Tampilkan postingan dengan label tarhim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tarhim. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2025

❄ HAL- HAL YANG MEMBATALKAN SHOLAT ❄

بَابُ مُبْطِلَاتِ ٱلصَّلَاةِ، وَهِيَ أَرْبَعَةٌ :

Hal-hal yang membatalkan sholat ada empat :

ٱلْأَوَّلُ : ٱلْكَلَامُ، وَفِيْهِ تَفْصِيْلٌ :

١- إِذَا كَانَ كَثيْرًا ( أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ١، فَأكْثَرَ) : يُبْطِلُ مُطْلَقًا، سَوَآءٌ أكَانَ مُتَعَمِّدًا أَمْ نَاسِيًا.

ب - إِذَا كَانَ قَلِيْلًا ( أَقَلَّ مِنْ أَرُبَعِ كَلِمَاتٍ عُرْفِيَّةٍ ) فَيُبْطِلُ إِذَا كَانَ مُتَعَمِّدًا.

 ❉ Pertama : Berbicara. Ada beberapa perincian dalam hal ini ;

a. Ketika yang di ucapkan banyak ( empat kalimat atau lebih ), maka sholatnya batal secara mutlak, baik sengaja atau lupa.

b. Ketika yang di ucapkan sedikit ( tidak lebih dari empat kalimat secara urf), maka sholatnya batal jika di sengaja.


  ✿ ضَابِطُ ٱلْكَلَامِ الَّذِيْ يُبْطِلُ الصَّلاَةِ : هُوَ الْكَلاَمُ الصَّالحُ لِخِطَابِ ٱلْأَدَمِيِّيْنَ.

✪ Batasan ucapan yang bisa membatalkan sholat adalah ucapan yang layak digunakan komunikasi dengan manusia.

◊ مَسَآئِلُ فِيْ ٱلْكَلَامِ فِيْ الصَّلَاةِ. 

(١) لَايُبْطِلُ ٱلْكَلاَمُ الْقَلِيْلُ فِيْ ثَلاَثِ حَالَاتٍ :

١- إِذَا كَانَ نَسِيًا ،

٢- إِذَا كَانَ جَاهِلًا ٣،

٣- إِذَا سَبَقَ لِسَانُهُ.

۞ Permasalah Ucapan di Dalam Sholat:

1. Ucapan sedikit tidak akan membatalkan sholat dalam tiga keadaan:

- Ketika lupa

- Ketika tidak tahu tentang keharamannya.

- Ketika lisannya tidak sengaja mengucapkan.

(٢). ٱلنُّطْقُ بِحَرْفٍ وَاحِدٍ : لَايُبْطِلُ وَإِنْ كَانَ مُتَعَمِّدًا، إِلَّا فِيْ ثَلَاثِ حَالَاتٍ، فَإِنَّهُ يُبْطِلُ :

١- إِذَا كَانَ ٱلْحَرْفُ مَمْدُوْدًا.

٢- إِذَا كَانَ مُفْهِمًا، كَقَوْلِ (قِ) مِنَ الْوِقَايَةِ، أَوْ (عِ) مِنَ الْوِعَايَةِ. 

٣- إِذَا كَانَ بِقَصْدِ ٱللِّعَبِ.

(2). Mengucapkan satu huruf tidak membatalkan sholat meskipun dengan sengaja kecuali dalam tiga keadaan, maka bisa membatalkan sholat :

- Ketika membaca Mad (panjang).

- Ketika memahamkan seperti ucapan (قِ) dari masdar " ٱلْوِقَايَةُ " yang mengandung makna " jagalah ", atau ucapan (عِ) dari masdar " ٱلْوِعَايَةُ" yang mengandung makna kumpulkan.

- Ketika bertujuan main-main.

كَمَاقَالَ صَاحِبُ " صَفْوَةُ الزُّبَدِ " 

..............# وَتَرْكُهُ عِمْدًاكَلَامًا لِلْبَشَرِ،

حَرْفَيْنِ أَوْحَرْفًا بِمَدِّ صَوْتَكَا # أَوْمُفهِمٍ، وَلَوْ بِضِحْكٍ أَوْبُكَا.

أَوْ ذِكْرٍ أَوْقِرَاءَةٍ، تَجَرَّدَا # لِلْفَهْمِ، أَوْ لَمْ يَنْوِ شَيْئًاأَبَدَا.

أَوْ خَاطِبَ الْعَاطِسَ بِالتَّرَاحُّمِ # أَوْرَدَّ تَسْلِيْمًا عَلیٰ الْمُسَلِّمِ.

Sebagaimana yang di ungkapkan oleh penyusun syair Shafwatu az-Zubad:

............... # Tidak bicara pada manusia secara sengaja.

Dengan dua huruf atau satu huruf dengan membaca Mad, atau memahamkan meskipun di sertai tertawa atau menangis.

Atau dzikir dan bacaan yang bertujuan intuk memberi pemahaman saja atau tidak niat apapun.

Atau berbicara pada orang yang bersin dengan do'a يَرْحَمْكَ اللّٰهُ, 

Atau menjawab salam pada orang yang sedang mengucapkan salam.

Mugi manfaat, pangapunten bilih wonten khilaf.

Kami nuqil dari kitab Fiqih " تَقْرِيْرَاتُ السَّديْدَةُ pada Bab Batalnya sholat halaman 260-261

والله الموفق إلی أقوم الطريق،

الفقير ألی رب الجليل

Moch Turchan Amar, 

masjid Ikhlas WBA, Jum'at legi, 24 Rajab 1446 H./24 Januari 2025

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=6_fFRn6JKUg

Kamis, 16 Januari 2025

Kemakruhan di tinjau dari pelaksanaan sholat.

 💠Keempat : Kemakruhan di tinjau dari pelaksanaan sholat.

(٤). مَكْرُوْهَاتٌ مِنْ نَاحِيَّةِ فِعْلِهَا وَهِيَ : إثْنَتَا وَعِشْرِيْنَ.

١ - كَفُّ شَعْرِهِ وَثَوْبِهِ (٢)

٢ - رَفْعُ الْبَصَرِ إِلیٰ السَّمآءِ.

٣ - وَضعُ الْيَدِ عَلیٰ خَاصِرَتِهِ.


٤ - مَسْحُ جَبْهَتِهِ وَتَسْوِيَةُ الْحصیٰ فُيْ مَحَلِّ السُّجُوْدِ.

٥ - ٱلنَّقْرُ فِيْ السُّجُوْدِ كَالْغُرَابِ.

1. Melipat rambut dan pakaian.

2. Memandang ke arah atas.

3. Meletakkan kedua tangan di pinggang (jawa walangkerik).

4. Mengusap kening dan membersihkan kerikil di tempat sujud.

5. Mencocokkan hidung saat sujud seperti burung gagak.

٦ - جِلْسَةُ ٱلْإِقْعَاءِ كَالْكِلَابِ، صُوْرَتُهَا : أَنْ يَجْعَلَ أَلْيَتَيْهِ عَلیٰ الْأَرْضِ وَكَذٰلِكَ رِجْلَيْهِ، وَيَنْصِبَ سَاقَيْهِ.

٧ - ٱلْجُلُوْسُ مَادًّا رِجْلَيْهِ لِلْقِبْلَةِ.

٨ - ٱلْإِلْتِفَاتُ بِوَجْهِهِ لِغَيْرِ حَاجَةٍ.

٩ - ٱلْبَصْقُ فِيْ غَيْرِ ٱلْمَسْجِدِ : عَنْ يَمِيْنِهِ أَوْقُبَالَتِهِ.

١٠ - ٱلْقِيَامُ عَلیٰ رِجْلٍ وَاحِدَةٍ، وهُوَ مَا يُسَمَّیٰ ( ٱلصَّفْنُ )

6. Duduk Iq'a' seperti anjing. Bentuknya adalah meletakkan kedua pantat dan kedua kaki di lantai dan menegakkan kedua betis.

7. Duduk dengan menjulurkan kedua kaki ke arah qiblat.

8. Menoleh tanpa ada hajat.

9. Meludah kesamping kanan atau kedepan di luar masjid.

10. Berdiri hanya pada kaki satu, dan ini di sebut as-shafnu.

١١ - لَصْقُ إحْدٰی رِجْلَيْنِ بِالْأُخْریٰ للرَّجُلِ، وَهُوَ مَايُسَمَّی ( ٱلصَّفْدُ ).

١٢ - التَّشْبِيْكُ لِلأَصَابِعِ.

١٣ - ٱلصَّلَاةُ مُخْتَصِرًا -١-، وَهُوَ وَضْعُ اليَدِ عَلیٰ الْخَاصِرَةِ.

١٤ - ٱلْإِهْتِزَارُ يُمْنَةً وَيُسْرَةً.

١٥ - أَنْ يُرَوِّحَ عَلیٰ نَفْسِهِ فِيْ الصَّلَاةِ.

١٦ - وَضْعُ الْيَدِ عَلیٰ فَمِّهِ اوْأنْفِهِ بِلاَحَاجَةٍ.

11. Menempelkan kedua kaki bagi orang laki-laki, dan ini disebut as-safdu.

12. Mentasybik jari tangan, yaitu memasukkan jari salah satu tangan ke selah jari tangan yang satunya.

13. Sholat dengan meletakkan tangan di pinggang.

14. Al-ihtijar, yaitu memukul ke arah kanan dan kiri.

15. Melegakan dirinya (santai) dalam pelaksanaan sholat.

16. Meletakkan tangan pada mulut atau hidung tanpa ada hajat.

١٧ - شَدُّ ٱلْوَسْطِ.

١٨- مُقَارَنَةُالْإمَامِ فِيْ الأفْعَالِ.

١٩ - ٱلتَّثَآئُبُ.

٢٠ - ٱلْإِشَارَةُ بِمَا يُفْهَمُ لِغَيْرِ حَاجَةٍ.

٢١ - فَرْقعَةُ الْأَصَابِعِ.

٢٢ - ٱلْإسْنَادُ إلیٰ مَا يَسْقّطُ بِسُقُوْتِهِ.

17. Mengikat perut.

18. Melakukan amaliyah-amaliyah sholat bersamaan dengan imam.

19. Menguap.

20. Memberikan isyarat yang memahamkan tanpa ada hajat.

21. Mengencangkan jari.

22. Bersandar pada sesuatu yang sekira seandainya sandarannya itu hilang niscaya ia akan jatuh.

Mugi manfaat, mohon maaf bila terdapat khilaf.

Kami nuqil dari kitab fiqih " تقريرات السديدة " pada bagian Makruh dalam sholat halaman 257-259.

والله الموفق إلی أقوم الطريقِ.

ألفقير إلی رحمة الله.

Moch Turchan Amar,

Masjid Al-Ikhlas WBA, 17 Rojab 1446 H/17 Januari 2025 M.


link Youtube 

www.youtube.com/watch?v=kILp6a9-0Ss

https://www.youtube.com/live/kILp6a9-0Ss?si=62yhKyV72o0K8QEV

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭


Kamis, 09 Januari 2025

Risalah Kemakruhan Dalam Sholat.


(٣). مَكْرُوْهَاتٌ مِنْ نَاحِيَةِ مُخَالَفَةِ بَعْضِ ٱلسُّنَنِ أوْتَرْكِهَا :
💿 Ketiga : Kemakruhan di tinjau dari menyalahi atau meninggalkan sebagian kesunnahan.
١ - ٱلْإِسْرَارُ وَالْجَهْرُ فِيْ غَيْرِ مَوْضِعِهِمَا.
٢ - إِلْصَاقُ عَضُدَيْهِ بِجَنْبَيْهِ لِلذَّكَرِ.
٣ - إلْصَاقُ بَطْنِهِ بِفَخِذَيّهِ لِلذَّكَرُ أيْضًا.
٤ - ٱلْجَهْرُ خَلْفَ ٱلْإِمَامِ بِغَيْرِ " آمِيْنَ " وَمَاٱسْتَثْنیٰ.
٥ - إطَالَةُ ٱلتَّشَهُّدِ ٱلْأَوَّلِ وَالدُّعَآءُ بَعْدَهُ.
1. Memelankan dan mengeraskan suara bukan pada tempatnya.
2. Menempelkan kedua lengan atas pada kedua lambung saat sujud bagi laki-laki.
3. Menempelkan perut pada kedua paha saat sujud juga bagi laki-laki.
4. Mengeraskan suara di belakang Imam selain ucapan (Amien) dan hal-hal yang di kecualikan.
5. Memperpanjang tasyahhud awwal dan doa setelahnya.
٦ - تَرْكُ ٱلسُّوْرَةِ فِيْ الرَّكْعَتَيْنِ ٱلْأُوْلَيَيْنِ.
٧ - تَرْكُ تَكْبِيْرَةِ ٱلْإِنْتِقَالَاتِ.
٨ - تَرْكُ أَذْكَارِ الرُّكُوْعِ وَالْإِعْتِدَالِ وَالسُّجُوْدِ وَالْجُلُوْسُ بِيْنَ ٱلسَّجْدِتيْنِ.
٩ - تَرْكُ الدُّعَآءِ فِيْ ٱلتَّشَهُّدِ ٱلْأٓخِرِ.
١٠ - عَدَمُ السُّجُوْدِ عَلیٰ أَنْفِ.
6. Tidak membaca surat dari Al-Qur'an setelah membaca al-Fatihah di dua rokaat yang pertama.
7. Meninggalkan takbir al-Intiqal.
8. Meninggalkan dzikir-dzikiran saat ruku', i'tidal, sujud dan duduk diantara dua sujud.
9. Tidak membaca do'a didalam tasyahhud akhir.
10. Tidak sujud pada hidung.
١١ - قِرَآءَةُ الْقُرْآنِ فِيْ غَيْرِالْقِيَامِ بِقَصْدِ الْقِرَآءَةِ لَاللِذِّكْرِ.
١٢ - خِفْضُ رَأْسِهِ فِيْ رُكُوْعِهِ.
١٣ - سَتْرُ يَدَيْهِ عِنْدَ الْإِحْرَامِ وَالسُّجُوْدِ.
١٤ - أَنْ يَلْتَفِتَ فِيْ سَلاَمِهِ بسُرْعَةٍ، كَالّتِفَاتِ الثَّعْلَبِ.
١٥ - أَنْ يَبْرُكَ كَالْبَعِيْرِ : بِأَنْ يُقَدِّمَ يَدَيْهِ عَلیٰ رُكْبَتَيْهِ فِيْ السُّجُوْدِ.
١٦ - ٱفْتِرَاشُ السَّبُعِ " ٱلْكَلْبِ " وَهُوَ أَنْ يَضَعَ ذِرَاعَيْهِ عَلیٰ الْأَرْضِ فيْ السُّجُوْدِ. -١-
11. Membaca surat al-Qur'an selain saat berdiri dengan tujuan membaca al-Qur'an bukan tujuan dzikir.
12. Menundukkan kepala saat ruku'.
13. Menutup kedua tangan saat takbirotul ihrom dan sujud.
14. Segera menoleh saat salam seperti menolehnya Ruba.
15. Menderum seperti Unta. Yaitu meletakkan kedua tangan  terlebih dahulu sebelum kedua lutut saat sujud.
16. Iftirosy seperti binatang buas (anjing), yaitu meletakkan kedua lengan bawah di lantai saat sujud.

Mekaten mugi manfaat, mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari kitab Fiqih " تَقْرِيْرَاتُ السَّدِيْدَةُ " pada Bab Makruh dalam Sholat halaman 256-257.

والله الموفق إلی أقوم الطريق.
ألفقير إلی رحمة الله،

Moch Turchan Amar,
Masjid Alikhlas, WBA, Sidoarjo, 10 Rojab 1446 H/10 Januari 2025.
٭ ٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

Kamis, 05 September 2024

💠 SUNNAH BERDOA SETELAH TASYAHHUD SEBELUM SALAM 💠


٢٤ - يُسَنُّ ٱلدُّعَآءُ بَعْدَ ٱلتَّشَهُّدِ وَقَبْلَ ٱلسَّلَامِ، وَلَا يُطَوِّلُهُ زِيَادَةً عَلیٰ قَدْرِ ٱلتَّشَهُّدِ وَالصَّلَاةِ عَلیٰ ٱلنَّبِيِّ ﷺ -٢-، وَأَفْضَلُهُ : " ٱللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ ٱلْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ ٱلْمَحْيَا وَٱلْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ ٱلْمَسِيْحِ ٱلدَّجَّالِ، وَمِنَ ٱلْمَغْرَمِ وَٱلْمَأْثَمِ.

24. Disunnahkan membaca do'a setelah tasyahhud akhir dan sebelum salam, namun tidak terlalu panjang sehingga melebihi bacaan tasyahhud dan sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad . Do'a yang paling utama tsb artinya ;

" Ya Allah, kami meminta perlindungan dari Panjenengan dari siksa neraka Jahannam, dari siksa qubur, dari fitnah kehidupan juga kematian, dari bahaya fitnah Dajjal, dari kerugian dan dari dosa.

" أَللّٰهُمَّ إِغْفِرْ لِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَاأَسْرَرْتُ وَمَاأَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَآ أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، أَنْتَ ٱلْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ ٱلْمُؤَخِّرُ، لَآ إِلٰهَ إِلَّآ أَنْتَ "

" Ya Allah, ampunilah saya, atas dosa yang telah lewat, juga dosa yang lalu. Dosa-dosa yang aku rahasiakan dan aku tampakkan, juga dosa yang melampaui batas, serta dosa-dosa yang Engkau lebih mengetahui dari pada aku, Engkau Dzat yang Maha dahulu dan Maha Akhir, tidak ada Tuhan selain ُEngkau.

وَالدُّعَآءُ ٱلَّذِيْ عَلَّمَهُ ٱلنَّبِيُّ ﷺ سَيِّدَنَا أَبَا بَكْرٍ ٱلصِّدِّيْقِ، وَهُوَ : " أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسُيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا كَبِيْرًا، وَلَا يَغْفِرُ ٱلذُّنُوْبَ إِلَّآ أَنْتَ، فَإِغْفُرْلِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَإرْحَمْنِيْ، إِنَّكَ ٱلْغَفُوْرُ ٱلرَّحِيْمُ ".

Dan do'a yang di ajarkan oleh Rosulullah kepada Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq RA yaitu,

" Ya Allah, sesungguhnya aku telah berbuat ani-aya kepada diriku sendiri, dengan aniaya yang banyak juga besar. Dan tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau. Maka ampunilah kami dengan ampunan dariMu, Belas kasihanilah kami dan sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha pengampun serta Maha kasih sayang".

٢٥ - يُسَنُّ فِيْ ٱلسَّلَامِ : أَنْ يَبْتَدِئَ بِهِ وَوَجْهُهُ مُسْتَقْبِلُ ٱلْقِبْلَةِ، وَٱلتَّسْلِيْمَةُ ٱلثَّانِيَةِ، وَٱلْإِلْتِفَاتُ بِحَيْثُ يُریٰ خَدُّهُ فِيْ ٱلتَّسْلِيْمَيْنِ مِنَ ٱلْخَلْفِ، وأَنْ يَبْدَأََ ٱل٘إِلْتِفاتِ عِنْدَ ٱلْمِيْمِ مِنْ :عَلَيْكُمْ، وَالْإِنْتِهاءُ مِنَ ٱلسَّلاَمِ مَعَ آلْإِنْتِهَاءِ مِنَ ٱلإِلْتِفَاتِ، وَالتَّيَامُنُ فِيْهِ، وَأنْ يَزِيْدَهُ قَوْلُهُ ; " وَرَحْمَةُ اللّٰهِ " -١- وَإِدْرَاجُ ٱلسَّلاَمِ، وَعَدَمُ مَدِّهِ، وَأَنْ يَفْصِلَ بَيْنَ ٱلتَّسْلِمَتَيْنِ بِقَدْرِ " سُبْحَانَ اللّٰهِ "، وَنِيَّةُ ٱلْخُرُوْجِ مِنَ ٱلصَّلاَةِ مَعَ تَسْلِيْمَةِ الْأُوْلیٰ، وَأْنْ يَنْوِيْ ٱلسَّلاَمَ عَلیٰ ٱلْمَلآَئِكَةِ وَٱلْمُؤْمِنَي ٱلْإِنْسِ وَالْجِنِّ -٢- فِيْ ٱلتَّسْلِيْمَتَيْنِ، وَيَنْوِيَ ٱلرَّدَّ عَلیٰ ٱلْإِمَامِ فِيْ إِحْدَاهُمَا.

25. Sunnah memulai salam dengan posisi menghadap Qiblat. Sunnah mengucapkan salam kedua, menoleh didalam kedua salam sehingga pipinya dapat dilihat dari belakang, menoleh dimulai ketika mengucapkan MIMnya lafadl  " عَلَيْكُمْ " dan selesai mengucapkan salam bersamaan dengan selesainya menoleh. Mendahulukan menoleh ke arah kanan, menambahkan lafadl " وَرَحْمَةُ اللّٰهِ " melambatkan salam, tidak terlalu memanjangkan ucapan salam, memisah di antara kedua salam dengan kira-kira waktu yang cukup untuk mengucapkan " سُبْحاَنَ اللّٰهُ " niat keluar dari sholat bersamaan dengan salam yang pertama, niat mengucapkan salam kepada para Malaikat dan kaum mukmin dari kalangan manusia dan jin pada kedua salam, dan niat menjawab : Imam pada salah-satu salam.

Mekaten mugi manfaat mohon maaf bila terdapat khilaf.

Kami nuqil dari kitab تَقْرِيْرَةُ السَّدِيْدَة bab Sunnah halaman 247-248

والله الموفق إلی أقوم الطريق،

ألفقير إلی رحمة الله عزّی وجلّیٰ،

Moch Turchan Amar,

Sidoarjo, Jum'at Legi, 02 Robi'ul Awwal 1446 H/06 September 2024 M.

٭٭٭ ٭٭٭ 

Kamis, 13 April 2023

Keutamaan Malam Lailatul Qodar

۞ فِيْ فَضَآئِلِ لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ  ۞
BAB MENERANGKAN KEUTAMAAN LAILATUL QODAR.
" ٱلْتَمِسُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ لَيْلَةَ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ " للطبراني في الكبير، عن معاوية، الحديث الصحيح. كمافي فيض القدير شرح الجامع الصغير من أحاديث البشير النذير، للعلامة محمد عبد الرؤوف المناوي. الجزء الثاني حرف الهمزة، ص ١٩٦ النمرة الأحاديث ١٥٧٠
Berdasarkan Hadits tersebut diatas, Baginda Rosulullah Muhammad ﷺ bersabda :
" Carilah Lailatul Qodar dalam bulan suci Romadlon pada malam dua puluh tujuh " 
Diriwayatkan oleh Imam At۔Thobrony dalam Kitabnya Al۔Kabir, dari Mu'aawiyah, kedudukan Haditsnya Shohih. Keterangan diambil dari Kitab ٭ Faidlul۔Qodir, Syarah Al.Jami'us۔Shaghir, karya Al۔Allamah Muhammad Abdur۔Ro'uf Almannawy juz dua huruf Hamzah halaman 196 nomor urut Hadits 1570.
Terkait dengan hal ini Imam Bujairimy dalam Kitabnya :
" ٱلْبُجَيْرِمِي عَلی ٱلْخَطِيْبِ " ٱلْجُزْءُ ٱلثَّالِثُ ص. ١٦١ 
Pada Juz Tiga, halaman 161, beliau menyuplik sebuah Hadits :
" مَنْ قَامَ لَيْلَةَ ٱلْقَدْرِ إِيْمَانًا وَإِحْتِسَبًا غَفَرَ اللهُ لَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ " أخرجه البخاري ٭١٩٠١ ٭
ومسلم ١٧٦
Kanjeng Rosul Muhammad ﷺ bersambda " Barang siapa yang tengah malam menegakkan Sholat untuk memperoleh Lailatul Qodar semata karena Iman dan mengharap Ridlo Allah ﷻ bukan karena riya' maka akan mengampuni segala dosa yang telah lalu. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhori, hadits nomor urut 1901 dan Imam Muslim hadits yang ke 176.
Dengan berlandaskan dua Al۔Hadits diatas, Imam Abdullah Bin Abas, yang terkenal dengan sebutan Ibnu Abbas, memberikan petunjuk secara detail tentang kapan dan malam keberapa Lailatul  Qodar diturunkan? 
Berdasarkan analisa Beliau melalui Hadis Rosul Muhammad ﷺ  :
۞ اَللهُ وِتْرٌ يُحِبُّ ٱلْوِتْرَ ۞
Allah ﷻ itu terbilang ganjil bukan genap, dan senang terhadap bilangan ganjil.
وَيُرْوٰی أنَّ إبْنَ ٱلْعَبَاسِ قَالَ لِعُمَرِ إبنِ الخَطَّابِ رضي الله عنهم :
إِنِّي نَظَرْتُ فِيْ الْأَفْرَادِ فَلَمْ أَرَ فِيْهَا أحْرٰی لِي مِنَ السَّبْعَةِ، فَذَكَرَ بَعْضُ مَا نَذْكُرُهُ فِيْ السَّبْعَةِ فَقَالَ : ٱلسَّمَوَاتُ سَبْعٌ، وَالأَرضُوْنَ سَبْعٌ، وَاللَّيَالِيُ سَبْعٌ، وَالأَفْلَاكُ سَبْعٌ، وَالنُّجُوْمُ سَبْعٌ، وَالسَّعْيُ بَيْنَ الصَّفَا والمَرْوَةَ سَبْعٌ، والطَّوَافُ بِالبَيْتِ سَبْعٌ، وَرَمْيُ الْجِمَارِ سَبْعٌ، وَخَلْقَ الإِنْسَانِ مِنْ سَبْعٍ، وَسَقَّ فِيْ وَجْهِهِ سَبْعٌ، وَالْحَمْدُ سَبْعُ آيَاتٍ، وَقِرَاءَةُ القُرْآنِ عَلیٰ أَحْرُفٍ، وَالسَّبْعُ الْمَثَاني، وَالسُّجُوْدُ عَلیٰ سَبْعَةِ أعْضَآءٍ، وَأبْوَابُ جَهَنَّمَ سَبْعٌ، وَأسْمَاؤُهَا سَبْعٌ، وَأدْرَاكُهَا سَبْعٌ، وَأصْحَابُ الْكَهْفِ سَبْعٌ، وَأهْلَكَ عَادٌ بِالرِّيْحِ الْعَقيْمِ فِيْ سَبْعِ لَيَالٍ، وَمُكْثِ يُوْسُفَ عَلَيْهِ السَّلَامِ فِيْ السِّجْنِ سَبْعَ سِنِيْنَ، 
وَالْبَقَرَاتُ سَبْعٌ، وَالسَّنُوْنُ الْجدْبَةِ سَبْعٌ، وَالسُّنُوْنُ الخَصْبَةِ سَبْعٌ، وَالصَّلَوَاتُ الخَمْسِ سَبْعُ عَشَرَةَ رَكْعَةٍ، وَقَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ " وَسَبْعَةٌ إذَا رَجَعْتُمْ " ٱلبقرة ١٩٦، وَحَرَّمَ مِنَ النِّسَآءِ بِالنِّسْبِ سَبْعٌ، وَمِنَ الصَّهْرِ سَبعٌ، وَجعل رسولُ اللهِ ﷺ طَهَارَةَ الإنَاءِ إذا وَلَغَ فِيْهِ الكَلْبُ سَبْعَ مَرَّاتٍ إحداهُنَّ بِالتُّرابِ، وَعَدَدُ حُرُوْفِ سُوْرَةِ الْقَدَرِ إلی قَوْلِهِ : ٭ سَلاَمٌ هِيَ ٭ سَبْعٌ وَعِشْرُوْنَ حَرْفًا، وَمَكَثَ أَيُّوُبَ عليه السلام في بِلَائِهِ سَبْعَ سِنِيْنَ، وَقَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهاَ : تَزَوَّجَنِيْ رسول الله ﷺ وَأَنَا بِنْتُ سَبْعَ سِنِيْنَ، وقال رسول الله ﷺ " شُهَدآءُ أُمَّتِيْ سَبْعَةٌ : ٱلقَتِيْلُ فِي سَبِيْلِ اللهِ، وَالمَطْعُوْنُ، وَالْمَسْلُوْلُ، وَالغَرِيْقُ، وَالحَرِيْقُ، والمَبْطُوْنُ، وَالنُّفَسَآءُ " كما في الموطأ ٢٣٢، وكَانَ طُوْلُ مُوْسٰی عليه السلام سَبْعَةُ أذْرَاعٍ ذَلِكَ القرن، وَطُوْلُ عَصٰی مُوْسٰی سَبْعَةُ أَذْرَعٍ.
Diriwayatkan bahwa sesungguhnya Imam Ibnu Abbas RA nyukani perso dateng Sayyidina Umar bin Khottob mugi Allah ﷻparing Ridlo dateng sedoyo keluargonipun. آمين.
Sesungguhnya aku kata Ibnu Abbas RA telah melakukan riset bahwa bilangan ganjil itu yang paling banyak diciptakan oleh Sang Maha Pencipta itu rata" kembali ke angka TUJUH. dengan beberapa pembuktian sbb :
1. Allah menciptakan langit berlapis tujuh.
2. Bumipun demikian.
3. Allah ciptakan malam pun tujuh.
4. Allah ciptakan planet terdiri dari tujuh,
5. Bintang"pun ada tujuh,
6. Ketika melakukan Sa'i antara Shofa dan Marwa tujuh putaran,
7. Thowafpun tujuh putaran,
8. Balang jumroh juga tujuh kali,
9. Bahan baku asal kejadian manusia dari tujuh unsur.
10. Lubang wajah kita terdiri tujuh lubang.
11. Suratul Fatihah terdiri dari tujuh ayat.
12. Bacaan AlQur'an ada tujuh macam.
13. Bacaan yang di ulang dalam sholat yakni Surat AlFatihah.
14. Sujud harus memenuhi tujuh unsur anggota.
15. Pintu Neraka Jahannam ada tujuh.
16. Nama Nerakapun ada tujuh.
17. Jumlah Ashabul Kahfi terdiri dari tujuh pemuda.
18. Dirusaknya kaum Aad dengan angin kencang selama tujuh malam.
19. Nabi Yusuf memilih dipenjara selama tujuh tahun.
20. Tanda2 paceklik tujuh sapi kurus memakan sapi yang gemuk hasil ta'bir mimpi nabi Yusus AS itu tujuh tahun.
21. Sholat lima waktu terdiri dari tujuh belas rokaat.
22. Diwajibkan puasa selama tujuh hari bagi mereka yang Hajinya tidak mampu bayar DAM. Untuk dilaksanakan ditanah airnya.
23. Hukum wanita yang tidak boleh dikawini itu ada tujuh karena masuk jalur Nasabm
24. Termasuk jalur Mushaharoh juga tujuh wanita.
25. Rosul ﷺ perintahkan basuh tujuh kali bila perabot kita habis dijilat anjing disertai pasir.
26. Bilangan Kalimat surat AlQodar itu terdiri dari 27 kalimat s/d سلام هي.
27. Nabi Ayyub AS diuji oleh Allah untuk shabar menahan derita penyakitnya selama tujuh tahun.
28. Sayyidatina Aisyah RA berna berkata bhw : Waktu Kanjeng Rosul Muhammad ﷺ nikah dengan saya umurku baru genap tujuh tahun.
29. Ummatku kata Rosulﷺ yang masuk mati Syahid ada tujuh.
Mati membelah agama Allah, mati karena Thoun, mati karena kehabisan cairan, mati karena tenggelam, mati karena terbakar, mati karena sakit perut, dan mati karena melahirkan.
30. Tingginya nabi Musa AS itu setinggi tongkatnya yakni tujuh dziro'.
Mudah2an bermanfaat.
Mohon maaf maaf bila terdapat khilaf.
والله أعلم بالصواب
Moch Turchan Amar,
Sda, 13 April 2023/22 Romadlon 1444 H.