Kamis, 26 Februari 2026

🌻 KEUTAMAAN PUASA 🌻


رُوِيَ فِيْ مَشْرُوْعِيَّةِ ٱلصَّوْمِ أَنَّ اللّٰهَ خَلَقَ ٱلْعَقْلَ، فَقَالَ أَقْبِلْ فَأَقْبَلَ، ثُمَّ قَالَ أَدْبِرْ فَأَدْبَرَ، ثُمَّ قَالَ مَنْ أَنْتَ وَمَنْ أَنَا؟ قَالَ ٱلْعَقْلُ أَنْتَ رَبِّيْ وَأَنَاعَبْدُكَ ٱلضَّعِيْفُ، فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالیٰ يَاعَقْلَ مَاخَلَقْتُ خَلْقًا أَعَزُّ مِنْكَ، ثُمَّ خَلَقَ ٱللّٰهُ تَعَالیٰ ٱلنَّفْسَ فَقَالَ لَهَا أَقْبِلِی فَلَمْ تَجِبْ ثُمَّ قَالَ لَهَا مَنْ أَنْتِ وَمَنْ أَنَا، فَقَالَتْ أَنَا أَنَا وَأَنْتَ أَنْتَ، فَعُذِّبُهَا بِنَارِ جَهَنَّمَ مِائَةَ سَنَةٍ ثُمَّ أَخْرَجَهَا فقَالَ مَنْ أَنْتِ وَمَنْ أَنَا، فَأَجَبَتْهُ كَالْأَوَّلِ ثُمَّ جَعَلَهَا فِيْ نَارِ ٱلْجُوْعِ مِائَةَ سَنَةٍ فَسَأَلَهَا فَأَقَرَّتْ بِأَنَّهَا ٱلْعَبْدُ وَأنَّهُ ٱلرَّبُّ، فَأَوْجَبَ اللّٰهُ عَلَيْهَا ٱلصَّوْمُ بِسَبَبِ ذٰلِكَ ( مِشْكَاةُ الْأَنْوَارِ ).
Telah diriwayatkan, sebab di syariatkan puasa bahwa sesungguhnya Allah Ta'ala ciptakan Aqal, Allah perintahkan Ya aqal silahkan anda menghadap saya dan silahkan anda membelakangi saya, aqal mengikutinya, kemudian Allah tanya kepada aqal : Siapa engkau dan siapa saya? Dengan sopan aqal menjawab : Kulo puniko hambah panjenengan engkang dho'if (lemah) sedangkan panjenengan puniko Pengeran kulo, maka Allah Ta'ala memujinya : wahai aqal engkau sebagai makhluqku yang mulia, Tiba gilirannya nafsu setelah diciptakan, maka Allah perintah silahkan anda menghadap saya, apa kata nafsu, orah gelem madep, kemudian Allah bertanya : Siapa saya dan siapa dirimu? Nafsu menjawab, Engkau ya Engkau saya ya saya, akhirnya menghukumnya nafsu dimasukkan kedalam neraka Jahannam selama 100 tahun, setelah dikeluarkan ditanya lagi, siapa engkau dan siapa saya? Jawab nafsu tetap jawabannya sebagai pertanyaan awal, akhirnya dimasukkan kedalam sel selama 100 orah dicawisi makanan dan minuman, baru sadar dia (nafsu) mengakui dirinya adalah hambahNya yang lemah sedang Engkau adalah Tuhan kami, disinilah baru Allah mensyariatkan puasa. (Dikutib dari kitab Misykatul Anwar).
يُقَالُ ٱلصَّوْمُ ثَلاَثَةُ دَرَجَاتٍ : صَوْمُ ٱلْعَوَامِ، وَصَوْمُ ٱلْخَوَاصِ، وَصَوْمُ ٱلْخَوَاصِ ٱلْخَوَصِ. أَمَّا صَوْمُ ٱلْعَوَامِ، فَكَفُّ ٱلْبَطْنِ وَٱلْفَرْجِ عَنْ قَضَآءِ ٱلشَهْوَةِ. أَمَّا صَوْمُ ٱلْخَوَاصِ فَهُوَ صَوْمُ ٱلصَّالِحِيْنَ، وَهُوَ كَفُّ ٱلْجَوَارِحِ عَنِ ٱلْأٓثَامِ فَلَايُتِمَّ ذٰلِكَ إِلَّا بِدَوَامَةِ خَمْسَةَ أَشْيَآءٍ : ٱلْأَوَّلُ غَضُّ ٱلْبَصَرِ عَنْ كُلِّ مَا يَذُمُّ شَرْعًا. وَٱلثَّانِی حِفْظُ اللِّسَانِ عَنِ ٱلْغِيْبَةِ وَٱلْكِذْبِ وَٱلنَّمِيْمَةِ وَالْيَمِيْنِ ٱلْغَمُوسِ، لَمَّا رُوِی أَنَسَ عَنِ ٱلنَّبِيِّ ﷺ أَنَّهُ قَالَ : " خَمْسَةُ أَشْيَآءَ تُحْبِطُ ٱلصَّوْمِ " أَيْ تُبْطِلُ ثَوَابُهُ " ٱلْكِذْبُ وَٱلغِيْبَةُ وٱلنَّمِيْمَةُ وَٱلْيَمِيْنُ ٱلْغَمُوْسِ وَٱلنَّظَرُ بِشَهْوَةٍ ". وَٱلثَّالِثُ كَفُّ ٱلْأُذُنِ عَنِ إسْتِمَاعِ كُلِّ مَكْرُوْهٍ. وَٱلرَّابِعُ كَفُّ جَمُيْعِ ٱلْأَعْضَآءِ عَنِ الْمَكَارِهِ وَكَفُّ ٱلْبَطْنِ عَنِ ٱلسُّبْهَاتِ فِيْ ٱلْوَقْتِ ٱلْإِفْطَارِ، إذْ لاَ مَعْنیٰ لِلصَّوْمِ عَنِ ٱلطَّعَامِ ٱلْحَلَالِ ثُمَّ ٱلْإِفْطَارِعَلیٰ الْحَرَامِ فَمِثْلُهُ كُنْ بَنیٰ قَصْرًا وَهَدِمَ مِصْرًا. قَالَ ٱلنّبِيُّ ﷺ " كَمْ مِنْ صَآئِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إلَّا ٱلْجُوْعِ وَٱلْعَطَسِ ". وَٱلخَامِسُ أنْ لاَ يَسْتَكْثِرَ مِنَ ٱلْحَلاَلِ وَقْتَ الْإِفْطَارِ بِحَيْثُ يَمْلَأُ بَطْنِهِ وَلِذَا قَالَ ﷺ " مَا مِنْ دُعَآءٍ أَبْغَضُ إلیٰ اللّٰهِ فِيْ بَطْنِ مَلَأَ مِنَ ٱلْحَلاَلِ. وَأَمَّا صَوْمُ ٱلْخَوَاصِ ٱلْخَوَاصِ فَصَوْمُ ٱلْقَلْبِ عَنِ ٱلْهَمَمِ ٱلدُّنِيَّةِ وَٱلْإِفْكَارِ ٱلدُّنْيَوِيَّةِ وَكُفْهُ عَمَّا سِویٰ اللّٰهِ بِالْكُلِّيَّةِ، فَإذَا تَفَكَّرُ هٰذَا ٱلصَّآئِمُ فِيْمَا سِویٰ ٱللّٰهِ يَحْصُلُ ٱلْفِطْرُ مِنْ صَوْمِهِ وَهُوَ رُتْبَةُ ٱلْأَنْبِيَآءِ وَٱلصِّدِِّيْنَ، فَإِنَّ تَحْقِيْقَ هٰذَاٱلْمَقَامُ ٱلْإِقْبَالِ إلیٰ اللّٰهِ تَعالیٰ بِالْكُلِّيَةِ وَالْإِنْصِرَافِ عَنْ غَيْرِهِ ( زبدة الواعدين )
Dikatakan bahwa puasa itu bisa terbagi atas tiga tingkatan :
- Puasanya orang Awam.
-  Puasanya orang khusus dan 
- Puasanya orang khususil khusus.
Dalam istilah Bahasa Tasawwufnya boleh disebut :
- Puasa secara Syari'at,
- Puasa secara Thoriqot dan 
- Puasa secara Haqiqat.
- Puasanya orang Awam, mencegah masukknya jirim kedalam bathin, dan menjaga farji dari nafsu syahwat.
- Adapun Shaumul-Khowas, yaitu puasanya orang yang sholih, mencegah gerak-gerik anggota jasmani yang utama dari perbuatan yang menyebabkan dosa, bisa lebih sempurna kalau bisa menjaga lima indra :
- Pertama, menjaga meripat dari segala bentuk yang dilarang oleh syara'.
- Kedua, menjaga lisan dari, rasan-rasan, berkata bohong, adu-domba, sumpah palsu.
Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Shahabat Anas RA dari Baginda Nabi Muhammad ﷺ ngendiko : Lima perkara yang bisa menggugurkan pahala puasa, " berdosta, rerasan, adu-domba, sumpah palsu dan melihat dg syahwat ".
Ketiga, menjaga telinga dari mendengar sesuatu yang makruh.
Keempat, menjaga seluruh anggota dari yang makruh dan menjaga keberadaan perut dari perkara subhat ketika ifthor, contoh waktu puasa bertahan memperoleh rizqi halal waktu berbuka kemasukan barang haram, ibarat kita sedang membangun bangunan belum sampai jadi lalu dirobohkan.
Sebagaimana sabda Baginda ﷺ : Banyak orang berpuasa yang tidak bisa memperoleh pahala kecuali mendapatkan lapar dan dahaga ".
Yang kelima, tidak berlebihan waktu berbuka hingga isi perutnya penuh dengan menu makanan, padahal Baginda ﷺ memberikan warning terhadap orang yang berlebihan dalam hal makan, Allah sangat murka kepada hambahNya yang makan berlebihan sekalipun dari barang halal ". 
Adapun tingkatan Puasanya orang Shaumul Khowasil-khowas,  adalah puasa HATI, jauh dari godaan dunia dan  memikirkan urusan dunia, totalitas hidupnya hanya semata ingat kepada Allah secara keseluruhan, semisal jika seorang yang sedang puasa, pikirannya hanya satu merasa dimonitoring oleh Allah ﷻ seorang yg sedang puasa tersebut takut bathal jika hanya sesaat memikikan selain Allah, tingkatan puasa ini dimiliki oleh para Nabi dan Shiddiqin yang punya Maqom Haqiqat.
Mekaten mugi manfaat dan mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari Kitab " درة الناصحيت " pada Bab Fadlilah Puasa halaman 09-10
والله الموافق إلی أقوم الطريق.
ٱلفقير إلی رحمة الله،
Moch Turchan Amar,
Sda, 09 Romadlon 1447 H/27 Februari 2026 M.
٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭