وَجَآئِزٌ بِفَضْلِهِ وَعَدْلِهِ ۞ تَرْكٌ لِكُلِّ مُمْكِنٍ كَفِعْلِهِ
Jaiz dengan kemurahan dan keadilanNya, meninggalkan dan melakukan hal-hal yang mungkin.
أيْ : يَجِبَ عَلیٰ كُلِّ مُكَلَّفٍ أَنْ يَعْتَقِدَ : أَنَّ اللّٰهَ تَعَالیٰ يَجُوْزُ أنْ يَخْلُقَ ٱلْخَيْرَ وَٱلشَّرَّ، وَيَجُوْزُ أَنْ يَخْلُقَ ٱلْإِسْلَامَ فِيْ زَيْدٍ وَٱلْكُفْرَ فِيْ عَمْرُو، وَٱلْعِلْمَ فِيْ أَحَدِهِمَا وَٱلْجَهْلَ فِيْ ٱلْأٰخَرِ، وَإثَابَتُهُ تَعَالیٰ فيْ لِلْمُطِيْعِ فَضْلُ مِنْهُ، وَعِقَابُهُ لِلْمَعَاصِيِّ عَدْلٌ مِنْهُ، لِأَنَّهُ ٱلنَّافِعُ ٱلضَّارُّ، وَإِنّمَا هٰذِهِ ٱلطَّاعَةُ وَٱلْمَعَاصِيُّ عَلَامَةٌ عَلیٰ أَنَّ اللّٰهَ تَعالیٰ يُثَيِّبُ وَيُعَاقَبُ مَنِ ٱتَّصَفَ بِهِمَا، فَمَنْ أَرَادَ سَعَادَتُهُ .. وَفَقَّهُ لِطَاعَتِهِ، وَمَنْ أَرَادَ شَقَاوَتُهُ .. خَلَقَ فِيْهِ ٱلْمَعْصِيَةِ.
PENJELASAN;
Syaikh Nawawi rahimahullah berkata : " Hukumnya wajib " kata (Syaikh Ahmad Marzuqi) atas setiap mukallaf meyaqini bahwa Allah Ta'ala berwenang (jaiz) menciptakan kebaikan dan keburukan, dan berwenang pula untuk menjadikan Zaid sebagai orang islam dan Amru sebagai orang kafir, atau memberikan dari ilmu kepada salah satu dari keduanya, atau memberikan bodoh kepada salah satu dari keduanya.
Pemberian pahala oleh Allah kepada orang yang taat adalah kemurahan dari-Nya, dan hukuman kepada orang yang bermaksiat adalah keadilan dari-Nya, karena Dia adalah Dzat yang memberi manfaaat dan yang memberi Mudlorot.
Sesungguhnya perbuatan taat dan maksiat itu hanyalah tanda bahwa Allah Ta'ala memberi pahala dan menghukum orang yang bersifat dengan keduanya. Jika Allah menghendaki keberuntungan seseorang maka Dia memberikan petunjuk kepada jalan ketaatan, dan jika Dia menghendaki kesengsaraan seseorang maka dijadikannya maksiat pada orang tersebut.
فَجَمِيْعُ ٱلْأُمُوْرِ مِنْ أَفْعَالِ ٱلْخَيْرِ وَالشَّرِّ بِخَلْقِ اللّٰهِ تَعَالیٰ ؛ لِأَنَّ اللّٰهَ تَعَالیٰ خَلَقَ ٱلْعَبْدَ، وَمَاعَمِلَهُ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالیٰ : " وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَاتَعْمَلُوْنَ " ٱلصفات ٩٦ فَهُوَ ٱلذي يَصْدُرُ عَنْهُ ٱلنَّفْعُ وَٱلضَّرُّ، فَلَا خَيْرُ وَلَاشَرُّ، وَلَانَفْعُ وَلَا ضَرُّ، .. إلَّا وَهُوَ مَنْسُوْبٌ إلَيْهِ سُبْحَـــانَهُ وَتَعَالیٰ ؛ فَحِيْنَئِذٍ يَنْبَغِ لِلْعَبْدِ أنْ يَكُوْنَ إعْتِمَادُهُ عَلَيّهِ تَعَالیٰ وَحْدَهُ، فَلَا يَرْجُوْ وَلَايَخْشیٰ أَحَدًا غَيْرَهُ تَعَــــــالیٰ.
Jadi, semua perkara berupa perbuatan baik dan buruk merupakan ciptaan Allah Ta'aala. Karena Allah-lah yang menciptakan hambah dan perbuatannya, sebagaimana firman-Nya : " Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa-apa yang kamu kerjakan " ash-shofat 96.
Terkait dengan sifat Jaiznya Allah yang cukup jelas adalah firman-Nya dalam surat Thoha,
" إذْ اَوْحَيْنَآإلیٰٓ أمِّكَ مَايُوْحیٰ ٣٨ آنِ ٱقْذِ فِيْهِ فِيْ ٱلتَّابُوْتِ فَاقْذِ فِيْهِ فِيْ ٱلْيَمِّ ۚ فَلْيُلْقِهِ ٱلْيَمُّ بِالسَّــــاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّيْ وَعَدُوٌّلَهُۚ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّيْ ۚ وَلِتُصْنَعَ عَلیٰ عَيْنِيْ ٣٩.
Diqisahkan : Ketika Nabi Musa AS akan dilahirkan, Ibunda Nabi Musa susahnya bukan main, karena menurut undang-undang Raja Fir'aun : bahwa setiap jabang bayi laki yang baru lahir harus segera dilaporkan pada Raja karena akan dibunuh, dalam kondisi demikian Ibunda Nabi Musa AS sangat gelisah, Allah nurunake Ilham kepada Ibunya untuk segera bikin peti besarnya kurang lebih berukuran 1 M2 untuk persiapan kelahiran Nabi Musa AS banjur diperintahkan oleh Allah ﷻ untuk membuang ke sungai Nil, atas Anugerah Allah, Fir'aun yang semula ingin membunuh Nabi Musa AS berubah total menjadi sayang karena berkat rayuan Asiyah istri Fir'aun akhirnya nabi Musa AS diangkatnya sebagai Anak Angkatnya. Surat Thoha 28-29.
Mugi manfaat mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari kitab Nurudh-dholam halaman 87-88,
Terjemahan hal.21.
والله الموفق إلی أقوم الطريق.
ألفقير إلی رحمة الله.
Moch Turchan Amar,
Sda, 18 Sya'ban 1447H/06 Februari 2026 M.
٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭