Kamis, 05 Maret 2026

💫 BAB MENERANGKAN TENTANG KEUTAMAAN LAILATUL-QODAR 💫


سورة القدر - ﷽ " إنَّآأنْزَلْنَاهُ فِيْ لَيْلَةِ ٱلْقَدْر، وَمَآأدْرَاكَ مَالَيْلَةُٱلْقَدْرِ، لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ ٱلْمَلآئِكَةُ وَٱلرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتّیٰ مَطْلَعِ ٱلْفَجْرِ.
وَسَبَبُ نُزُلِ هٰذِهِ ٱلسُّوْرَةِ، عَنِ إبْنِ عَبَاسٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا أنَّهُ قَالَ : ( ذَكَرَ جِبْرَائِيْلُ عَلَيْهِ ٱلسَّلَامُ عِنْدَ ٱلنَبِيِّ ﷺ عَبْدًا يُقَالُ لَهُ سَمْعُوْنَ ٱلْغَازِی، وَهُوَ غَزَا ٱلْكُفَّارَ أَلْفَ شَهْرٍ، وَكَانَ سِلَاحُهُ لَحٰی جَمَلٍ وَلَيْسَ لَهُ غَيْرَهَا مِنْ آلَةِ حَربٍ، وَكُلَّمَا ضَرَبَ ٱلْكُفَّارَ بِهَذَااللَّحِی قَتَلَ مَالَايَحْصیٰ عَدَدِهِمْ، فَإِذَا عَطَشَ يَخْرُجُ مِنْ مَوْضِعِ الْأَسْنَانِ مَآءَ عَذْبٍ فَيَشْرَبُهُ، فَإِذَا جَاعَ يَنْبُتُ مِنْهُ لَحْمٌ فَيَأْكُلُهُ، فَكَانَ عَلیٰ هٰذَا كُلَّ يَوْمٍ حَتّیٰ مَضیٰ مِنْ عُمْرِهِ أَلْفَ شَهْرٍ وَهِيَ ثَلاَثٌ وَثَمَانُوْنَ سَنَةً وَأَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ،
Sebab terjadinya turunnya surat " ٱلْقَدَرْ " tersebut telah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Abbas RA ( Pada suatu hari Malaikat Jibril AS memberi khabar gembira kepada Baginda Rosul ﷺ : Bahwa pada zaman dulu ada seorang hambah bernama Syam'un al-Ghozi, dia neqad berperang melawan oran Kafir selana 1000 bulan yakni 83,4 tahun empat bulan, dia hanya berbekal rahang dari unta tanpa perangkat lainnya, dengan hanya menyandang perangkat tersebut hampir tidak bisa terhitung bilangannya musuh-musuhnya terbunuh sebab alat tersebut. Anehnya dengan taktiknya gigi-gigi rahang unta tersebut dicabutinya, pada suatu hari dia merasa lapar dengan idzin Allah ﷻ di sela-sela rahang unta tersebut keluar air segar untuk siap diminumnya begitu halnya bila merasa lapar maka di sela-sela rahang tersebut atas izin Allah mampu mengeluarkan daging untuk didaharnya, hal demikian itu sampai berjalan sampai 83,4 tahun.

فَعَجَزَ ٱلْكُفَّارُ عَنْ رَدِّهِ، فَقَالُوْا لِإمْرَأَتِهِ وَهِيَ كَافِرَةٌ إِنَّانُعْطِيْكَ أَمْوَالًا كَثِيْرَةً إِنْ قَتَلْتِ زَوْجَكِ، قَالَتْ أَنَالَآأَقْدِرُ عَلیٰ قَتْلِهِ، قَالُوْا نُعْطِيْكَ حَبْلًا شَدِيْدًا فَسَدیٰ بِهِ يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ فِيْ نَوْمِهِ وَنَحْنُ نَقْتُلُهُ، فَشَدَتْهُ ٱلْمَرْأَةُ فِيْ نَوْمِهِ فَاسْتَيْقَظَ فَقَالَ مَنْ شَدَّنِيْ؟ قَالَتْ أنَاشَدَدْتُ لِأَجْرَبِكَ، فَجَذْبَ يَدَهُ فَقَطَعَ ٱلْحَبْلُ، ثُمَّ جآءَ الْكُفَّارُ بِسِلْسِلَةٍ فَشَدَدْتْهُ ٱلْمَرْأَةُ بِهَا فَاسْتَيْقَظَ، فَقَالَ مَنْ شَدَّنِي؟ قَالَتْ أَنَاشَدَدْتُ لِأَجْرَبِكَ فَجَذَبَ يَدَهُ فَقَطَعَ ٱلسِّلِسِلَةُ، ثُمَّ قَالَتْ كَالْأُوْلیٰ، فَقَالَ يَآإِمْرَأَتِيْ أنَاوَلِيٌّ مِنْ أَوْلِيَآءِ اللّٰهِ تَعَالیٰ لَا يَغْلِبُ عَلیٰ شَيْئٍ مِنْ أَمْرِ ٱلدُّنْيَا إِلَّا شَعْرِيْ هٰذَا، وَكَانَ لَهُ شَعْرٌ طَوِيْلٌ، فَسَمِعَتْ إِمْرَأَتُهُ فَلَمَّانَامَ قَطَعَتْ ذَوائِبُهُ فِيْ حَالِ نَوْمِهِ، فَكَانَتْ ثَمَانِيَ قِطْعٍ مِنْ شَعْرِ رَأْسِهِ وَكُلُّهَا تَجُرُّ عَلیٰ الْأَرْضِ، فَشَدَتْ بِأرْبَعِ ذَوَائِبَ منْهَا يَدَيْهِ وَبِالْأَرْبَعِ ٱلْأُخْریٰ رِجْلَيْهِ فِيْ نَوْمِهِ، فَاسْتَيْقَظَ فَقَالَ مَنْ شَدَّنِيْ؟ قَالَتْ أَنَاشَدَدْتُ لِأَجْرَبِكَ، فَجَذُبَ جَذْبًا شَدِيْدًا، فَلَمْ يَقْدِرْ عَلیٰ قَطْعِهَا، فَأَخْبَرَتْ إِمْرَأَتُهُ ٱلْكُفَّارُ، فَجَآؤُا وَذَهَبُوْا بِهِ إلیٰ مَذْبَحِهِمْ وَكَانَ فِيْهِ عُمُوْدٌ فَأَوْثَقُوْا عَلیٰ ذَالِكَ ٱلْعُمُوْدِ، فَقَطَعُوْا أُذُنَيْهِ وَعَيْنَيْهِ وَشَفَتَيْهِ وَلِسَانِهِ وَيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ وَكُلُّهُمْ يَجْمَعُوْنَ فِيْ ذَلِكَ ٱلْبَيْتِ، فَأوْحیٰ اللّٰهُ تعَالیٰ إِلَيْهِ :
Maka orang Kafir tersebut kehabisan tenaga untuk melawan Syam'un al-Ghozi tersebut, mereka mendatangi berduyun-duyun mendatangi kerumah istri Syam'un sembari memberikan hadiyah kepadanya, karena istrinya masih Kafir, mereka berkata : kami akan memberikan harta yang cukup banyak jika anda bisa membunuh suamimu, jawab sang istri saya ndak mampu untuk membunuhnya, pada suatu hari mereka2 membawakan beberapa tali ikat besar (tampar) untuk menjebak suaminya.
Benar ketika Syam'un tidur dicoba diikat kedua tangan dan kaki, begitu bangun tidur Syam'un bertanya siapa yang mengikat tangan dan kakiku ini? Jawab sang istri " saya sendiri mas, kenapa? Saya hanya mencoba sampai dimana kekuatan panjenengan, dengan mudahnya tali tampar tersebut putus dan lepaslah Syam'un, orang kafir orah putus asah dikirimlah kepada sang istri Syam'un rantai besi untuk mengikatnya waktu Syam'un tidur, sama dengan kejadian awal diikatlah kedua kaki dan tangannya, lalu Syam'un terbangun dari tidurnya, siapa yang mengikat ini? Jawab sang istri : saya, kenapa? Tanya Syam'un, saya hanya ingin mencoba saja, akhirnya terlepas juga ikatan rante besi tersebut, kemudian Syam'un matur pada istrinya : Saya ini kekasih Allah, yang bisa mengatasi urusan ini hanya rambut saya.
Perlu diketahui rambut Syam'un itu panjangnya nganti ke ujung kaki dengan 8 ikatan.
Pada suatu hari sang istri susah mengetahui kelemahan suaminya hanya pada ranbutnya.
Begitu Syam'un tidur, rambutnya yang panjang tadi digunting oleh sang istri dibuat mengikat kedua tangan dan kakinya, ternyata berhasil Syam'un tak berdaya, akhirnya orang menjemputnya secara paksa dengan kedua tangan dan kakinya terikat kemudian dibawah ketempat pembantaian, kedua telinganya dipotong, kedua matanya dicomplong, lidahnya dipotong, kedua kaki dan tangannya dipotong, kumpulan mutilasi tersebut dimasukkan kedalam rumah pembantaian.
Melihatnya hambahNya yang disiksa ini, Allah kirim wahyu ( karomah ) 
أيُّ شَيْئٍ تُرِيْدُ بِهِمْ أَصْنَعُهُ؟ فَقَالَ أُرِيْدُ أنْ تُعْطِيْنِيْ مِنَ ٱلقُوَّةِ حَتّیٰ أَحْرَكَ عُمُوْدَ هٰذَاالْبَيْتِ فَيَنْهَدِمُ عَلَيْهِمْ، فَقَوَّاهُ اللّٰهُ وَحَرَّكَ نَفْسَهُ فَوَقَعَ ٱلسَّقْفُ عَلَيْهِمْ وَأهْلَكُوا جَمِيْعًا وَإمْرَأتُهُ مَعَهُمْ، فَأنْجَاهُ اللّٰهُ تَعَالیٰ مِنْهُمْ وَرَدَاللّٰهُ عَلَيْهِ جَمِيْعَ أعْضَآئِهِ، فَبَعْدَ ذَالِكَ عَبِدَاللّٰهَ ألْفَ شَهْرٍ مَعَ قِيَامِ لَيْلِهَا وَصِيَامِ نَهَارِهَا، فَضَرَبَ بِالشَيْفُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَبَكیٰ أصْحَابَ ٱلنَّبِيِّ ﷺ إشْتِيَاقًا لِذالِكَ، فَقَالُوْا يَارَسُوْلَ اللّٰهِ هَلْ تَدْرِی ثَوَابُهُ؟ فَقَالَ ﷺ : لاَ أدْرِیْ، فَأنْزَلَ اللّٰهُ جِبْرِيْلَ هٰذِهِ ٱلسُّوْرَةِ وَقَالَ يَامُحَّدَ أعْطِيْتُكَ وَأمَّتَكَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ٱلْعِبَادَةِ فِيْهَا أَفْضَلُ مِنْ عِبَادَةِ سَبْعِيْنَ ألْفِ شَهْرٍ " وقَالَ بَعْضُهُمْ : قَالَ اللّٰهُ تَعَالیٰ : يَامُحَمَّدَ رَكْعَتَانِ فِيْ لَيْلَةِ ٱلقَدْرِ خَيْرٌ لَكَ وَلأِمَّتُكَ مِنْ ضَرْبِ السَّيْفِ ألْفِ شَهْرٍ فيْ زَمَانِ بَنِيْ إسْرَآئِيْلَ " سنَانيه ".
Allah ﷻ akhirnya nurunakan karomah dateng Syam'un, menawarkan anda minta apa? Syam'un menjawab : kulo nyuwun supados dipun wangsulake kekuatan kulo kersane saget terhindar saking hukuman meniko akhirnya dengan idzin Allah tiang pancung pada rumah hukuman tersebut akhirnya tumbang dan hancur serta istri Syam'un juga ikut tumbang, dan akhirnya Syam'un kembali sempurna anggotanya dan meneruskan perjuangannya sampai 1000 bulan, kemudian meneruskan perang dan gugur sebagai Syahid karena pedang.
Mendengar qishah ini para Shahabat menangis.
Kapan kita bisa kaya Syam'un.
Akhirnya surat al-Qodar.
Kami nuqil dari Kitab Dzurrotun Nashihin Bab Lailatul Qodar hal.219-221.
Mugi manfaat mohon maaf bila terdapat khilaf.
والله أعلم بالصواب.
ٱلفقير الی رحمة اللّٰه،
Moch Turchan Amar,
Sda, 15 Romadlon 144 H.
٭٭٭ ✿ ✿ ✿٭٭٭