Tampilkan postingan dengan label kajian subuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kajian subuh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2025

🌻 KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA 🌻


ٱلثَّانِيَةُ : صَلَاةُ ٱلضُّحیٰ : وَتُسَمّیٰ صَلَاةُ ٱلْأَوَابِيْنَ.

- فَضْلُهَا : وَرَدَ فِيْهَا ٱلْكَثِيْرُ مِنَ ٱلْأَحَادِيْثَ، مِنْهَا : " مَنْ حَافَظَ عَلیٰ شُفْعَةِ ٱلضُّحیٰ غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ ٱلْبَحْرِ ". ٢ وَ" مَنْ صَلّیٰ ٱلضُّحیٰ رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُكْتَبْ مِنَ ٱلْغَافِلِيْنَ " ٢ وَ " لَايُحَافِظُ عَلیٰ صَلَاةِ ٱلضُّحیٰ إِلَّا أَوَّابُ " ٣، وَفيْ حَدِيْثِ ٱلْقُدُسِيِّ : " إِبنَ آدَمَ، صِلِّ لِيْ مِنْ أَوَّلِ ٱلنَّهَارِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ آخِرَهُ " ٤، وَ : يُصْبِحُ عَلیٰ كُلِّ سُلَامیٰ مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ، وَنَهْيٌ عَنِ ٱلْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ، وَيُجْزِئُ عَنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ ٱلضُّحیٰ " ٥.

Sholat Dhuha, disebut juga sholat Al-Awwabin.

Banyak hadits yang menjelaskan tentang keutamaan sholat dhuha, diantaranya adalah Sabda Nabi Muhammad ﷺ : " Bagi siapapun yang menjaga sholat Dhuha, maka akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak busa di lautan." " Bagi siapapun yang melakukan sholat dua rokaat maka tidak akan ditulis dalam golongan orang-orang yang lupa." " Tidak akan menjaga sholat Dhuha kecuali orang yang kembali kepada Allah ".

Dalam sebuah Hadits Qudsi disebutkan " Wahai Anak Adam, sholatlah empat rokaat padaku pada awal siang, niscaya aku akan mencukupi dirimu di akhir siang ". Dan setiap anggota badan itu bisa melakukan sedekah, memerintah kebagusan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan sudah dianggap cukup dari itu semua adalah dua rokaat sholst dhuha".

- وَقْتُهَا مِنِ ٱرْتِفَاعِ ٱلشَّمْسِ قَدْرَ رُمْحٍ إلیٰ ٱلزَّوَالِ.

- عَدَدُرَكَعَاتِهَا : أَقَلُهَا : رَكْعَتَانِ، وَأَكْثَرُهَا وَأَفْضَلُهَا : ثَمَانٌ ٦

- وَالْأَفْضَلُ فِيْهَا أنْ يُسَلِّمَ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ.

▶ Waktu sholat Dhuha :

Waktu sholat mulai dari naiknya Matahari seukuran satu tumbak sampai tergelincirnya Matahari.


▶ Jumlah Rokaat sholat Dhuha,

Minimal sholat Dhuha adalah dua rokaat. Yang paling maksimal dan utama adalah delapan rokaat. Yang paling utama dalam melaksanakan sholat Dhuha adalah melakukan salam setiap dua rokaat.

وَيَقْرَأُ فِيْهِمَا مَاشَآءَ، وَٱلْأَفْضَلُ سُوْرَتَا : ٱلشَّمْسِ وَٱلضُّحیٰ، أوِ ٱلْكَافِرُوْنَ وَٱلْإِخْلَاص ١

Saat melakukan sholat Dhuha sunnah membaca sutat apapun, yang lebih utama adalah membaca dua surat as-Syamsi dan ad-Dhuha atau surat al-Kafirun dan surat al- Ikhlash.

Mugi manfaat dan mohon maaf bila terdapat khilaf, kami nuqil dari kitab Fiqih " تَقْرِيْرَاتُ ٱلسَّدِيْدَةْ " Tentang Sholat Dhuha, halaman 283-284

والله ٱلموفق إلی أقوم ٱلطريق،

ٱلفقير إلی رحمة اللـــه،

Moch Turchan Amar,

Masjid Al-Ikhlas Sidoarjo, 02 Jumadil Ula 1447H / 24 Oktober 2025M

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭


https://www.youtube.com/watch?v=Ymy7ZxZowuw

Kamis, 09 Oktober 2025

🍀PERMASALAHAN TENTANG SHOLAT JUM'AT 🍀١ - إِدْرَاكُ ٱلْجُمْعَةِ

: إِذَا أَدْرَكَ رَكْعَةً مَعَ ٱلْإِمَامِ أَدْرَكَ ٱلْجُمْعَةِ "١" وَيُدْرِكُهَا كَذَلِكَ إِذَا أَدْرَكَ مَعَ مَسْبُوْقٍ رَكْعَةً عِنْدَ إِبْنِ حَجَرٍ، خِلَافًا لِلرَّمْلِيِّ،
كَمَاقَالَ صَاحِبُ " صَفْوَةَ ٱلزُّبَدِ " :
............ # وَجُمْعَةٌ يُدْرِكُهَا بِرَكْعَةٍ.

1. Menemukan sholat jum'at. Makmum yang bisa bersama dengan imam dalam satu rokaat, maka ia mendapatkan sholat jum'at. Menurut Ibnu Hajar, jika makmum masbuq, maka ia bisa mendapatkan jum'at dengan melakukan ruku' bersama imam, berbeda dengan pendapat Imam Ramli. Sebagaimana yang diungkapkan penyusun " Shofwatu az-Zibad "
............# Sholat jum'at bisa didapat dengan melakukan satu rokaat bersama imam ".
٢ - ٱلْمَسْبُوْقُ ٱلّذِيْ لَمْ يُدْرِكْ رُكُوْعَ ٱلرَّكْعَةَ ٱلثَّانِيَّةِ : يَنْوِي ٱلْجُمْعَةَ "٢" وَيُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ ظُهْرًا، وَهٰذَا مَعْنیٰ قَوْلِ بَعْضِهِمْ : " لَنَا شَخْصٌ صَلَّیٰ وَلَانَویٰ، وَنَویٰ وَلَا صَلَّیٰ " 

2. Makmum masbuq yang tidak dapat melakukan ruku' pada rokaat keduanya imam, maka hukumnya wajib niat melaksanakan sholat jum'at namun melakukan empat rokaat, dan ini adalah makna dari ungkapan sebagian Ulama' : " Ada seorang yang melaksanakan sholat tapi dia tidak niat, dan melakukan niat tapi dia tidak sholat".
٣ - حُكْمُ ٱلْإِسْتِغَالِ عَنْ صَلَاةِ ٱلْجُمْعَةِ بَعْدَ ٱلأَذَانِ ٱلثَّانِيْ : يَحْرُمُ ٱلْإِسْتِغَالُ عَنْهَا بَيْعٍ أَوْنَحْوِهِ "٣"، وَيُكْرَهُ إِنْ كَانَ بَعْدَ ٱلزَّوَالِ وَقَبْلَ أَذَانِ ٱلثَّانِي،

3. Hukum menyibukkan diri dengan selain yang terkat dengan sholat jum'at setelah adzan kedua. Haram menyibukkan diri dengan melakukan jual beli dan atau sejenisnya. Dan hukumnya makruh melakukan hal diatas setelah masuk waktu Dhuhur dan sebelum adzan kedua.
٤ - حُكْمُ ٱلسَّفَرِ يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ : يَحْرُمُ ٱلسَّفَرُ إِذَا تَيَقَّنَ أَوْغَلَبَ عَلیٰ ظَنِّهِ أَنَّهُ لَايَدْرِكُ ٱلْجُمُعَةَ فِيْ مَقْصِدِهِ أَوْفِيْ طَرِيْقَهِ، وَإِلَّا فَيَجُوْزُ. 

4. Hukum bepergian di hari jum'at. Haram bepergian di hari jum'at jika yakin atau punya dugaan kuat tidak akan bisa melaksanakan sholat jum'at ditempat tujuan atau di tengah perjalanan. Jika tidak demikian, maka hukumnya diperbolehkan.
Megi manfaat dan mohon maaf bila terdapat kekhilafan.
Kami nuqil dari kitab Fiqih " تَقْرِيْرَاتُ ٱلسَّدِيْدَةُ " pada bab permasalahan sholat jum'at halaman 339.
واللّٰهُ ٱلْموفق إلی أقوم ٱلطريق،
ٱلفقير إلی رب ٱلجليل،
Moch Turchan Amar, 
Al-Ikhlas Sidoarjo, 17 Robiul Akhir 1447 H/10 Oktober 2025 M.

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

Kamis, 02 Oktober 2025

👑 KESUNNAHAN KHUSUS BAGI KHOTIB DAN IMAM JUM'AT 👑

👑 KESUNNAHAN KHUSUS BAGI KHOTIB DAN IMAM JUM'AT 👑

ٱلسُّنَنُ آلْمُخْتَصَةُ بِالْخَطِيْبِ وَٱلْإِمَامِ :
١ - أنْ تَكُوْنَ ٱلْخُطْبَةُ عَلیٰ آلْمِنْبَرِ أَوْعَلیٰ مُرْتَفِعٍ، ٣-
٢ - أَنْ يُسَلِّمَ عِنْدَ دُخُوْلِهِ وَعِنْدَ ٱلْمِنْبَرِ قَبْلَ صُعُوْدِهِ ٤-
٣ - أَنْ يُقّبِلَ عَلیٰ ٱلمُصَلِّيْنَ ٥- بَعْدَ صُعُوْدِهِ، وَيُسَلِّمُ عَلَيّهِمْ،
٤ - أَنْ يَجْلِسَ حَالَةَ ٱلْأٰذَانِ،
٥ - أَنْ يُبَادِرَ إلیٰ ٱلْخُطْبَةِ بَعْدَ فِرَاغِ ٱلْأٰذَانِ،
٦ - أَنْ يُرَتِّبَ بَيْنَ ٱلْأَرْكَانِ ٱلْخُطْبَةِ،
٧ - أَنْ تَكُوْنَ ٱلْخُطْبَةُ بَلِيْغَةً ١- مَفْهُوْمَةً ٢- قَصِيْرَةً ٣-،
٨ - أَنْ لَايَلْتَفِتَ يَمِيْنًا وَلَا شِمَالًا أثْنَآءَهَا،
٩ - أنْ يَعْتَمِدَ بِيَسَارِهِ عَلیٰ سَيْفٍ أوْ عَصًا أوْنَحْوِهِمَا،
١٠ - أَنْ يَعْتَمِدَ بِيَمِيْنِهِ عَلیٰ ٱلْمِنْبَرِ،

1. Melaksanakan khutbah jum'at diatas mimbar atau tempat yang tinggi.
2. Mengucapkan salam saat masuk masjid dan ketika hendak naik mimbar.
3. Menghadap para jama'ah dan mengucapkan salam pada mereka setelah naik mimbar.
4. Duduk ketika adzan dikumandangkan.
5. Segera membaca khutbah setelah adzan selesai.
6. Membaca rukun-rukun khutbah dengan tertib.
7. Membaca khutbah dengan fasih, dapat difahami dan ringkas dan padat.
8. Tidak menoleh kekanan dan kekiri saat khutbah.
9. Memegang Pedang, tongkat, atau sejenisnya dengan tangan kiri.
10. Berpegang ke mimbar dengan tangan kanan.

١١ - أَنْ يَكُوْنَ جُلُوْسُهُ بَيْنَ ٱلْخُطْبَتَيْنِ بقَدْرِ سُوْرَةِ ٱلْإِخْلَاصِ،
١٢ - أَنْ يَتَيَامَنَ فِيْ ٱلْمِنْبَرِ ٱلْوَاسِعِ،
١٣ - أَنْ يَخْتِمَ ٱلْخُطْبَةَ ٱلثَّانِيَةَ بَقَوْلِهِ " أَسْتَغْفِرُ ٱللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ ".
١٤ - أَنْ لَا يُشِيْرَ بَيَدِهِ إِلَّالِحَاجَةٍ، فَيُشِيْرُ بِالشَّبَابَةِ،
١٥ - أنْ لَايَدُقَّ دَرَجَةَ ٱلْمِنْبَرِ بِرِجْلِهِ أَوْ عَصَاهُ،
١٦ - عَدَمُ ٱلْإِسْرَاعِ فِيْ ٱلثَّانِيَةِ،
١٧ - قِرَآءَةُ سُوْرَةِ " قٓ " بَعْدَ قِرَآءَةِ ٱلْأٓيَةِ.
١٨ - أَنْ يُبَادِرَ ٱلْمُؤَذِّنُ فِيْ ٱلْإِقَامَةِ بَعْدَ ٱلْفِرَاغِ مِنَ ٱلْخُطْبَةِ مُبَاشِرَةِ،
١٩ - أَنْ يُبَادِرَ ٱلْإِمَامُ بَعْدَ ٱلْخُطْبَةِ إلیٰ ٱلصَّلَاةِ.
٢٠ - أَنْ يَقْرَأَ فِيْ ٱلصَّلَاةِ جَهْرًا سُوْرَتَيْ ٱلْجُمْعَةِ وَٱلْمُنَافِقِيْنَ، أَوِ ٱلْأَعْلیٰ وَٱلْغَاشِيَةِ ٤-.

11. Duduk diantara dua khutbah selama waktu yang cukup untuk membaca surat ألْإِخْلَاصْ
12. Berada di mimbar sebelah kanan jika mimbarnya lebar.
13. Mengakhiri khutbah kedua dengan ucapan " أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ " Aku meminta kepada Allah untuk diriku dan kalian ".
14. Tidak memberi isyarat dengan tangan tanpa ada hajat. Dan bila ada hajat, maka cukup memberi isyarat dengan jari telunjuk.
15. Tidak menggedor tangga mimbar dengan kaki atau tongkatnya.
16. Tidak tergesa-gesa pada khutbah kedua.
17. Membaca surat " قٓ " setelah membaca ayat.
18. Mu'adzin langsung segera iqomah setelah khotib selesai dari khutbah kedua.
19. Imam segera sholat setelah khutbah.
20. Sa'at sholat, membaca surat al-Jum'at dan al-Munafiqin, atau surat al-A'la dan al-Ghosyiyah dengan suara keras.
Mekaten mugi manfaat, mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari kitab Fiqih " تقريرات ٱلسديدة " pada Bab Khusus Sunnahnya Khotib Jum'at halaman 337-338.

والله ٱلموفق إلی أقوم ٱلطريق،
ٱلفقير إلی رحمة اللّه،

Moch Turchan Amar,
Sidoarjo, masjid Al-Ikhlas, 11 Robiul-Akhir 1447 H/03 Oktober 2025 M.

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

Kamis, 28 Agustus 2025

🍁RUKUN DAN SYARAT KHUTBAH JUM'AT 🍁

🍁RUKUN DAN SYARAT KHUTBAH JUM'AT 🍁

أرْكَانُ خُطْبَتَيْ ٱلْجُمْعَةِ وَشُرُوْطُهُمَا.
أَرْكَانُ ٱلْخُطْبَتَيْنِ : خَمْسَةٌ :
١ - حَمْدُ ٱللّٰهِ فِيْهِمَا : فَلَا بُدَّ مِنْ لَفْظِ " ٱلْحَمْدِ " أَوْ مَاٱسْتُقَّ مِنْهُ، وَلَا يَكْفِي : " ٱلشُّكْرُ لِلّٰـــــهِ "
٢ - ٱلصَّلَاةُ عَلَیٰ ٱلنَّبِيِّ ﷺ فِيْهِمَا بِأَيِّ صِيْغَةٍ، وَلَايَكْفِيْ : ( رَحِمَ ٱللّٰهُ مُحَمَّدًا ) أَوْ : ( صَلَّیٰ ٱللّٰهُ عَلَيْهِ ) وَإنْ عَادَ عَلیٰ مَذْكُوْرٍ، وَلَايُشْتَرَطُ لَفْظُ ( مُحَمَّدٍ ) 
٣ - ٱلْوَصِيَّةُ بِالتَّقْویٰ فِيْهِمَا : وَهِيَ إِمْتِثَالُ ٱلْأَوَامِرِ وَٱجْتِنَابُ ٱلنَّوَاهِي، فَلَا بُدَّ مِنَ ٱلْحِثِّ عَلیٰ ٱلطَّاعَةِ أَوِ ٱلزَّجْرِ عَنِ ٱلْمَعْصِيَةِ بِنَحْوِ : ( إِخْذَرُوْا عِقَابَ اللّٰهِ أَوِ ٱلنَّارِ )، وَلَا يَكْفِي ٱلتَّخْذِيْرُ مِنَ ٱلدُّنْيَا،
٤ - قِرَآءَةُ آيَةِ مِنَ ٱلْقُرْآنِ فِيْ إِحْدَاهُمَا : وَٱلْأَفْضَلُ أَنْ تَكُوْنَ فِيْ خُطْبَةِ ٱلْأُوْلیٰ لِتَتْعَادِلَ ٱلْخُطْبَتَانِ، وَشَرْطُ ٱلْأٓيَةِ : أَنْ تَكُوْنَ مُفْهِمَةً وَكَامِلَةً عِنْدَ إِبنِ حَجَرٍ، وَعِنْدَ آلرَّمْلِي : يَكْفِي وَلَوْ بَعْضُ آيَةٍ إِذَا كَانَتْ مُفْهِمَةً.
٥ - ٱلدُّعَآءُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ فِيْ ٱلثَّانِيَةِ، : وَشَرْطُهُ : أَنْ يَكُوْنَ أُخْرَوِيًّا لَادُنْيَاوِيًّا، وَلَابَأْسَ بِتَخْصِيْصِهِ لِلسَّامِعِيْنَ، وَيُسَنُّ ٱلدُّعَآءُ لِوُلَاةِ ٱلْأَمْرِ.

🔰 RUKUN DUA KHUTBAH ADA LIMA :

1. Membaca hamdalah di kedua khutbah. Maka wajib mengucapkan lafadz " ٱلْحَمْدُ "atau lafadz yang tercetak darinya, dan tidak cukup dengan mengucapkan " ٱلشُّكْرُ لِلّٰهِ ".

2. Membaca sholawat untuk Baginda Nabi Muhammad ﷺ di kedua khutbah dengan bentuk sholawat apapun. Tidak cukup dengan mengucapkan " رَحِمَ ٱللّٰهُ مُحَمَّدًا " walaupun dhomirnya kembali ke lafadz yang telah diucapkan sebelumnya. Tidak disyaratkan harus lafafz " مُحَمَّدًا ".

3. Wasiat taqwa di kedua khutbah. Taqwa adalah mengikuti segala perintah dan menjauhi segala larangan. Maka bentuk wasiat harus mengandung dorongan untuk taat dan mencegah dari maksiat dengan mengucapkan sesama lafadz " إِخْذَرُوْا عِقَابَ اللّٰهِ أَوِٱلنَّارِ " Takutlah kalian kalian pada siksa Allah SWT atau neraka ". Tidak cukup dengan nakut-nakuti tentang urusan dunia.

4. Membaca ayat al-Qur'an di salah-satu khutbah. Yang utama adalah membaca ayat di khutbah yang pertama agar seimbang diantara dua khutbah. Syarat ayat yang dibaca menurut Imam Ibnu Hajar harus berupa ayat yang memahamkan dan minimal sempurna satu ayat, sedangkan menurut Imam Romli, cukup membaca sebagian ayat yang bisa memberi kefahaman.

5. Do'a untuk kaum mukminin pada khutbah kedua. Syarat do'a harus bernilai akhirat tidak cukup yang bernilai duniawi. Tidak masalah mengkhususkan do'a pada orang-orang yang mendengarkan saja. Sunnah berdo'a untuk para pemimpin.
Mekaten mugi manfaat dan mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari Kitab Fiqih " تقريرات ٱلسديدة " pada Bab Rukun dan Syarat Khutbah Jum'at pada halaman 331.

والله ٱلموفق إلی أقوم ٱلطريق،
ٱلفقير إلی رحمة الله،

Moch Turchan Amar,
Sidoarjo, 05 Robi'ul Awwal 1447 H/29 Agustus 2025 M.

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭



Kamis, 07 Agustus 2025

⏰ PERMASALAHAN TENTANG JAMA' TAQDIM ⚡

مَسَائِلُ فِيْ جَمْعِ تَقْدِيْمٍ :
١ - ٱحْرَمَ بِالأُوْلیٰ وَلَمْ يَكُنْ مُسَافِرًا، ثُمَّ سَافَرَ فِيْ أَثْنَآئِهَا، فَهَلْ يَجُوْزُ لَهُ ٱلْجَمْعُ؟ 
نَعَمْ، يَجُوْزُلَهُ ٱلْجَمْعُ، فَلاَ يُسْتَرَطُ وُجُوْدُ ٱلسَّفَرِ ( وَمِثْلُهُ أَيُّ عُذْرٍ ) عِنْدَ ٱلْإِحْرَامِ بِالصَّلَاةِ ٱلْأُولیٰ، بَلْ يُسْتَرَطُ وُجُوْدُهُ خ
حِيْنَ نِيَّةِ ٱلْجَمْعِ، وَيُتَصَوَّرُ ذَلِكَ فِيْ ٱلسَّفِيْنَةِ أَوِٱلقِطَارِ أَوْنَحْوِهِمَا.

1. Ketika Takbir sholat yang pertama belum berstatus musafir, kemudian dipertengahan sholat sudah berststus musafir, apakah boleh baginys menjama' sholat?
Jawabnya boleh melalukan jama', karena perjalanan atau udzur-udzur yang lain tidak disyaratkan harus wujud saat takbir sholat yang pertama, namun yang disyatatkan adalah udzur-udzur tersebut wujud saat niat jama'. Hal semacam ini terjadi pada pengendara perahu, kereta atau sejenisnya.

٢ - نَویٰ جَمْعَ التَّقْدِيمِ فِيْ ٱلصَّلَاةِ ٱلْأُوْلیٰ، ثُمَّ بَعْدَ ٱلصَّلَاةِ - لَمْ يُرِدْ ٱلجَمْعِ، فَلاَ شَيْئَ عَلَيْهِ، فَيُصَلِّی ٱلثَّانِيَةِ فِيْ وَقْتِهَا.

2. Jika niat melaksanakan jama' taqdim saat sholat yang pertama, kemudian setelah sholat ia berubah niat dan tidak ingin melakukan jama', maka tidak dipermasalahkan dan diperbolehkan untuk melaksankan sholat kedua pada waktunya.

٣ - صَلّیٰ ٱلظُّهْرَ وَٱلْعَصْرَ، أَوِٱلْمَغْرِبَ وَٱلْعِشَآءَ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ، ثُمَّ أَقَامَ فِيْ أَثْنَآءِ وَقْتِ ٱلْأُوْلیٰ قَبْلَ دُخُوْلِ وَقْتِ ٱلثَّانِيَّةِ، فَلَايَجِبُ إِعَادَةُ الصَّلَاَةِ ٱلثَّانِيَةِ فِيْ وَقْتِهَا.

3. Jika sudah melakukan jama' taqdim dhuhur dan ashar, maghrib dan isya', kemudian ia muqim dipertengahan waktu sholat yang pertama dan sebelum masuk waktu sholat yang kedua, maka tidak wajib mengulangi sholat yang kedua pada waktunya.

شُرُوْطُ جَمْعِ تَأْخِيْرِ : إِثْنَانِ :
١ - نِيَّةُ ٱلتَّأْخِيْرِ وَقَدْ بَقِيَ مِنْ وَقْتِ ٱلْأُوْلیٰ مَايَسَعُهَا، أَيْ : يَدْخُلُ وَقْتُ نِيَّةِ ٱلتَّأْخُيْرِ بِدُخُوْلِ وَقْتِ ٱلصَّلاَةِ وَيَنْتَهیٰ إِلیٰ أَنْ يَبْقیٰ مِنْ وَقْتِهَا مَايَسَعُ ٱلصِّلَاةَ عِنْدَ ٱلرَّمْلِيِّ، وَعِنْدَ إِبْنِ حَجَرٍ : يَسْتَمِرُّ وَقْتُهَا إِلیٰ أنْ يَبْقیٰ قِدْرُ رَكْعَةٍ.

💎 Syarat Jama' Ta'khir ada dua :
1. Niat jama' ta'khir saat waktu sholat yang pertama masih muat untuk digunakan melaksanakan sholat pertama. Maksudnya, masuknya waktu niat jama' ta'khir bersamaan dengan masuknya waktu sholat pertama sampai sisa waktu yang cukup digunakan melaksanakan sholat pertama, pendapat ini menurut ar-Ramli. Sedangkan menurut Ibnu Hajar, sampai sisa waktu yang cukup untuk satu rokaat.

٢ - دَوَامُ ٱلْعُذْرِ إِلیٰ تَمَامِ ٱلصَّلَاةِ ٱلثَّانِيَةِ، أَيْ : نِيَّتِهَا، فَلَوْ أَقَامَ فِيْ أَثْنَآئِهَا أَوْقَبْلَهَا صَارَتْ أَدَاءًا 
وَالصَّلَاةُ ٱلْأُوْلیٰ قَضَآءً بِدُوْنِ إِثْمٍ وَلَاكَرَاهَةٍ.

2. Udzur masih wujud hingga selesai melaksanakan sholat kedua. Jika muqim di pertengahan sholat kedua atau sebelumnya, maka sholat kedua statusnya Ada' sedangkan sholat pertama adalah qadla', namun tidak berdosa dan tidak makruh.
Mugi manfaat mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari kitab Fiqih " تقريرات ٱلسديدة " pada Bab Sholat Jama' halaman 320-321
والله الموفق إلی أقوم الطريق،
ألفقير إلی رحمة الله،
Moch Turchan Amar,
Sda, 14 Shafar 1447 H/08 Agustus 2025 M.

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭