Kamis, 12 Maret 2026

💫 KENAPA DISEBUT LAILATUL-QODAR 💫

 

وَإِنَّمَا سُمِّيَتْ لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ قَدْرًا لِأَنَّ فِيْهَا تَقْدِيْرُ ٱلْأُمُوّرِ وَالْأَحْكَامِ وَالْأَرْزَاقِ وَالْآجَالِ وَمَايَكُوْنُ فِيْ تِلْكَ ٱلسَّنَةِ إِلیٰ مِثْلِ هٰذِهِ ٱللَّيْلَةِ مِنَ ٱلسَّنَةِ ٱلْمُقْبِلَةِ يُقَدّرُاللّٰهُ تَعَالیٰ ذٰلِكَ فِيْ بِلَادِهِ وعِبِادِهِ. وَمَعْنیٰ هٰذَا أَنَّ اللّٰهَ تَعَالیٰ يَظْهَرُ ذٰلِكَ لِلْمَلٓائِكَةِ وَيَأْمُرُهُمْ بِفِعْلِ مَا هُوَ مِنْ وَظِيْفَتِهِمْ بِأَنْ يَكْتُبَ لَهُمْ مَاقَدْرَهُ فِيْ تِلْكَ ٱلسَّنَةِ وَيَعْرِفُهُمْ إِيَّاهُ وَلَيْسَ ٱلْمُرَادُ مِنهُ أَنْ يَحْدِثَهُ فِيْ تِلْكَ ٱلْلَّيْلَةِ، لِأَنَّ اللّٰهَ قَدْرَ ٱلْمَقَادِرِ قَبّلَ أَنْ يَخْلُقَ ٱلسَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ فِيْ الْأَزَلِ. قِيْلَ لِلْحُسَيْنِ بْنِ ٱلْفَضَلِ أَلَيْسَ أَنَّهُ قَدَرَ اللّٰهُ ٱلْمَقَادِرِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ ٱلسَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ؟ قَالَ نَعَمْ، قِيْلَ لَهُ فَمَا مَعْنیٰ لَيْلَةَ ٱلْقَدْرِ؟ قَالَ سَوْقُ ٱلْمَقَادِرِ إِلیٰ ٱلْمَوَاقِيْتِ وَتَنْفِيْدِ ٱلْقَضَآءِ ٱلْمُقَدِّرِ. " تَفْسِيْرُ لُبَابٍ ".
Adapun sampai dinamai Lailatul-Qodar suatu taqdir Allah karena didalamnya terdapat putusan beberapa perkara yang terkait dengan hukum, rizqi dan ajal dan sesuatu yang ada pada seputar tahun ini dan tahun depan dapat ditentukan pada malan itu dan Allah taqdirkan baik yang ada dalam negara dan hambahNya. 
Pada pengertian lain sesungguhnya Allah Ta'ala telah memperjelas kepada para Malaikat dan memerintahkannya untuk melakukan penjagaan secara insentive untuk mencatat apa yang sudah ditaqdirkan oleh Allah pada tahun itu, bukan berarti yang dimaksud catatan malam tersebut merupakan hal yang baru akan tetapi pada haqiqatnya Allah SWT telah menaqdirkan beberapa taqdirnya sebelum menciptakan tujuh langit dan bumi pada zama Azali. 
Telah dikatakan kepada Husain bin Fadhol, dalam sebuah pertanyaan : apakah taqdir Allah tersebut diciptakan sebelum Allah menciptakan langit dan bumi? Maka menjawablah Imam Husain bin Fadhol, betul adanya, dikatakan kepadanya, apa malna Lailaul Qodar, maka menjawablah Imam Husain bin Fadlol : Bahwa rindu terhadap beberapa ketentuan yang sudah diagendakan oleh Sang Pemutus qodar. ( Kitab Tafsir Lubab ).
وَإِنَّمَاسُمِّيتْ لَيْلَةُ ٱلقَدْرِ، لِأَنّهَا بِقَدْرٍ فِيْهَا الْأُمُوْرُ وَالْأَحْكَامِ كُلِّهَا مِنْ تِلْكَ ٱلسَّنَةِ ٱلقَابِلَةِ، ثُمَّ تَسْلَمُ ٱلْمُدَبِّرَاتِ دَفْدَرَ ٱلرَّحْمَةِ وَٱلعَذَابِ إلیٰ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، وَدَفْتَرَ ٱلنَّبَاتِ وَالْأَرْزَاقِ إلیٰ مِيْكَائِيْلَ عَلَيْهِ السّلامُ، وَدَفْتَرَ الْأَمْطَارِ والرِّيَاحِ إلیٰ إسْرَافِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، وَدَفْتَرَ قَبْضَ ٱلرُّوْحِ وَإنْقَضَآءِالْآجَالِ إلیٰ عِزْرَائِيْلَ عَليْهِ السَّلاَمُ لِقَولِهِ تَعَالیٰ " فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ ". أَوْ الْقَدْرُ بِمَعْنیٰ ٱلضَّيِّقُ، لِأنَّ الْأرْضَ تَضَيَّقُ تِلْكَ اللَّيْلَةَ لِكَثْرَةِ نُزُوْلِ ٱلمَلَائِكَةِ عَلَيْهِمُ ٱلسَّلاَمُ " مشكاة الأنوار ".
Dinamakan Lailatul Qodar, karena malam itu Allah ﷻ telah menetapkan beberapa perkara, dan hukum secara keseluruhan dalam tahun ini dan tahun depan kemudian untuk diderahkan berupa daftar rahmat dan adzab kepada Malaikat Jibril AS, daftar tetumbuhan kepada malaikat Mikail AS, daftar turunnya hujan dan angin kepada Malaikat Israfil AS, daftar pencabut ruh dan penentuan ajal oleh Malaikat Izroil AS, sebagaimana firman Allah Ta'ala : " Pada Malam Qodar itu Allah ﷻ tentukan beberapa ketetapan yang sesuai dengan hukumNya ".
Makna " ٱلقدر " seolah-olah bumi pada malam itu terasa sempit karena banyaknya turunnya para Malaikat AS " Kitab Misykatul Anwar ".