناصحين " halaman 235-236
Mugi manfaat dan mohon maaf bila terdapat khilaf, 
والله الموفق إلی أقوم الطريق،
ٱلفقير إلی رحمة الله،
Moch Turchan Amar,
Sda, 11 Sya'ban 1447 M/30 Januari 2026 M.
 ٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

Kamis, 22 Januari 2026

🌻QISAH MI'ROJ VERSI TAUHID MENURUT KITAB AQIDATUL AWAM 🌻

وَفيْ رِوَايَةٍ : أنَّهُ ﷺ قَالَ لِجِبْريْلِ لَمَّا تَأَخَّرَ فِيْ ٱلْمَقَامِ : " أَيَتْرُكُ ٱلْخَلِيْلُ خَلِيْلَهُ؟ " فَقَالَ لَهُ جِبْرِيْلُ : هٰذَا مَقَامِيْ، وَلَوْ جَوَزْتُهُ ... لَأَحْرَقَنِيْ ٱلنُّوْرَ، فَقَالَ ﷺ لِجِبْرِيْلِ : " أَلَكَ حَاجَةٌ عِنْدَ رَبِّكَ؟ "، فَقَالَ لَهُ : سَلِ اللّٰهَ أَنْ يَأْذَنَ لِيْ أَنْ أَبْسَطَ جَنَاحِيْ عَلیٰ ٱلصِّرَاتِ لِأُمَّتِكَ حَتَّی تَجُوْزُ عَلَيْهِ، فَلَمَّا وَقَفَ ﷺ فِيْ مَقَامِ ٱلْخِطَابِ ... قَالَ اللّٰهُ تَعَالیٰ لَهُ : " أَيْنَ حَاجَةُ جِبْرِيْلَ يَامُحَمَّدَ؟ " فَقَالَ : " يَارَبِّ : أَنْتَ أَعْلَمُ " فَقَالَ : " قَدْ أَجَبْتُهُ، لِمَنْ أَحَبَّكَ وَصُحْبَكَ " ٱه.Diriwayatkan bahwa, ketika Baginda ﷺ melihat Jibril AS berhenti dan tidak ikut melanjutkan perjalanan, Beliau berkata " Apakah seorang Shahabat akan meninggalkan Shahabatnya? " Jibril menjawab : Ini adalah maqom saya, andaikata saya melewatinya niscaya saya akan terbakar oleh cahaya itu." Nabi lalu bertanya : " Apakah Anda mempunyai hajat kepada Tuhanmu? " Jibril menjawab : " Mohonkanlah kepada Allah agar Dia mengizinkan aku membentangkan kedua sayapku bagi ummatmu di atas Shirotol Mustaqim, supaya mereka bisa melintasinya dengan selamat."Setelah Baginda ﷺ berada dihadapan Allah ﷻ, maka Allah bertanya : " Hai Muhammad, mana permintaan Jibril?" Rosulullah ﷺ menjawab : " Oh Tuhanku, Panjenengan langkung pirso ", Allah ﷻ lalu berfirman : " Aku telah memperkenankan permintaannya, bagi orang yang mencintaimu dan shahabat-shahabatmu".Qissah tersebut cukup panjang bisa kita lihat pada Kitab " نُوْرُ ٱلظُّلَامِ " pada halaman 249-250 dan terjemahannya pada halaman 122.Mugi manfaat dan mohon maaf bila terdapat khilaf.والله الموفق إلی أقوم الطريق،الفقير إلی رحمةالله،Moch Turchan Amar,Sda, 04 Sya'ban 1447 H/23 Januari 2026 M.٭٭٭ ❉ ❉ ❉ ٭٭٭

Kamis, 30 Oktober 2025

🌻DO'A SHOLAT DHUHA 🌻


وَيَقْرَأُ بَعْدَ ٱلصَّلَاةِ هٰذَا
 ٱلدُّعآءِ : ٱلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِيْنَ : ٱللّٰهُمَّ صَلِّ عَلیٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلیٰ ٰٰٓالِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمِ، " يَآ اللّٰهُ يَاوَاحِدُ يَآأحَدُ يَاوَاجِدُ يَاجَوَّادُ، اَنْفَحْنَا مِنْكَ بِنَفْحَةٍ خَيْرٍ، ثَلَاثًا "، ثُمَّ يَقُوْلُ وَهُوَ رَافِعُ يَدَيْهِ " يَابَاسِطُ، عَشْرًا "، ثُمَّ يَضُمُّهُمَا وَيَقُوْلُ " أَبْسِطْ عَلَينَا ٱلْخَيْرَ وَٱلرِّزْقَ، وَوَفِقْنَا لِإِصَابَةِ ٱلصَّوَابِ وَٱلْحَقِّ، وَزَيِّنَّا بِالْإِخْلَاصِ وَٱلصِّدْقِ، وَأَعِذْنَا مِنْ شَرِّٱلْخَلْقِ، وَٱخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنیٰ فيْ لُطْفٍ وَعَافِيَةٍ. ٱللّٰهُمَّ إِنَّ ٱلضُّحَآءَ ضُحآءُكَ، وَٱلْبَهَآءَ بَهآءُكَ، وَٱلْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَٱلْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَٱلقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَٱلسُّلْطَانَ سُلْطَانُكَ، وَٱلْعُظْمَةَ عُظْمَتُكَ، وَٱلْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ، ٱللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ وَأَحْبَابِيْ وَٱلْمُسْلِمِيْنَ أَبَدًا فِيْ ٱلسَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فيْ ٱلْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، وَإِنْ كَانَ قَلِيْلًا فَكَثِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ مَعْدُوْمًا فَأَوْجِدْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فطَهِّرْهُ، بِحَقِّ ضُحَآئِكَ وَبَهَآئِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوِّتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَسُلْطَانِكَ وَعَظَمَتِكَ وَعِصْمَتِكَ، آللّٰهُمَّ آتِنَا فِيْ كُلِّ حِيْنٍ أَفْضَلُ مَآأَتَيْتَ أَوْ تُؤْتِيْ عِبَادَكَ ٱلصَّالِحِيْنَ فِيْ كُلِّ حِيْنٍ مَعَ ٱلْعَافِيَةِ ٱلتَّامَّةِ فِيْ ٱلدَّارِيْنِ ". ٱنْتَهیٰ مِنْ " جَوَهِرِ ٱلْجَوَاهِرِ مِنْ دَعَوَاتِ ٱلْأَكَابرِ " لِلسَّيِّدِ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللّٰهِ ٱلْهَدَّارِ رَحِمَهُ اللّهُ.
Setelah sholat Dhuha membaca do'a :
" Sedoyo Puji namung kagunganipun Gusti Allah ﷻ engkang kagungan Alam semesta, " Duh Ya Allah, mugi-mugi Rahmat lan keselametan tetep njenengan aturake dumateng Gusti kita Nabi Muhammad ﷺ lan sedoyo keluarganipun lan sedoyo poro Shahabat, " Ya Allah Dzat Engkang Tunggal Tanpo wilangan Ya Allah Dzat engkang Tinemu lan Dzat Engkang Moho Loman, kulo nyuwun dateng panjenengan siliran engkang bagus diwaos kaping tigo ", lajeng matur sambil ngangkat asto kaleh sembari matur " Duh Dzat Engkang Moho Luas diwaos kaping 10, lajeng menggenggamkan kedua tangan lajeng matur " Luaskan dateng kito rizqi engkang bagus, dan temukan dateng kito pinten-pinten kebenaran, dan berikan kepada kami keikhlasan dan kebenaran sebagai hiasan hidup kami, dan lindungi kami dari kejelekan makhluq, dan berikan kepada kami akhir hayat kami dengan Husnul Khotimah yang lembut tur sehat.
Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha puniko kagungan panjenengan, sifat elok puniko namung kagungan panjengan, lan keindahan puniko namung kagungan panjengan, lan sedoyo kekuatan puniko kagungan panjenengan, lan sedoyo kekuasaan puniko namung njenengan engkang kagungan, sedoyo kerajaan puniko namung njenengan engkang kagungan, sedoyo keagungan nggih namung njenengan engkang kagungan, sedoyo pangereksan ugi kagungan panjenengan. 
Ya Allah, bilih rizqi kulo lan pinten-penten kekasih kulo lan sederek Muslim bilih taksih teng langit panjenengan turunane sak lawase lawas, bilih taksih teng lebete bumi njenengan dalaken, bilih taksih tebih njenengan parekake, bilih taksih kedik njenengan kathahake, bilih taksih samar njenengan wujudake, bilih taksih harom njenengan suciake, berkah waktub Dhuha njenengan lan sifat edi njenengan lan sifat indah njenengan lan demi kekuatan panjengan lan demi kemaha-kekuasaan panjenengan lan demi kemaha rajaan njenengan lan demi keagungan panjengan serta kemaha reksaan panjenengan. 
Ya Allah, berilah kepada kami pada setiap saat lebih utama dari apa yang perna engkau berikan sebagaiman yang Engkau berikan kepada Hambah Panjenengan yang Sholeh agar kelak kami bisa menikmati hidup didunia dan akhirat dalam keadaan sehat secara sempurna ".

Dikutib dari Kitab Jawahirul Jawahir dari kumpulan beberapa Do'a yang ditulis oleh Sayyid Muhammad bin Abdillah Haddar Rahimahullah.
Mugi manfaat mohon maaf bila terdapat khilaf.
والله ٱلموفق إلی أقوم ٱلطريق،
الفقير إلی رحمة الله،
Moch Turchan Amar,
Sidoarjo, 09 Jumadil Ula 1447 H/31 Oktober 2025 M.
٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭
Kami kutib dari catatan kaki kitab fiqih " تقريرات ٱلسديدة " halaman 284.

Kamis, 23 Oktober 2025

🌻 KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA 🌻


ٱلثَّانِيَةُ : صَلَاةُ ٱلضُّحیٰ : وَتُسَمّیٰ صَلَاةُ ٱلْأَوَابِيْنَ.

- فَضْلُهَا : وَرَدَ فِيْهَا ٱلْكَثِيْرُ مِنَ ٱلْأَحَادِيْثَ، مِنْهَا : " مَنْ حَافَظَ عَلیٰ شُفْعَةِ ٱلضُّحیٰ غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ ٱلْبَحْرِ ". ٢ وَ" مَنْ صَلّیٰ ٱلضُّحیٰ رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُكْتَبْ مِنَ ٱلْغَافِلِيْنَ " ٢ وَ " لَايُحَافِظُ عَلیٰ صَلَاةِ ٱلضُّحیٰ إِلَّا أَوَّابُ " ٣، وَفيْ حَدِيْثِ ٱلْقُدُسِيِّ : " إِبنَ آدَمَ، صِلِّ لِيْ مِنْ أَوَّلِ ٱلنَّهَارِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ آخِرَهُ " ٤، وَ : يُصْبِحُ عَلیٰ كُلِّ سُلَامیٰ مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ ٱلْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ عَنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ ٱلضُّحیٰ " ٥.

Sholat Dhuha, disebut juga sholat Al-Awwabin.

Banyak hadits yang menjelaskan tentang keutamaan sholat dhuha, diantaranya adalah Sabda Nabi Muhammad ﷺ : " Bagi siapapun yang menjaga sholat Dhuha, maka akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak busa di lautan." " Bagi siapapun yang melakukan sholat dua rokaat maka tidak akan ditulis dalam golongan orang-orang yang lupa." " Tidak akan menjaga sholat Dhuha kecuali orang yang kembali kepada Allah ".

Dalam sebuah Hadits Qudsi disebutkan " Wahai Anak Adam, sholatlah empat rokaat padaku pada awal siang, niscaya aku akan mencukupi dirimu di akhir siang ". Dan setiap anggota badan itu bisa melakukan sedekah, memerintah kebagusan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan sudah dianggap cukup dari itu semua adalah dua rokaat sholst dhuha".

- وَقْتُهَا مِنِ ٱرْتِفَاعِ ٱلشَّمْسِ قَدْرَ رُمْحٍ إلیٰ ٱلزَّوَالِ.

- عَدَدُرَكَعَاتِهَا : أَقَلُهَا : رَكْعَتَانِ، وَأَكْثَرُهَا وَأَفْضَلُهَا : ثَمَانٌ ٦

- وَالْأَفْضَلُ فِيْهَا أنْ يُسَلِّمَ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ.

▶ Waktu sholat Dhuha :

Waktu sholat mulai dari naiknya Matahari seukuran satu tumbak sampai tergelincirnya Matahari.


▶ Jumlah Rokaat sholat Dhuha,

Minimal sholat Dhuha adalah dua rokaat. Yang paling maksimal dan utama adalah delapan rokaat. Yang paling utama dalam melaksanakan sholat Dhuha adalah melakukan salam setiap dua rokaat.

وَيَقْرَأُ فِيْهِمَا مَاشَآءَ، وَٱلْأَفْضَلُ سُوْرَتَا : ٱلشَّمْسِ وَٱلضُّحیٰ، أوِ ٱلْكَافِرُوْنَ وَٱلْإِخْلَاص ١

Saat melakukan sholat Dhuha sunnah membaca sutat apapun, yang lebih utama adalah membaca dua surat as-Syamsi dan ad-Dhuha atau surat al-Kafirun dan surat al- Ikhlash.

Mugi manfaat dan mohon maaf bila terdapat khilaf, kami nuqil dari kitab Fiqih " تَقْرِيْرَاتُ ٱلسَّدِيْدَةْ " Tentang Sholat Dhuha, halaman 283-284

والله ٱلموفق إلی أقوم ٱلطريق،

ٱلفقير إلی رحمة اللـــه،

Moch Turchan Amar,

Masjid Al-Ikhlas Sidoarjo, 02 Jumadil Ula 1447H / 24 Oktober 2025M

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭


https://www.youtube.com/watch?v=Ymy7ZxZowuw

Kamis, 16 Oktober 2025

🔱PERMASALAHAN ISTIKHLAF 🔱


( Menggantikan posisi Imam Sholat ).
مَسْأَلَةُ ٱلْإِسْتِخْلَافِ،
وَهِيَ : إِذَا خَرَجَ ٱلْإِمَامُ مِنَ ٱلصَّلاَةِ ١- فَيَجُوْزُ أَنْ يَسْتَخْلِفَ رَجُلًا أَنْ يُتِمُّ صَلَاتَهُ، وَيُسَمّیٰ خَلِيْفَةً، وَلَهُ حَالَتَانِ : تَارَةً يَكُوْنُ فِيْ ٱلْجُمُعَةِ وَتَارَةً يَكُوْنُ فِيْ غَيْرِهَا. 
 أَوَّلًا : ٱلْإِسْتِخلَافُ فِيْ ٱلْجُمُعَةِ : عَلیٰ ثَلَاثَةِ أَنْوَاعٍ.
١) ٱلْإِسْتِخْلَافُ فِيْ ٱلْخُطْبَةِ : يَصِحُّ، وَيُسْتَرَطُ فِيْ ٱلْخَلِيْفَةِ أَنْ يَكُونَ قَدْ سَمِعَ مَا مَضٰی مِنَ ٱلْأَرْكَانِ.
٢). ٱلْإِسْتِخْلَافُ بَيْنَ ٱلْخُطْبَةِ وَٱلصَّلَاةِ، يَصِحُّ بِشَرْطِ سِمَاعِ ٱلْخَلِيْفَةِ جَمِيْعِ ٱلْأَرْكَانِ.
٣) ٱلْإِسْتِخْلَافُ فُيْ ٱلصَّلاَةِ، وَلِلْخَلِيْفَةِ أرْبَعُ حَالَاتٍ :

Permasalahan istikhlaf adalah permasalahan ketika imam keluar di pertengahan sholat, maka diperbolehkan untuk menyuru seseorang menggantikannya agar menyempurnakan sholat imam sebagai pemimpim sholat, dan orang ini disebut kholifah.
Dalam hal ini ada dua keadaan, yaitu saat sholat jum'at dan selain sholat jum'at.
💠 Pertama, istikhlaf dalam sholat jum'at ada tiga macam :
1. Istikhlaf khutbah. Hukum istikhlaf ini shah dengan syarat yang mengganti adalah orang yang mendengar seluruh rukun khutbah yang telah disampaikan.
2. Istikhlaf diantara khutbah dan sholat. Hukum istikhlaf ini shah dengan syarat khalifah telah mendengar seluruh rukun khutbah.
3. Istikhlaf dalam Shalat. Dalam hal ini keadaan khalifah ada Empat :

١ - أَنْ يَكُوْنَ قَبْلَ إِقْتِدَاءِ ٱلْخَلِيّفَةِ بِالْإِمَامِ، فَيَمْتَنِعُ ٱلْإِسْتِخْلَافُ مُطْلَقًا -٢-
٢ - أَنْ يَكُوْنَ بَعْدَ إقْتِدَائِهِ فِيْ قِيَامِ ٱلرَّكْعَةِ ٱلْأُوْلٰی أَوْ فِيْ رَكُوعِهَا، فَيَصِحُّ ٱلْإِسْتِخْلَافُ لَهُ ٱلْجُمُعَةُ وَلِلْقَوْمِ ٱلْمُصَلِّيْنَ. -٣-
٣ - أَنْ يَكُوْنَ بَعْدَ ٱقْتِدَائِهِ، وَبَعْدَ رُكُوْعِ ٱلرَّكْعَةِ ٱلْأوْلیٰ وَلَوْ فِيْ إعْتِدَالِهَا : فَيَحْرُمُ عَليْهِ -١-
٤ - أَنْ يَقَعَ بَعْدَ أَنْ أَدْرَكَ رُكُوْعَ ٱلرَّكْعَةِ آلثَّانِيَةِ وَسَجْدَتِيْهَا، فَإُسْتَخْلَفَهُ فُي ٱلتَّشَهُّدِ : فَعِنْدَ إِبْنِ حَجَرٍ : لَا يُدْرِكُ ٱلْجُمُعَةَ بَلْ يُتِمُّهَا ظُهْرًا.
وَعِنْدَ الرَّمْليِّ وَٱلخَطِيْبِ وَشَيْخِ ٱلْإِسْلَامِ : يُدْرِكُهَا، فَيَأْتِيْ بِرَكْعَةٍ.

a. Istikhlaf sebelum khalifah bermakmum pada imam. Dalam hal ini tidak diperbolehkan istikhlaf secara mutlaq.
b. Istikhlaf setelah khalifah bermakmum kepada imam dan setelah ruku' pada rokaat pertama. Dalam hal ini hukum istikhlaf shah dan ia beserta jama'ah yang lain mendapatkan sholat jum'at.
c. Istikhlaf setelah khalifah bermakmum kepada imam dan setelah ruku' pada rokaat pertama meskipun saat i'tidal. Maka istikhlaf bagi khalifah hukumnya haram. Karena dirinya akan kehilangan sholat jum'at.
d. Istikhlaf dilakukan khalifah setelah ia menemukan ruku' kedua dan dujud kedua dari rokaat kedua sehingga ia hanya menjadi khalifah saat tasyahhud, maka menurut Ibnu Hajar, khalifah tidak menemukan sholat jum'at bahkan ia wajib menyempurnakan sholat dhuhur. Sedangkan menurut ar-Ramli, al-Khatib dan Syaekhul-Islam, khalifah tersebut mendapat sholat jum'at sehingga ia hanya wajib menambah satu rokaat.

ثَانيًا : ٱلْإِسْتِخْلَافُ فِيْ غَيْرِ ٱلْجُمُعَةِ : لَهُ حَالَتَانِ :
٢). أنْ يَسْتَخْلِفَ بَعْدَ حَدَثِ ٱلْإِمَامِ : فِيْهِ تَفْصِيْلِ :
- إنْ لَمْ يُخَالِفِ ٱلْخَلِيْفَةُ ٱلْإِمَامَ فِيْ تَرْتِيْبِ صَلاَتِهِ كَالرَّكَعَةِ - ٱلْأُوْلٰی أوِٱلثَّالُثَةِ فِي الرُّبَاعِيَةِ - فَيَجُوْزُ، سَوَاءٌ أَجَدَّدَ ٱلْمَأْمُوْنَ نِيَّةَ ٱلْقَدْوَةِ أَمْ لَا.
- وَإنْ خَالَفَ ٱلخَلِيْفَةُ ٱلْإِمَامِ فِيْ تَرْتِيْبِ صَلَاتِهِ - كَالثَّانُيْةِ أو ٱلرَّابِعَةِ أوْ ثَالِثَةِ ٱلْمَغْرِبِ - فَيَجُوزُ إِنْ جَدَّدَ ٱلْمَأمُوْمُوْنَ نِيَّةَ ٱلْقَدْوَةَ، وَإلَّا فَلَا يَجُوْزُ.
٢). أنْ يَقْتَدِيَ ٱلْخَلِيْفَةُ بِالْإِمَامِ قَبْلَ حَدَثِهِ : فَيَجُوْزُ مُطْلَقًا.
وَإِنَّمَا يََجُوْزُ ٱلْإِسْتِخْلَافُ إِذَا لَمْ يَنْفَرِدِ ٱلْمَأْمُوْنَ بِرُكْنٍ وَلَوْ قَوْلِيًّا، وَإِلَّا إمْتَنَعَ فِيْ ٱلْجُمُعَةِ مُطْلَقْا وَفِيْ غَيْرِهَا بِغَيْرِ نِيَةِ ٱقْتِدَآءٍ.

💠 Ke dua, istikhlaf di selain sholat jum'at ada dua keadaan :
1. Istikhlaf dilakukan setelah Imam hadats dan dilalukan oleh orang yang belum bermakmum pada imam. 
Dalam hal ini terdapat perincian :
a. Jika runtutan sholat khalifah tidak berbeda dengan runtutan sholat imam seperti rokaat pertama atau rokaat kedua dalam Ruba'iyah (sholat empat rokaat), maka hukum istikhlaf ini diperbolehkan, baik makmum yang lain memperbaruhi niat bermakmumnya atau tidak.
b. Jika runtutan sholat khalifah berbeda dengan runtutan sholat imam seperti rokaat kedua, keempat atau rokaat ketiganya sholat maghrib, maka diperbolehkan jika makmum yang lain memperbaruhi niat makmumnya. Jika tidak, maka hukum istikhlaf ini tidak diperbolehkan.
2. Khalifah telah menjadi makmum imam sebelum hadats, maka hukum istikhlaf dalam hal ini diperbolehkan secara mutlaq.
Istikhlaf hanya diperbolehkan jika makmum belum sempat melakukan satu rukun dengan sendiri-sendiri meskipun berupa rukun ucapan ( qauliyah ). Jika tidak demikian, maka tidak diperbolehkan istikhlaf secara mutlaq didalam sholat jum'at, sedangkan dalam selain sholat jum'at hukumnya tidak diperbolehkan tanpa niat bermakmum.
Mugi manfaat, mohon maaf bila terdapat kesalahan.
Kami nuqil dari kitab Fiqih " تقريرات ٱلسديدة " pada Bab Menggantikan Posisi Imam dalam Sholat, halaman 340-341.

وٱلله ٱلموفق إلی أقوم ٱلطريق،
ٱلفقير إلی رحمة الله،

Moch Turchan Amar,
Sidoarjo Masjid Al-Ikhlas, 24 Robiul Akhir 1447 H/17 Oktober 2025 M.

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

Kamis, 09 Oktober 2025

🍀PERMASALAHAN TENTANG SHOLAT JUM'AT 🍀١ - إِدْرَاكُ ٱلْجُمْعَةِ

: إِذَا أَدْرَكَ رَكْعَةً مَعَ ٱلْإِمَامِ أَدْرَكَ ٱلْجُمْعَةِ "١" وَيُدْرِكُهَا كَذَلِكَ إِذَا أَدْرَكَ مَعَ مَسْبُوْقٍ رَكْعَةً عِنْدَ إِبْنِ حَجَرٍ، خِلَافًا لِلرَّمْلِيِّ،
كَمَاقَالَ صَاحِبُ " صَفْوَةَ ٱلزُّبَدِ " :
............ # وَجُمْعَةٌ يُدْرِكُهَا بِرَكْعَةٍ.

1. Menemukan sholat jum'at. Makmum yang bisa bersama dengan imam dalam satu rokaat, maka ia mendapatkan sholat jum'at. Menurut Ibnu Hajar, jika makmum masbuq, maka ia bisa mendapatkan jum'at dengan melakukan ruku' bersama imam, berbeda dengan pendapat Imam Ramli. Sebagaimana yang diungkapkan penyusun " Shofwatu az-Zibad "
............# Sholat jum'at bisa didapat dengan melakukan satu rokaat bersama imam ".
٢ - ٱلْمَسْبُوْقُ ٱلّذِيْ لَمْ يُدْرِكْ رُكُوْعَ ٱلرَّكْعَةَ ٱلثَّانِيَّةِ : يَنْوِي ٱلْجُمْعَةَ "٢" وَيُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ ظُهْرًا، وَهٰذَا مَعْنیٰ قَوْلِ بَعْضِهِمْ : " لَنَا شَخْصٌ صَلَّیٰ وَلَانَویٰ، وَنَویٰ وَلَا صَلَّیٰ " 

2. Makmum masbuq yang tidak dapat melakukan ruku' pada rokaat keduanya imam, maka hukumnya wajib niat melaksanakan sholat jum'at namun melakukan empat rokaat, dan ini adalah makna dari ungkapan sebagian Ulama' : " Ada seorang yang melaksanakan sholat tapi dia tidak niat, dan melakukan niat tapi dia tidak sholat".
٣ - حُكْمُ ٱلْإِسْتِغَالِ عَنْ صَلَاةِ ٱلْجُمْعَةِ بَعْدَ ٱلأَذَانِ ٱلثَّانِيْ : يَحْرُمُ ٱلْإِسْتِغَالُ عَنْهَا بَيْعٍ أَوْنَحْوِهِ "٣"، وَيُكْرَهُ إِنْ كَانَ بَعْدَ ٱلزَّوَالِ وَقَبْلَ أَذَانِ ٱلثَّانِي،

3. Hukum menyibukkan diri dengan selain yang terkat dengan sholat jum'at setelah adzan kedua. Haram menyibukkan diri dengan melakukan jual beli dan atau sejenisnya. Dan hukumnya makruh melakukan hal diatas setelah masuk waktu Dhuhur dan sebelum adzan kedua.
٤ - حُكْمُ ٱلسَّفَرِ يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ : يَحْرُمُ ٱلسَّفَرُ إِذَا تَيَقَّنَ أَوْغَلَبَ عَلیٰ ظَنِّهِ أَنَّهُ لَايَدْرِكُ ٱلْجُمُعَةَ فِيْ مَقْصِدِهِ أَوْفِيْ طَرِيْقَهِ، وَإِلَّا فَيَجُوْزُ. 

4. Hukum bepergian di hari jum'at. Haram bepergian di hari jum'at jika yakin atau punya dugaan kuat tidak akan bisa melaksanakan sholat jum'at ditempat tujuan atau di tengah perjalanan. Jika tidak demikian, maka hukumnya diperbolehkan.
Megi manfaat dan mohon maaf bila terdapat kekhilafan.
Kami nuqil dari kitab Fiqih " تَقْرِيْرَاتُ ٱلسَّدِيْدَةُ " pada bab permasalahan sholat jum'at halaman 339.
واللّٰهُ ٱلْموفق إلی أقوم ٱلطريق،
ٱلفقير إلی رب ٱلجليل،
Moch Turchan Amar, 
Al-Ikhlas Sidoarjo, 17 Robiul Akhir 1447 H/10 Oktober 2025 M.

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

Kamis, 02 Oktober 2025

👑 KESUNNAHAN KHUSUS BAGI KHOTIB DAN IMAM JUM'AT 👑

👑 KESUNNAHAN KHUSUS BAGI KHOTIB DAN IMAM JUM'AT 👑

ٱلسُّنَنُ آلْمُخْتَصَةُ بِالْخَطِيْبِ وَٱلْإِمَامِ :
١ - أنْ تَكُوْنَ ٱلْخُطْبَةُ عَلیٰ آلْمِنْبَرِ أَوْعَلیٰ مُرْتَفِعٍ، ٣-
٢ - أَنْ يُسَلِّمَ عِنْدَ دُخُوْلِهِ وَعِنْدَ ٱلْمِنْبَرِ قَبْلَ صُعُوْدِهِ ٤-
٣ - أَنْ يُقّبِلَ عَلیٰ ٱلمُصَلِّيْنَ ٥- بَعْدَ صُعُوْدِهِ، وَيُسَلِّمُ عَلَيّهِمْ،
٤ - أَنْ يَجْلِسَ حَالَةَ ٱلْأٰذَانِ،
٥ - أَنْ يُبَادِرَ إلیٰ ٱلْخُطْبَةِ بَعْدَ فِرَاغِ ٱلْأٰذَانِ،
٦ - أَنْ يُرَتِّبَ بَيْنَ ٱلْأَرْكَانِ ٱلْخُطْبَةِ،
٧ - أَنْ تَكُوْنَ ٱلْخُطْبَةُ بَلِيْغَةً ١- مَفْهُوْمَةً ٢- قَصِيْرَةً ٣-،
٨ - أَنْ لَايَلْتَفِتَ يَمِيْنًا وَلَا شِمَالًا أثْنَآءَهَا،
٩ - أنْ يَعْتَمِدَ بِيَسَارِهِ عَلیٰ سَيْفٍ أوْ عَصًا أوْنَحْوِهِمَا،
١٠ - أَنْ يَعْتَمِدَ بِيَمِيْنِهِ عَلیٰ ٱلْمِنْبَرِ،

1. Melaksanakan khutbah jum'at diatas mimbar atau tempat yang tinggi.
2. Mengucapkan salam saat masuk masjid dan ketika hendak naik mimbar.
3. Menghadap para jama'ah dan mengucapkan salam pada mereka setelah naik mimbar.
4. Duduk ketika adzan dikumandangkan.
5. Segera membaca khutbah setelah adzan selesai.
6. Membaca rukun-rukun khutbah dengan tertib.
7. Membaca khutbah dengan fasih, dapat difahami dan ringkas dan padat.
8. Tidak menoleh kekanan dan kekiri saat khutbah.
9. Memegang Pedang, tongkat, atau sejenisnya dengan tangan kiri.
10. Berpegang ke mimbar dengan tangan kanan.

١١ - أَنْ يَكُوْنَ جُلُوْسُهُ بَيْنَ ٱلْخُطْبَتَيْنِ بقَدْرِ سُوْرَةِ ٱلْإِخْلَاصِ،
١٢ - أَنْ يَتَيَامَنَ فِيْ ٱلْمِنْبَرِ ٱلْوَاسِعِ،
١٣ - أَنْ يَخْتِمَ ٱلْخُطْبَةَ ٱلثَّانِيَةَ بَقَوْلِهِ " أَسْتَغْفِرُ ٱللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ ".
١٤ - أَنْ لَا يُشِيْرَ بَيَدِهِ إِلَّالِحَاجَةٍ، فَيُشِيْرُ بِالشَّبَابَةِ،
١٥ - أنْ لَايَدُقَّ دَرَجَةَ ٱلْمِنْبَرِ بِرِجْلِهِ أَوْ عَصَاهُ،
١٦ - عَدَمُ ٱلْإِسْرَاعِ فِيْ ٱلثَّانِيَةِ،
١٧ - قِرَآءَةُ سُوْرَةِ " قٓ " بَعْدَ قِرَآءَةِ ٱلْأٓيَةِ.
١٨ - أَنْ يُبَادِرَ ٱلْمُؤَذِّنُ فِيْ ٱلْإِقَامَةِ بَعْدَ ٱلْفِرَاغِ مِنَ ٱلْخُطْبَةِ مُبَاشِرَةِ،
١٩ - أَنْ يُبَادِرَ ٱلْإِمَامُ بَعْدَ ٱلْخُطْبَةِ إلیٰ ٱلصَّلَاةِ.
٢٠ - أَنْ يَقْرَأَ فِيْ ٱلصَّلَاةِ جَهْرًا سُوْرَتَيْ ٱلْجُمْعَةِ وَٱلْمُنَافِقِيْنَ، أَوِ ٱلْأَعْلیٰ وَٱلْغَاشِيَةِ ٤-.

11. Duduk diantara dua khutbah selama waktu yang cukup untuk membaca surat ألْإِخْلَاصْ
12. Berada di mimbar sebelah kanan jika mimbarnya lebar.
13. Mengakhiri khutbah kedua dengan ucapan " أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ " Aku meminta kepada Allah untuk diriku dan kalian ".
14. Tidak memberi isyarat dengan tangan tanpa ada hajat. Dan bila ada hajat, maka cukup memberi isyarat dengan jari telunjuk.
15. Tidak menggedor tangga mimbar dengan kaki atau tongkatnya.
16. Tidak tergesa-gesa pada khutbah kedua.
17. Membaca surat " قٓ " setelah membaca ayat.
18. Mu'adzin langsung segera iqomah setelah khotib selesai dari khutbah kedua.
19. Imam segera sholat setelah khutbah.
20. Sa'at sholat, membaca surat al-Jum'at dan al-Munafiqin, atau surat al-A'la dan al-Ghosyiyah dengan suara keras.
Mekaten mugi manfaat, mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari kitab Fiqih " تقريرات ٱلسديدة " pada Bab Khusus Sunnahnya Khotib Jum'at halaman 337-338.

والله ٱلموفق إلی أقوم ٱلطريق،
ٱلفقير إلی رحمة اللّه،

Moch Turchan Amar,
Sidoarjo, masjid Al-Ikhlas, 11 Robiul-Akhir 1447 H/03 Oktober 2025 M.

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

Kamis, 25 September 2025

TENTANG KESUNNAHAN HARI JUM'AT

 MASIH TENTANG KESUNNAHAN HARI JUM'AT.

١٤ - أنْ يَزِيْدَ بَعْدَ ٱلْخُرُوْجِ مِنَ ٱلْمَسْجِدِ : " ٱللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَجِبْتُ دَعْوَتَكَ، وَحَضَرْتُ جُمْعَتَكَ،وَصَلَّيْتُ فَرِيْضَتَكَ، وَٱنْتَشَرْتُ كَمَاأَمَرْتَنِيْ، فَارْزُقْنِيْ مِنْ وَاسِعِ فَضْلِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ ٱلرَّازِقِيْنَ ".

١٥ - تَحْرِيُّ جَمَاعَةِ فَجْرِ ٱلْجُمُعَةِ. 

١٦ - زِيَارَةُ ٱلقُبُوْرِ وَخُصُوْصًا ٱلْوَالِدِيْنِ.

١٧ - صَلَاةُ ٱلتَّسْبِيْحِ : لِمَا فِيْهَا مِنَ ٱلْأَجْرِ ٱلْكَبِيْرِ ٱللَّائِقِ بِعِمَارَةِ يَوْمِ ٱلْجُمْعَةِ.

١٨ - عَدَمُ تَخَطِّيْ ٱلرِّقَابِ١-

١٩ - ٱلْمَشْيُ إِلَيْهَا مَعَ ٱلسَّكِيْنَةِ وَٱلْوَقَارِ ٢-.

14. Saat keluar masjid sunnah membaca do'a tersebut, yan artinya :

"  Ya Allah, sesungghnya aku telah memenuhi panggilan-Mu, menghadiri jum'atanMu, melaksanakan kuwajibanMu dan aku pulang sebagaimana yang telah Engkau perintahkan padaku, maka berikanlah rizqi padaku dari keluasan anugerahMu, dan Engkau adalah Tuhan pemberi rizqi yang terbaik ".

15. Berusaha melaksanakan sholat shubuh berjama'ah di hari jum'at.

16. Ziarah qubur, terutama quburan kedua orang tua.

17. Melaksanakan sholat tasbih, karena pahalanya yang begitu besar sehingga layak untuk meramaikan hari jum'at dengan melaksanakannya.

18. Berusaha tidak melangkahi pundak orang lain dalam masjid.

19. Berjalan menuju masjid dengan tenang dan santai.

Khusus Tata-cara Sholat Tasbih terkait dengan butir no 17.👇

[19.43, 25/9/2025] Turhan Ust Wba: MASIH TENTANG KESUNNAHAN HARI JUM'AT.

١٤ - أنْ يَزِيْدَ بَعْدَ ٱلْخُرُوْجِ مِنَ ٱلْمَسْجِدِ : " ٱللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَجِبْتُ دَعْوَتَكَ، وَحَضَرْتُ جُمْعَتَكَ،وَصَلَّيْتُ فَرِيْضَتَكَ، وَٱنْتَشَرْتُ كَمَاأَمَرْتَنِيْ، فَارْزُقْنِيْ مِنْ وَاسِعِ فَضْلِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ ٱلرَّازِقِيْنَ ".

١٥ - تَحْرِيُّ جَمَاعَةِ فَجْرِ ٱلْجُمُعَةِ. 

١٦ - زِيَارَةُ ٱلقُبُوْرِ وَخُصُوْصًا ٱلْوَالِدِيْنِ.

١٧ - صَلَاةُ ٱلتَّسْبِيْحِ : لِمَا فِيْهَا مِنَ ٱلْأَجْرِ ٱلْكَبِيْرِ ٱللَّائِقِ بِعِمَارَةِ يَوْمِ ٱلْجُمْعَةِ.

١٨ - عَدَمُ تَخَطِّيْ ٱلرِّقَابِ١-

١٩ - ٱلْمَشْيُ إِلَيْهَا مَعَ ٱلسَّكِيْنَةِ وَٱلْوَقَارِ ٢-.

14. Saat keluar masjid sunnah membaca do'a tersebut, yan artinya :

"  Ya Allah, sesungghnya aku telah memenuhi panggilan-Mu, menghadiri jum'atanMu, melaksanakan kuwajibanMu dan aku pulang sebagaimana yang telah Engkau perintahkan padaku, maka berikanlah rizqi padaku dari keluasan anugerahMu, dan Engkau adalah Tuhan pemberi rizqi yang terbaik ".

15. Berusaha melaksanakan sholat shubuh berjama'ah di hari jum'at.

16. Ziarah qubur, terutama quburan kedua orang tua.

17. Melaksanakan sholat tasbih, karena pahalanya yang begitu besar sehingga layak untuk meramaikan hari jum'at dengan melaksanakannya.

18. Berusaha tidak melangkahi pundak orang lain dalam masjid.

19. Berjalan menuju masjid dengan tenang dan santai.


Khusus Tata-cara Sholat Tasbih terkait dengan butir no 17.👇

💿 FASAL MENYEBUTKAN TENTANG KEUTAMAAN SHOLAT TASBIH 💿

.....قال : حدثني عكرمة عن إبن عباس رضي الله عنهما قال : إن رسول الله ﷺ قال للعباس بن عبد المطلب رضي الله عنه : "( ياعباس ياعماه ألآ أعطيك ألا أمنحك ألاأحبوك، ألا أجعل لك عشر خصال إذا أنت فعلت ذلك غفر الله لك ذنبك أوله وآخره، قدميه وحديثه، خطأه وعمده، صغيره وكبيره، سره وعلانيته؟ أن تصلّي أربع ركعات تقرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب وسورة، فإذا فرغت من القرأءة في أوّل ركعة وأنت قآئمٌ قلتَ : سبحان الله، والحمد للّٰه، ولآ إله إلّا اللهُ، واللّٰه أكبر، خمس عشرة مرة، ثم تركع فتقولها وأنت راكعٌ عشرًا، ثم ترفع رأسك من الركوع فتقولها عشرًا، ثم تهوٰی ساجدًا فتقولها عشرًا، ثم ترفع رأسك من السجود فتقولها عشرًا، ثم تسجد فتقولها عشرًا، ثم ترفع رأسك فتقولها عشرًا، فذلك خمس وسبعون تسبيحا في كل ركعة، تفعل ذلك في أربع ركعات، فإن إستطعت أن تصلّيها في كل يوم مرة فافعل، فإن لم تفعل  ففي كل جمعة مرة، فإن لم تفعل ففي كل شهر مرة، فإن لم تفعل ففي كل سنة مرة، فإن لم تفعل ففي عمرك مرة ) ٢- أبو داود (١٢٩٧)، وإبن ماجه (١٣٨٧)، والبيهقي ٣/٥١.

Telah ngendiko Syaikh Abdul Qadir Al-Jailany yang disanadkan oleh beberapa Musnad yang cukup panjang...: Telah menceritakan kepada kami Shahabat Ikrimah RA dari Abdullah bin Abbas RA ngindiko : Sesungguhnya Rosulullah ﷺ bersabda kepada Sayyidina Abbas bin Abdul Muttholib RA : ( Ya Abbas Duh Pamanku, Ketahuilah Aku akan berikan kepada Panjengan, bentuk amalan yang kurang berkenan dan bentuk amalan yang membuat anda senang,

 Ingat jika Anda mengamalkan sepuluh bentuk pekerti tersebut Allahﷻ akan mengampuni dosa Anda baik yang awal maupun yang akhir, dosa yang sudah lampau maupun dosa yang masih baru, dosa yang sengaja maupun tidak sengaja, dosa kecil maupun dosa besar, baik yang tersembunyi maupun yang secara terang-terangan.

Caranya gampang :

- Kerjakan sholat empat rokaat, silahkan baca di setiap rakaat suratul-fatihah dan surat lainnya.

- Jika anda selesai membaca surat pada awal rokaat dalam posisi berdiri hendaklah membaca;

- سُبْحَانَ اللّٰهُ، وَالْحَمْدُلِلّٰهِ، وَلَآإِلٰهَ إلَّااللّٰهُ، وَاللّٰهُ أَكْبَرُ.

- sebanyak 15 kali.

- Kemudian lakukan Ruku' silahkan baca Tasbih tersebut sebanyak 10 kali.

- Kemudian lakukan 'itidal dengan membaca Tasbih tersebut 10 kali.

- Kemudian teruskan dengan sujud dan bacalah tasbih tersebut 10 kali.

- Kemudian lakukan duduk antara dua sujud tetap membaca 10 kali tasbih.

- Kemudian lakukan sujud dengan membaca tasbih tersebut 10 kali.

- Kemudian silahkan angkat kepala Anda dengan tetap membaca Tasbih 10 kali.

- Jumlah Tasbih yang telah Anda baca disetiap rokaat tersebut menjadi 75 Tasbih.

- Kerjakan 4 Rokaat x 75 = 300 bacaan Tasbih.

- Jika Anda bisa mengamalkan hal tersebut setiap hari satu kali silahkan.

- Atau jika mampunya setiap jum'at sekali ya silahkan.

- Atau dalam satu bulan sekali nggih monggo.

- Dan atau Anda mampunya setahun sekali nggih monggo.

- Dan atau mampunya seumur sekali nggih monggo.

Keterangan tersebut termaktub dalam Sunan Abu Dawud nomor hadits 1297, dan sunan Ibnu Majah hadits no. 1387 dan Sunan Baihaqi juz 3 halaman 51.


وفي لفظ آخر " يقرأ في الركعة الأولی بفاتحة الكتاب و ( سبح اسم ربك الأعلی....) وفي الثانية بفاتحة الكتاب و ( إذا زلزلت .....)، وفي الثالثة بفاتحة الكتاب و(قل يآأيّها الكافرون... ) ، وفي الرابعة بفاتحة الكتاب و (قل هو الله أحد ....).

Dalam Versi lain, dianjurkan untuk bacaannya sbb :

- Rokaat pertama membaca Surat al-Fatihah dan surat الأعلیٰ,

- Rokaat kedua baca surat al-Fatihah dan surat زلزلت,

- Rokaat ketiga membaca surat al-Fatihah dan surat الكافرون,

- Rokaat keempat membaca surat al-Fatihah dan surat ألإخلاص.

Mekaten mugi manfaat mohon maaf bila terdapat khilaf.

Kami nuqil dari kitab 

- Fiqih "تقريرات ٱلسديدة "  Bab Kesunnahan Jum'at halaman 336-337

- " ٱلغنية " للشيخ عبد ٱلقادر إبن أبي صالح ٱلجيلاني 

Halaman 244-245

والله الموفق إلی أقوم الطريق،

الفقير إلی رحمة الله.

Moch Turchan Amar,

Sidoarjo, 02 Robiul Akhir 1447H /26 September 2025M.

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

Selasa, 23 September 2025

Warna-Warna yang Tidak diSukai Nabi Muhammad ﷺ

Nabi Muhammad ﷺ adalah teladan dalam segala aspek, termasuk dalam hal selera dan preferensi yang selalu selaras dengan ajaran Islam.

Merujuk pada hadits-hadits yang shahih, tidak ada warna tertentu yang secara tegas diharamkan atau disebutkan bahwa Nabi ﷺ membencinya. Namun, ada warna-warna yang disebutkan beliau tidak disukai atau dilarang untuk dipakai khusus bagi laki-laki, karena menyerupai pakaian wanita atau pakaian orang-orang yang sombong.

Berikut adalah penjelasannya:

1. Warna Kuning Tua atau Merah Menyala (Terlalu Mencolok) bagi Laki-Laki

Ini adalah warna yang paling jelas disebutkan dalam hadits bahwa Nabi ﷺ tidak menyukainya untuk dipakai oleh laki-laki.

Penjelasan:
Larangan ini bukan karena warna itu sendiri jelek atau haram, tetapi karena pada masa itu, warna-warna mencolok seperti kuning tua dan merah menyala identik dengan pakaian wanita atau orang-orang yang berpenampilan berlebihan dan sombong. Nabi ﷺ ingin menjaga identitas dan kesederhanaan laki-laki muslim, serta mencegah tasyabbuh (penyerupaan) dengan lawan jenis.

Kesimpulan: Bagi laki-laki, warna-warna mencolok seperti kuning tua dan merah terang (yang biasa dipakai wanita) adalah warna yang tidak disukai untuk dipakai.

2. Warna yang Identik dengan Kesombongan

Nabi ﷺ juga tidak menyukai pakaian yang menunjukkan kesombongan, terlepas dari warnanya. Jika suatu warna (misalnya merah atau ungu) pada masa itu menjadi simbol status dan keangkuhan para bangsawan, maka memakainya dengan niat seperti itu sangat tercela.

Lalu, Warna Apa yang Disukai Nabi ﷺ?

Sebagai gambaran, Nabi ﷺ lebih menyukai warna-warna yang tenang dan sederhana:

  • Putih: Ini adalah warna paling favorit beliau. Beliau bersabda, "Pakailah pakaian berwarna putih, karena itu adalah sebaik-baik pakaian kalian." (HR. Ahmad, Tirmidzi).

  • Hijau: Beliau juga menyukai warna hijau, dan banyak kisah yang menyebutkan beliau memakai pakaian atau sorban berwarna hijau.

  • Warna-warna Lain yang Kalem: Seperti hitam (beliau pernah memakai sorban hitam), coklat, atau merah yang tidak menyala (seperti merah bata).

Ringkasan untuk Mudah Dipahami:

WarnaStatus untuk Laki-LakiStatus untuk PerempuanPenjelasan
Kuning Tua/Merah MenyalaDilarang/MakruhDiperbolehkanMenyerupai pakaian wanita dan berpenampilan berlebihan.
PutihSangat DisukaiDiperbolehkanWarna terbaik, melambangkan kesucian dan kesederhanaan.
Hijau, HitamDisukai/DiperbolehkanDiperbolehkanWarna-warna yang tenang dan sering disebut dalam hadits.
Warna Lain (Kalem)DiperbolehkanDiperbolehkanSelama tidak menyerupai lawan jenis atau simbol kesombongan.

Poin Penting:

  1. Kontekstual: Larangan ini sangat terkait dengan budaya Arab saat itu. Ulama berbeda pendapat apakah larangan ini bersifat mutlak atau terkait budaya. Namun, kehati-hatian adalah yang utama.

  2. Niat dan Tujuan: Esensi dari larangan ini adalah untuk menghindari tasyabbuh bil mar'ah (menyerupai wanita) bagi laki-laki, dan menghindari kesombongan.

  3. Untuk Perempuan: Tidak ada larangan khusus bagi perempuan mengenai warna. Mereka diperbolehkan memakai berbagai warna, termasuk yang dilarang untuk laki-laki, selama tidak menyerupai laki-laki dan tetap mematuhi aurat.

Jadi, kesimpulannya, Nabi Muhammad ﷺ tidak membenci warna tertentu secara mutlak, tetapi beliau memberikan panduan berdasarkan hikmah untuk menjaga identitas, kesopanan, dan kesederhanaan umatnya.

Senin, 22 September 2025

Baju Warna Kuning Menurut Nabi dan Penjelasan Ulama

Berikut adalah penjelasan mengenai hadis-hadis yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad ﷺ tidak menyukai warna kuning, disertai konteks dan penjelasan ulama.

Hadis-Hadis yang Meriwayatkan Ketidaksukaan Terhadap Warna Kuning

Terdapat beberapa hadis yang meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ memerintahkan untuk tidak memakai pakaian berwarna kuning, atau beliau melihat pakaian kuning dan tidak menyukainya. Berikut dua contoh yang populer:

1. Hadis dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: "نُهِيَ عَنْ لُبْسِ المُعَصْفَرِ"
Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata: "Dilarang memakai pakaian yang dicelup dengan 'ushfur (warna kuning kemerahan)."
(HR. Muslim No. 2078)

2. Hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu:

عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: " نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ التَّصَبُّرِ، وَعَنْ لُبْسِ الخَاتَمِ إِلَّا لِصَاحِبِ سُلْطَانٍ، وَعَنْ لُبْسِ المُعَصْفَرِ"
Dari Anas, ia berkata: "Rasulullah ﷺ melarang dari menyiksa (binatang dengan mengurungnya untuk diburu), memakai cincin (emas) kecuali bagi penguasa, dan memakai pakaian yang dicelup 'ushfur (warna kuning kemerahan)."
(HR. An-Nasa'i, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

3. Hadis dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى عَلَيَّ ثَوْبَيْنِ مُعَصْفَرَيْنِ، فَقَالَ: " إِنَّ هَذِهِ مِنْ ثِيَابِ الكُفَّارِ، فَلَا تَلْبَسْهَا "
Bahwa Rasulullah ﷺ melihatku mengenakan dua pakaian yang dicelup 'ushfur, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya pakaian seperti ini adalah pakaian orang-orang kafir, maka janganlah kamu memakainya."
(HR. Muslim No. 2077)

Penjelasan dan Konteks (Syarah Hadis)

Para ulama menjelaskan bahwa larangan atau ketidaksukaan Nabi Muhammad ﷺ terhadap warna kuning ini bukanlah larangan yang mutlak dan haram, tetapi memiliki konteks tertentu:

  1. Konteks Khusus pada Zaman Itu: Warna kuning (terutama yang dari celupan 'ushfur) pada masa itu secara khusus identik dengan pakaian yang biasa dikenakan oleh para pendeta atau biarawan non-Muslim, atau orang-orang yang sombong dan bermegah-megahan. Larangan ini bertujuan untuk membedakan identitas Muslim dengan non-Muslim (ghiyar).

  2. Bukan Larangan Mutlak: Larangan ini bersifat karahiyah tanzih (makruh, tidak sampai haram). Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyatakan bahwa jumhur (mayoritas) ulama berpendapat hukum memakainya adalah makruh, bukan haram.

  3. Perbedaan Jenis Kuning: Ketidaksukaan itu tertuju pada warna kuning yang sangat terang dan mencolok (seperti jingga atau kuning kemerahan dari celupan 'ushfur), yang menarik perhatian dan sering digunakan untuk pamer. Warna kuning biasa atau pucat tidak termasuk dalam larangan ini.

  4. Hadis Lain yang Melonggarkan: Terdapat juga hadis yang menunjukkan bahwa larangan ini tidak absolut. Diriwayatkan bahwa Nabi ﷺ mengizinkan memakai kain yang bergaris-garis kuning (HR. Al-Bukhari), dan Aisyah radhiyallahu 'anha pernah memakai kerudung berwarna kuning (HR. Abu Dawud). Ini menunjukkan bahwa warna kuning itu sendiri tidak terlarang, tetapi konteks dan cara penggunaannyalah yang menjadi perhatian.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan ulama, dapat disimpulkan:

  • Nabi Muhammad ﷺ tidak menyukai dan melarang memakai pakaian yang berwarna kuning mencolok (seperti jingga/kemerahan) yang pada zamannya menjadi simbol dan pakaian khas non-Muslim.

  • Larangan ini bertujuan untuk menjaga identitas dan keunikan Muslim serta menjauhi sikap sombong dan pamer.

  • Hukum memakainya adalah makruh (dibenci/dihindari) dan bukan haram.

  • Warna kuning biasa, pucat, atau sebagai aksesori dalam corak kain tidak termasuk dalam larangan ini.

Jadi, ketidaksukaan beliau adalah dalam konteks sosial dan budaya tertentu, bukan berarti warna kuning adalah warna yang terlarang secara mutlak dalam Islam.

Kamis, 18 September 2025

🌷BEBERAPA AMALAN SUNNAH PADA HARI JUM'AT 🌷


سُنَنُ ٱلْجُمْعَـــــــــــــــــــةِ، وَهِيَ كَثِيْرَةٌ، مِنْهــــــاَ :
١ - ٱلْغُسْلُ، وَوَقْتُهُ : يَدْخُلُ بِطُلُوْعِ ٱلْفَجْرِ وَيَخْرُجُ بِالْيَأْسِ مِنْ حُضُوْرِ ٱلْجُمْعَةِ، وَٱلْأَفْضَلُ تَأْخِيْرُهُ إِلیٰ ٱلرَّوَاحِ، وَيَكُوْنُ ٱلْغُسْلُ لِحَاضِرِهَا.
٢ - ٱلتَّزَيُّنُ بِأَحْسَنِ ٱلثِّيَابِ، وَالْبَيْضُ أَوْلیٰ، فَيَلْبَسُ ٱلثَّوْبُ " ٱلْقَمِيْصَ " وَٱلْعَمَامَةَ وَٱلرِّدَآءَ، وَيُسَنُّ أَنْ يُبَالِغَ ٱلْخَطِيْبُ فِيْ حُسْنِ ٱلْهَيْئَةِ،
٣ - ٱلتَّنَظُّفُ، مِنْ : حَلْقِ عَانَةٍ وَنَتْفِ إبْطِ وَقَصِّ شَارِبِ وَتَقْلِيْمِ ظُفُرِ وَإِزَالَةِ رِيْحِ كَرِيْهَةٍ وَسِوَكٍ وَغَيْرَ ذَالِكَ،
٤ - ٱلتَّطَيُّبُ : لِلرَّجُلِ، وَهُوَ مَاخَفِيَ لَوْنُهّ وَظَهَرَتْ رَآئِحَتُهُ، وَأَفْضَلُهُ ٱلْمِسْكُ ٱلْمَخْلُوْطُ بِمَآءِٱلْوَرْدِ.
٥ - ٱلتَّبْكِيْرُ إِلَيْهَا : وَوَقْتُهُ مِنْ طُلُوْعِ ٱلْفَجْرِ إِلیٰ خُرُوْجِ ٱلْإِمَامِ إِلیٰ ٱلْجُمْعَةِ، إِلَّاٱلْإِمَامَ فَلَا يُسَنُّ لَهُ ٱلتَّبْكِيْرُ.
٦ - ٱلْإِسْتِغَالُ - فِيْ طَرِيْقِهِ - بِقِرَآءَةِ أَوْذِكْرٍ، فَيَأتِيْ بِدُعَآءِ ٱلخُرُوْجِ إِلیٰ ٱلْمَسْجِدِ، وَيَزِيْدُ (ٱللّٰهُمَّ إِجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْجَهِ مَنْ تَوَجَّهَ إِلَيْكَ، وَأَقْرَبَ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَيْكَ، وَأْفْضَلَ مَنْ سَأَلَكَ وَرَغِبَ إِلَيْكَ،

🔰Banyak Kesunnahan-kesunnahan di hari Jum'at diantaranya :
1. Mandi, waktunya mulai terbit Fajar Shodiq hingga masa yang tidak memungkinkan hadir di sholat jum'at. Yang utama adalah mengakhirkan mandi hingga hendak berangkat. Kesunnahan mandi hanya bagi orang yang hendak mengikuti sholat jum'at.
2. Berhias dengan memakai pakaian terbaiknya. Yang terbaik adalah pakaian putih. Memakai gamish, surban dan selendang. Bagi Khotib sunnah memaksimalkan dalam berhias.
3. Membersihkan badan, yaitu dengan mencukur bulu kemaluan, mencabut ketiak, memcukur kumis, memotong kuku, menghilangkan bau tidak sedap, bersiwak dan lainnya.
4. Memakai pengharum bagi laki-laki, yaitu pengharum yang tidak nampak warnanya dan serbak baunya, yang utama adalah minyak misik yang dicampur dengan air mawar.
5. Berangkat pagi kecuali bagi imam. Waktunya mulai dari terbitnya fajar sampai berangkatnya imam menuju tempat-tempat pelaksanaan sholat jum'at.
6. Selama perjalanan menyibukkan diri dengan membaca al-Qur'an dan dzikir, membaca do'a keluar  rumah menuju masjid dan menambah do'a:

" ٱللّٰهُمَّ إجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْجَهِ مَنْ تَوَجَّهَ إلَيْكَ وَأَقْرَبَ مَنْ تَقَرَّبَ إلَيْكَ وَأَفْضَلَ مَنْ سَأَلَكَ وَرَغِبَ إلَيْكَ.

" Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dari orang yang paling menghadap padaMu, paling dekat-dekatnya orang mendekat padaMu, paling utama-utamanya orang yang me minta padaMu dan mencintaiMu".

٧ - قِرَآءَةُ سُوْرَةِ ٱلْكَهْفِ يَوْمَهَا وَلَيْلَتَهاَ ١"
٨ - ٱلْإِكْثَارُ مِنَ ٱلصَّلَاةِ عَلیٰ ٱلنَّبُيِّ ﷺ ٢"
٩ - ٱلْإِنْصَاتُ وَٱلْإِسْتِمَاعُ إلیٰ ٱلخُطْبَةِ ٣"، فَيَتْرُكُ ٱلسَّامِعُ وٱلذِّكْرَ وَٱلكَلَامَ ٤"، وَغَيْرُ ٱلسَّامِعِ يَتْرُكُ ٱلْكَلَامِ فَقَطْ، وَيَجِبُ رَدُّ ٱلسّلَامِ أَثْنآءَ ٱلْخُطْبَةِ.
١٠ - تَحِيَّةُ ٱلْمَسْجِدِ : يُسَنُّ أَنْ يُصِلِّيْهَا أَرْبَعَ رَكَعاتٍ بِتَشَهُّدٍ وَاحِدٍ، يَقْرَأُ فِيْهِنَّ سُوْرَةَ آلْإِخْلَاصِ خَمْسِيْنَ مَرَّةً فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ بَعْدَ ٱلْفَاتِحَةِ ٥"، فَإِذَا دَخلَ وَ ٱلْإِمَامُ يَخْطُبُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ فَقَطْ، وَيَجِبُ تَخْفِيْفُهَا ٦".
١١ - عَدَمُ ٱلْإِحْتِبَآءِ، لِأَنَّهُ يُوْرِثُ ٱلنَّوْمِ. ٧"
١٢ - ٱلْإِكْثارُ مِنَ ٱلدُّعَآءِ وَتَحَرِّيْ سَاعَةِ ٱلْإِجاَبَةِ : وَهِيَ : مِنْ جُلُوْسِ ٱلْإِمَامِ لِلْخُطْبَةِ إلیٰ ٱلسَّلاَمِ مِنَ ٱلصَّلاَةِ عَلیٰ أَصَحِّ ٱلْأَقْوَالِ ١".
١٣ - ٱلْإِتْيَانُ بِالْمُسَبِّعاَتِ بَعْدَهَا وَقَبْلَ أَنْ يُحَرِّكَ رِجْلَيْهِ وَيَتَكَلَّمَ، وَهِيَ : ٱلْفَاتِحَةُ، وَ "قُلْ هُوَ ٱللّٰهُ أَحَدٌ "، وَٱلْمُعَوِّذَتَانِ سَبْعًا سَبْعًا، وَيَقُوْلُ بَعْدَهَا : " ٱللّٰهُمَّ يَاغَنِيُّ يَاحَمِيْدُ، يَا مُبْدِيْ يَامُعِيْدُ، يَارَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ، أَغْنِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ، وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ " أَرْبَعًا.

7. Membaca surat al-Kahfi di siang dan malam hari jum'at.
8. Memperbanyak membaca sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ.
9. Mendengarkan khutbah jum'at secara seksama. Sehingga, hendaknya tidak membaca dzikir dan berbicara yang lain. Jika tidak mendengar bacaan khutbah, maka sunnah tidak berbicara selain dzikir. Wajib menjawab salam dipertengahan khutbah.
10. Sholat Tahiyatal masjid empat rokaat, dengan satu salam. Setiap rokaat membaca surat  ٱلْإِخْلاِصُ x 50 kali setelah al-Fatihah jadi genap 200 kali dalam empat rokaat. Jika baru masuk masjid sedangkan khotib sedang khutbah maka disunnahkan sholat dua rokaat saja dan wajib mempercepat (melakukan rukun-rukun saja).
11. Tidak duduk Ihtiba' ( duduk dengan posisi kedua kaki dilipat dan ditegakkan ), karena posisi demikian akan memudahkan tidur.
12. Memperbanyak do'a terutama diwaktu mustajabah, yaitu waktu mulai imam duduk diantara dua khutbah hingga salam dari sholat. 
13. Setelah salam sunnah membaca al-Musabbi'at ( surat yang diulang tujuh kali ), sebelum menggerakkan kedua kaki dari posisinya dan sebelum berkata-kata lain. Almusabbi'at: alfatihah, al-ikhlas, al-Mu'awwidzatain masing-masing dibaca 7 kali. Setelahnya membaca 

يَاغَنِيُ يَاحَمِيْدُ إلخ... 

Dibaca 4 kali.
Artinya, Ya Allah, wahai Tuhan Yang Maha Kaya, Maha Terpuji, Maha Menciptakan, Maha Mengembalikan, Maha Belas kasih, Maha Mencintai, cukupilah aku dengan perkara halal panjenengan jauh dari perkara haram panjenengan, dengan penuh ketaatan jauh dari kemaksiatan, dan dengan anugerah panjenengan jauh dari selain panjenengan.
Mugi manfaat dan mohon maaf bila terdapat kesalahan.
Kami nuqil dari kitab Fiqih Ubudiyah " تقريرات ٱلسديدة " Bab Sunnah pada hari Jum'at halaman 334-336

والله المفواق إلی أقوم الطريق.
ٱلفقير إلی رحمة الله.

Moch Turchan Amar,
Sidoarjo, 26 Robi'ul Awal 1447H / 19 September 2025M.

  ٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭