Tampilkan postingan dengan label khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khutbah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 September 2025

🌷BEBERAPA AMALAN SUNNAH PADA HARI JUM'AT 🌷


سُنَنُ ٱلْجُمْعَـــــــــــــــــــةِ، وَهِيَ كَثِيْرَةٌ، مِنْهــــــاَ :
١ - ٱلْغُسْلُ، وَوَقْتُهُ : يَدْخُلُ بِطُلُوْعِ ٱلْفَجْرِ وَيَخْرُجُ بِالْيَأْسِ مِنْ حُضُوْرِ ٱلْجُمْعَةِ، وَٱلْأَفْضَلُ تَأْخِيْرُهُ إِلیٰ ٱلرَّوَاحِ، وَيَكُوْنُ ٱلْغُسْلُ لِحَاضِرِهَا.
٢ - ٱلتَّزَيُّنُ بِأَحْسَنِ ٱلثِّيَابِ، وَالْبَيْضُ أَوْلیٰ، فَيَلْبَسُ ٱلثَّوْبُ " ٱلْقَمِيْصَ " وَٱلْعَمَامَةَ وَٱلرِّدَآءَ، وَيُسَنُّ أَنْ يُبَالِغَ ٱلْخَطِيْبُ فِيْ حُسْنِ ٱلْهَيْئَةِ،
٣ - ٱلتَّنَظُّفُ، مِنْ : حَلْقِ عَانَةٍ وَنَتْفِ إبْطِ وَقَصِّ شَارِبِ وَتَقْلِيْمِ ظُفُرِ وَإِزَالَةِ رِيْحِ كَرِيْهَةٍ وَسِوَكٍ وَغَيْرَ ذَالِكَ،
٤ - ٱلتَّطَيُّبُ : لِلرَّجُلِ، وَهُوَ مَاخَفِيَ لَوْنُهّ وَظَهَرَتْ رَآئِحَتُهُ، وَأَفْضَلُهُ ٱلْمِسْكُ ٱلْمَخْلُوْطُ بِمَآءِٱلْوَرْدِ.
٥ - ٱلتَّبْكِيْرُ إِلَيْهَا : وَوَقْتُهُ مِنْ طُلُوْعِ ٱلْفَجْرِ إِلیٰ خُرُوْجِ ٱلْإِمَامِ إِلیٰ ٱلْجُمْعَةِ، إِلَّاٱلْإِمَامَ فَلَا يُسَنُّ لَهُ ٱلتَّبْكِيْرُ.
٦ - ٱلْإِسْتِغَالُ - فِيْ طَرِيْقِهِ - بِقِرَآءَةِ أَوْذِكْرٍ، فَيَأتِيْ بِدُعَآءِ ٱلخُرُوْجِ إِلیٰ ٱلْمَسْجِدِ، وَيَزِيْدُ (ٱللّٰهُمَّ إِجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْجَهِ مَنْ تَوَجَّهَ إِلَيْكَ، وَأَقْرَبَ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَيْكَ، وَأْفْضَلَ مَنْ سَأَلَكَ وَرَغِبَ إِلَيْكَ،

🔰Banyak Kesunnahan-kesunnahan di hari Jum'at diantaranya :
1. Mandi, waktunya mulai terbit Fajar Shodiq hingga masa yang tidak memungkinkan hadir di sholat jum'at. Yang utama adalah mengakhirkan mandi hingga hendak berangkat. Kesunnahan mandi hanya bagi orang yang hendak mengikuti sholat jum'at.
2. Berhias dengan memakai pakaian terbaiknya. Yang terbaik adalah pakaian putih. Memakai gamish, surban dan selendang. Bagi Khotib sunnah memaksimalkan dalam berhias.
3. Membersihkan badan, yaitu dengan mencukur bulu kemaluan, mencabut ketiak, memcukur kumis, memotong kuku, menghilangkan bau tidak sedap, bersiwak dan lainnya.
4. Memakai pengharum bagi laki-laki, yaitu pengharum yang tidak nampak warnanya dan serbak baunya, yang utama adalah minyak misik yang dicampur dengan air mawar.
5. Berangkat pagi kecuali bagi imam. Waktunya mulai dari terbitnya fajar sampai berangkatnya imam menuju tempat-tempat pelaksanaan sholat jum'at.
6. Selama perjalanan menyibukkan diri dengan membaca al-Qur'an dan dzikir, membaca do'a keluar  rumah menuju masjid dan menambah do'a:

" ٱللّٰهُمَّ إجْعَلْنِيْ مِنْ أَوْجَهِ مَنْ تَوَجَّهَ إلَيْكَ وَأَقْرَبَ مَنْ تَقَرَّبَ إلَيْكَ وَأَفْضَلَ مَنْ سَأَلَكَ وَرَغِبَ إلَيْكَ.

" Ya Allah, jadikanlah aku termasuk dari orang yang paling menghadap padaMu, paling dekat-dekatnya orang mendekat padaMu, paling utama-utamanya orang yang me minta padaMu dan mencintaiMu".

٧ - قِرَآءَةُ سُوْرَةِ ٱلْكَهْفِ يَوْمَهَا وَلَيْلَتَهاَ ١"
٨ - ٱلْإِكْثَارُ مِنَ ٱلصَّلَاةِ عَلیٰ ٱلنَّبُيِّ ﷺ ٢"
٩ - ٱلْإِنْصَاتُ وَٱلْإِسْتِمَاعُ إلیٰ ٱلخُطْبَةِ ٣"، فَيَتْرُكُ ٱلسَّامِعُ وٱلذِّكْرَ وَٱلكَلَامَ ٤"، وَغَيْرُ ٱلسَّامِعِ يَتْرُكُ ٱلْكَلَامِ فَقَطْ، وَيَجِبُ رَدُّ ٱلسّلَامِ أَثْنآءَ ٱلْخُطْبَةِ.
١٠ - تَحِيَّةُ ٱلْمَسْجِدِ : يُسَنُّ أَنْ يُصِلِّيْهَا أَرْبَعَ رَكَعاتٍ بِتَشَهُّدٍ وَاحِدٍ، يَقْرَأُ فِيْهِنَّ سُوْرَةَ آلْإِخْلَاصِ خَمْسِيْنَ مَرَّةً فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ بَعْدَ ٱلْفَاتِحَةِ ٥"، فَإِذَا دَخلَ وَ ٱلْإِمَامُ يَخْطُبُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ فَقَطْ، وَيَجِبُ تَخْفِيْفُهَا ٦".
١١ - عَدَمُ ٱلْإِحْتِبَآءِ، لِأَنَّهُ يُوْرِثُ ٱلنَّوْمِ. ٧"
١٢ - ٱلْإِكْثارُ مِنَ ٱلدُّعَآءِ وَتَحَرِّيْ سَاعَةِ ٱلْإِجاَبَةِ : وَهِيَ : مِنْ جُلُوْسِ ٱلْإِمَامِ لِلْخُطْبَةِ إلیٰ ٱلسَّلاَمِ مِنَ ٱلصَّلاَةِ عَلیٰ أَصَحِّ ٱلْأَقْوَالِ ١".
١٣ - ٱلْإِتْيَانُ بِالْمُسَبِّعاَتِ بَعْدَهَا وَقَبْلَ أَنْ يُحَرِّكَ رِجْلَيْهِ وَيَتَكَلَّمَ، وَهِيَ : ٱلْفَاتِحَةُ، وَ "قُلْ هُوَ ٱللّٰهُ أَحَدٌ "، وَٱلْمُعَوِّذَتَانِ سَبْعًا سَبْعًا، وَيَقُوْلُ بَعْدَهَا : " ٱللّٰهُمَّ يَاغَنِيُّ يَاحَمِيْدُ، يَا مُبْدِيْ يَامُعِيْدُ، يَارَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ، أَغْنِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ، وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ " أَرْبَعًا.

7. Membaca surat al-Kahfi di siang dan malam hari jum'at.
8. Memperbanyak membaca sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad ﷺ.
9. Mendengarkan khutbah jum'at secara seksama. Sehingga, hendaknya tidak membaca dzikir dan berbicara yang lain. Jika tidak mendengar bacaan khutbah, maka sunnah tidak berbicara selain dzikir. Wajib menjawab salam dipertengahan khutbah.
10. Sholat Tahiyatal masjid empat rokaat, dengan satu salam. Setiap rokaat membaca surat  ٱلْإِخْلاِصُ x 50 kali setelah al-Fatihah jadi genap 200 kali dalam empat rokaat. Jika baru masuk masjid sedangkan khotib sedang khutbah maka disunnahkan sholat dua rokaat saja dan wajib mempercepat (melakukan rukun-rukun saja).
11. Tidak duduk Ihtiba' ( duduk dengan posisi kedua kaki dilipat dan ditegakkan ), karena posisi demikian akan memudahkan tidur.
12. Memperbanyak do'a terutama diwaktu mustajabah, yaitu waktu mulai imam duduk diantara dua khutbah hingga salam dari sholat. 
13. Setelah salam sunnah membaca al-Musabbi'at ( surat yang diulang tujuh kali ), sebelum menggerakkan kedua kaki dari posisinya dan sebelum berkata-kata lain. Almusabbi'at: alfatihah, al-ikhlas, al-Mu'awwidzatain masing-masing dibaca 7 kali. Setelahnya membaca 

يَاغَنِيُ يَاحَمِيْدُ إلخ... 

Dibaca 4 kali.
Artinya, Ya Allah, wahai Tuhan Yang Maha Kaya, Maha Terpuji, Maha Menciptakan, Maha Mengembalikan, Maha Belas kasih, Maha Mencintai, cukupilah aku dengan perkara halal panjenengan jauh dari perkara haram panjenengan, dengan penuh ketaatan jauh dari kemaksiatan, dan dengan anugerah panjenengan jauh dari selain panjenengan.
Mugi manfaat dan mohon maaf bila terdapat kesalahan.
Kami nuqil dari kitab Fiqih Ubudiyah " تقريرات ٱلسديدة " Bab Sunnah pada hari Jum'at halaman 334-336

والله المفواق إلی أقوم الطريق.
ٱلفقير إلی رحمة الله.

Moch Turchan Amar,
Sidoarjo, 26 Robi'ul Awal 1447H / 19 September 2025M.

  ٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭


Kamis, 31 Juli 2025

🌾 SYARAT JAMA' TAQDIM 🌾


✯ شُرُوْطُ جَمْعِ تَقْدِيْمِ : سَبْعَةٌ.
١ - ٱلْبَدَاءَةُ بِالْأُوْلٰی، أَيْ : ٱلتَرْتِيْبُ، فَيَبْدَأُ بِالصَّلَاةِ ٱلْأِوْلیٰ ( ٱلظُّهْرِ أَوِٱلْعَصْرِ ).
٢ - نِيَّةُ ٱلْجَمْعِ فِيْهَا، أَيْ : يَنْوِيْ جَمْعَ ٱلتَّقْدِيْمِ فِيْ أَثْنَآءِ ٱلصَّلَاةِ ٱلْأُوْلیٰ وَلَوْ مَعَ ٱلسَّلاَمِ، فَيَجُوْزُ فِيْ أَثْنَآءِ ٱلصَّلَاةِ كُلِّهَا، وَلَا يُسْتَرَطُ أَنْ تَكُوْنَ أَثْنَآءَ تَكْبِيْرَةِ ٱلْإِحْرَامِ فَقَطْ وَلَكِنْ ٱلْأَفْضَلُ أَنْ تَكُوْنَ أَثْنآءَهَا.

٣ - بَقَآءُ وَقْتِ ٱلْأُوْلیٰ، أَيْ : لَايَجُوْزُ جَمْعُ لَهُ ٱلْجَمْعُ إِلَّا إِذَا بَقيَ زَمَنٌ مِنْ وَقْتِ ٱلصَّلَاةِ ٱلْأُوْلیٰ يُمْكِنُهُ أَدَاءُ ٱلصَّلَاتَيْنِ.

۞ Syarat Jama' Taqdim ada Tujuh :
1. Memulai jama' dengan sholat yang pertama, yaitu tertib dengan melakukan sholat dhuhur atau msghrib dulu.
2. Niat jama' saat sholat yang pertama, yaitu niat jama' taqdim saat sholat yang pertama meskipun saat salam. Sehingga niat boleh dilakukan di tengah-tengah sholat yang pertama, tidak di syaratkan harus saat takbirotul ihrom saja, namun yang utama dilakukan saat takitotul ihrom.
3. Waktu sholat pertama belum habis. Tidak diperbolehkan melaksanakan jama' taqdim, kecuali kedua sholat yang dijama' bisa dilaksanakan sebelum waktu sholat yang pertama habis.

٤ - ٱلْمُوَالَاةُ بَيْنَهُمَا، أَيْ لَايَطُوْلُ ٱلْفَصْلُ بَيْنَ ٱلصَّلَاتَيْنِ، فَإِنْ طَالَ ٱلْفَصْلُ عُرْفًا - وَبَعْضُهُمْ قَدَّرَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيْفَتَيْنِ - لَمْ يَجُزِ ٱلْجَمْعِ.
٥ - ظَنُّ صِحَّةِ ٱلْأُوْلیٰ، فَلَا يَجُوْزُ ٱلْجَمْعُ مَعَ بُطْلَانِ ٱلصَّلَاةِ ٱلْأُوْلیٰ.
٦ - دَوَامُ ٱلْعُذْرِ إِلیٰ تَمَامِ الْإِحْرَامِ بِالثَّانِيَةِ، أَيْ : يَسْتَمِرُّ سَفْرُهُ ( عُذْرُهُ )إِلیٰ نِهَايِةِ تَكْبِيْرَةِ ٱلْإِحْرَامِ لِلصَّلَاةِ الثَّانِيَةِ، فَلَوْ إنْقَطَعَ سَفْرُهُ قَبْلَ ذَلِكَ فَلَا يَجُوْزُ لَهُ الْجَمْعُ، بَلْ يُصَلِّي ٱلثَّانِيَةَ فِيْ وَقْتِهَا.
٧ - ٱلْعِلْمُ بِجَوَازِ ٱلْجَمْعِ : بِأَنْ تَتَوَفَّرَ بَقِيَّةُ ٱلشُّرُوْطِ، وَذَلِكَ بِأَنْ يَكُوْنَ سَفْرُهُ طَوِيْلًا مُبَاحًا، وَأَنْ يَخْرُجَ مِنَ ٱلْبَلَدِ، ( بِتَجَاوُزِ ٱلسُّوْرِ أَوِٱلْعُمْرَانِ ).

4. Terus-menerus diantara kedua sholat, yaitu tidak ada pemisah yang lama secara urf. diantara keduanya. Jika terpisa secara urf, tidak diperbolehkan jama' taqdim. Sebagian ulama' memperkirakan pemisah yang lama dengan masa yang cukup untuk melaksanakan dua rokaat yang minimal.
5. Mempunyai dugaan bahwa sholat yang pertama shah. Maka tidak diperkenankan jama' taqdim jika sholat yang pertama tidak shah. 
6. Dalam keadaan udzur (bepergian) hingga selesai melaksanakan takbiratul ihram sholat yang kedua. Maksudnya ia masih berstatus musafir hingga sempurna melaksanakan takbirotul ihrom sholat yang kedua. Jika perjalanannya selesai atau terputus sebelum itu, maka tidak boleh melakukan jama', bahkan harus melaksanakan sholat kedua pada waktunya sendiri.
7. Mengetahui bahwa boleh melakukan sholat jama' dengan memenuhi syarat-syaratnya, yaitu perjalannya menempuh jarak jauh dan hukumnya tidak haram, serta sudah keluar dari desa dengan melewati batas desa atau keramaian.

كَمَا قَالَ صَاحِبُ " صَفْوَةُ الزُّبَدِ ) :
وَشَرْطُهُ : ٱلنِّيَةُ فِيْ الْأُوْلیٰ، وَمَا # رَتِّبْ، وَالْوِلَا، وَإِنْ يَتَمَمَّا.

Sebagaimana yang di ungkapkan oleh penyusun sofwatu az-Zubad :
" Syarat jama' taqdim adalah niat di shalat yang pertama, tertib, terus-menerus meskipun dengan melakukan tayammum. "
Semoga manfaat, dan mohon maaf bila terdapat kesalahan.
Kami nuqil dari kitab kuning Fiqih " ٱلتقريرات السديدة "
Bab jama' sholat halaman 319-320

والله الموفق إلی أقوم الطريق،
ٱلفقير إلی رحمة الله،
Moch Turchan Amar,
Sidoarjo, 06 Shafar 1447 H/01 Agustus 2025 M.
 ❉ ❉

Kamis, 10 Juli 2025

BERAPA PERSON SYARAT SHAHNYA UNTUK MENDIRIKAN SHOLAT JUM'AT?


وَقَدِإخْتَلَفَ فِيْ الْعَدَدِ الَّذِيْ تَنْعَقِدُ بِهِ الْجُمْعَةُ. وَلِلْعُلَمآءِ فِيْهِ خَمْسَةُ عَشَرَ قَوْلًا.

أَحَدُهَا : تَصِحُّ مِنَ الْوَاحِدِ ؛ رَوَاهُ إِبْنُ حَزْمٍ. وَتَأَمَّلُ هٰذَاالْقَوْلُ مَعَ أَنَّهُمْ  أَجْمَعُوْا عَلیٰ أَنَّ الْجَمَاعَةَ شَرْطٌ فِيْ صِحَّتِهَا كَمَا فِيْ شَرْحِ ٱلْمِشْكَاةِ لِإِبْنِ حَجَرٍ وَعِبَارَتِهِ : وَفِيهِ أَيْ قَوْلِهِ ﷺ : " أَلْجُمْعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلیٰ كُلِّ مُسْلِمٍ فِيْ جَمَاعَةٍ " أَنَّ الْجَمَاعَةَ شَرْطٌ فِيْ صِحَّتِهَا وَهُوَ إِجْمَاعٌ وَإِنَّمَا إِخْتَلَفُوْا فِيْ الْعَدَدِ الَّذِيْ تَحْصِلُ بِهِ وَمَذْهَبُنَا أَنَّهُ لَابُدَّ مِنْ أَرْبَعِيْنَ كَامِلِيْنَ.

Sedang terjadi perbedaan pandang tentang bilangan person syarat shahnya Sholat Jum'at. 

Dalam hal ini ada Lima Belas pendapat dari para Ulama' Fiqih :

- Pendapat pertama ; Shah Sholat Jum'at walau dilakukan seorang diri, menurut pendapat Ibnu Hazmi. Ternyata bila dibahas lebih detail cakupannya cukup luas maka para ulama Fiqih sepakat bahwa syarat shahnya jum'atan mekanisme mutlaq harus melalui Jama'ah sebagaimana termaktub dalam Syarah Kitab " ألْمِشْكَاةُ " karya Imam Ibnu Hajar dalam penjelasannya, berdasarkan Hadits Rosul ﷺ : Sholat Jum'at itu hukumnya wajib bagi setiap muslim dilakukan secara berjama'ah ". Sesungguhnya jama'ah Jum'at itu merupakan syarat mutlaq untuk shahnya sholat jum'at. Tentang berapa jumlah idealnya beberapa Madzhab memberikan pandangan tidak harus Empat Puluh secara sempurna.


ٱلثَّانِيُ : إِثْنَانِ كَالْجَمَاعَةِ وَهُوَ قَوْلُ ٱلنَّخَعِيُّ وَأهْلُ الظَّاهِرُ،

الثَّالِثُ : إِثْنَانِ مَعَ الْإِمَامِ عِنْدَ يُوْسُوْفِ وَمَحَمَّدٍ وَاللَّيْثِ.

الرَّابِعُ : ثَلاَثَةُ مَعَهُ عِنْدَ أَبِيْ حَنِيْفَةَ وَسُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ.

ٱلْخَامِسُ : سَبْعَةٌ عِنْدَ عِكْرِمَةٍ.

ٱلسَّادِسُ : تِسْعَةٌ عِنْدَ رَبِيْعَةٍ.

ٱلسَّابِعُ : إِثْنَاعَشَرَ عِنْدَ رَبِيْعَةِ أيّضًا فِيْ رِوَايَةِ وَمَالِكِ،

ٱلثَّامِنُ : مِثْلُهُ غَيْرُ الْإِمَامِ عِنْدَ إِسْحَاقٍ.

ٱلتَّاسِعُ : عِشْرُوّنَ فِيْ رِوَايَةِ إبْنِ حَبِيْبِ عَنْ مَالِكٍ.

ٱلْعَاشِرُ : ثَلَاثُوْنَ كَذٰلِكَ.

الْحَادِيْ عَشَرَ : أَرْبَعُوْنَ بِالْإَمَامِ عِنْدَ الْإِمَامِ الشَّافِعِيِّ وَهُوَ الْمُعْتَمَدُ،

ٱلثَّانِيْ عَشَرَ : أَرْبَعُوْنَ غَيْرَ الْإِمَامِ عِنْدَ الشَّافِعِيِّ أَيْضًا، وَبِهِ قَالَ عُمَرُ أبْنُ الْعَزِيْزِ وَطَائِفَةٌ.

ٱلثَّالِثُ عَشَرَ : خَمْسُوْنَ عِنْدَ أَحْمَدَ فِيْ رِوَايَةٍ وَحُكِيَتْ عَنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيْزِ.

الرَّابِعُ عَشَرَ : ثَمَانُوْنَ حَكَاهُ الْمَازِرِيُّ.

ٱلْخَامِسُ عَشَرَ : جَمْعٌ كَثِيْرٌ بِغَيْرِ حِصْرٍ.

Pendapat ke Dua : Cukup Dua Orang sebagaimana syarat syahnya jama'ah, hal ini difatwakan oleh Imam An-Nakho'i dan Ahlu ad-Dhohiri.

Pendapat ke Ketiga : Cukup Dua Orang beserta Imam, menurut Imam Abu Yusuf, Muhammad dan Laits.

Pendapat yang Empat : cukup Tiga orang beserta Imam, menurut pendapat Imam Abu Hanifah dan Sufyan As-Sauri.

Ke lima : Cukup Tujuh Orang menurut Ikrimah.

Ke Enam : Cukup Sembilan orang, menurut  Robi'ah.

Ke Tujuh : Cukup Dua Belas Orang, menurut Imam Robi'ah juga dan Imam Maliki.

Ke Delapan : Idem dengan pendapat no Tujuh, selain Imam Malik menurut Pendapat Imam Ishaq.

Ke Sembilan : Cukup Dua puluh orang menurut Riwayat Ibnu Habib dari Imam Malik.

Ke Sepuluh : Cukup Tiga puluh Orang sebagaimana Imam Malik.

Ke Sebelas : Minimal Empat Puluh Orang beserya Imamnya, menurut Imam Syafi'ie inilah pendapat yang paling kuat.

Ke Dua belas : Minimal Empat puluh orang exlusif Imam, menurut Imam Syafi'ie juga dengan didukung oleh oleh Umar bin Abdul Aziz dan beberapa orang Ahli Fiqqih.

Ke Tiga Belas : Cukup Lima puluh orang, menurut Imam Ahmad bin Hambal, dalam sebuah riwayat, hal demikian telah dikonfirmasikan dengan Umar bin Abdul Aziz.

Ke Empat Belas : Cukup Delapan puluh orang, menurut Imam Al-Mazariyu.

Ke Lima belas : Jumlah yang nderek Sholat Jum'at cukup membludak hingga tak terhitung jumlahnya. Itu lebih dari Syarat Shahnya Jama'ah Jum'at.

Mekaten mugi Allah ﷻ  paring ILMU YANG MANFAAT dateng kito, mohon maaf menawi wonten engkang khilaf.

Kami nuqil saking kitab Fiqih " الْبُجَيْرِمِيُّ عَلیٰ الْخَطِيْبِ " Pada Fasal Sholat Jum'at halaman 402-403

والله الموفق إلی أقوم الطريقِ،

الفقير إلی رحمة الله،

Moch Turchan Amar,

Sidoarjo, 15 Muharrom 1447 H/11 Juli 2025 M.

٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

Link Youtube

https://www.youtube.com/live/7YJcqvhivOc?si=XPWE2yQj6BwkHZj3