Tampilkan postingan dengan label awal ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label awal ramadhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Mei 2025

🍀BAB MENERANGKAN TENTANG KEUTAMAAN DZIKIR DATENG ALLAH ﷻ. 🍀


٦٤٠٨ - حدَّثنا قُتَيْبَةُ بن سعيد حدَّثنا جَرِيْرٌ عن الّأعمش عن أبي صالح " عن أبي هريرة قال : قال رسولُ اللّه ﷺ : إن للّه ملائكة يطوفون في الطرُقِ يَلتمِسونَ أهلَ الذكر، فإذا وجَدوا قومًا يَذْكرون اللّه تَنَادوا هَلمُّوا إلی حاجَتِكم، قال : فَيحفُّونهم بأجنِحَتِهِمْ إلی السّمآء الدنيا، قَال : فيسألهم ربهم عز وجل - وهو أعلمُ منهم : مايقول عبادي؟ قال : تقول : يُسبّحونك ويُكبرونك وَيَحمدونك ويُمجدونك. قال : فيقول : هل رأوني؟ قال : فيقولون : لا واللّه مارأوك. قال : فيقول : كَيْفَ لو رأوني؟ قال : يقولون : لورأَوكَ كَانوا أشدَّ لك عبادةً، وأشدَّ لك تمجيداً، وأكثرلك تَسبيْحًا. قال : يقول : فمايسألوني؟ قال يسألونك الجنَّة. قال : يقول : وهل رأوها؟ قال :  يقول : لا واللّهِ ياربّ مارأوها. قال : فيقول : فكيف لوأنهم رأوها؟ قال : يقولون : لوأنهم رأوها كانوا أشدَّ عليها حرصاً، وأشدّ لها طلباً، وأعظم فيها رغبةً. قال : فمم يتعوَّذُوْن؟ قال : يقولون : مِنَ النار. وهل رأوها؟ قال : فيقولون : لا واللّهِ ياربّ ما رأوها. قال : يقول : فكيف لو رأوها؟ قال : يقولون : لو رأوها كانوا أشدّ منها فراراً، وأشدَّ لها مخافة. قال : فيقول : فأُشْهِدُكُم أنّي قَد غفرتُ لهم. قال : يقول مَلَكٌ من الملائكَةِ فيهم : فلان ليس منهم، إنما جآء لحاجة. قال : هم الجلسآء لايشقیٰ جليسهم ". رواه شعبة عن الأعمش ولم يرفَعه، ورواه سُهَيل عن أبيه عن أبي هريرة عن النبي ﷺ.


6.408- Kami (si penulis Hadits yakni Imam Bukhori bercerita ) dari Qutaibah bin Sa'id, kami mendapat cerita dari Jarir dari 'Amasy dari Abi Sholeh, dari Abu Huroiroh telah Ngindiko Kanjeng Rosul Muhammad ﷺ :
" Sesungguhnya Allah ﷻ itu mempunyai beberapa Utusan berupa sekumpulan Malaikat yang selalu stand-by berputar-putar di sepanjang jalan di alam Malakut sembari mencari Komunitas Ahli-Dzikir, dan ketika mereka-mereka menjumpai sekumpulan Kaum yang sedang asyik berdzikir sembari menyebut nama Allah maka para Malaikat tersebut saling mendekatkan diri ikut bergabung pada kaum tersebut sambil memanggil-manggil dengan kalimat khusus apa yang kalian perlukan dalam hajat kalian,


Kanjeng Rosul Muhammad ﷺ ngendiko : Sekelompok Malaikat tersebut sembari menerjunkan sayapnya transit di langit Dunia, Kanjeng Rosul melanjutkan dawuhnya : Para Malaikat tersebut mengadukan kepada Sang Rob Yang Maha Agung, Allah Yang Maha Mengetahui tentang hajat mereka, dari apa yang dikehendaki hambahku? Ngendiko Kanjeng Rosul Muhammad ﷺ : Para Malaikat matur dateng Allah bahwa : Majlis dzikir tersebut telah membaca Tasbih, membaca Takbir, membaca Tahmid, membaca Tamjid kagem panjenengan ya Allah. Kemudian Kanjeng Rosul Muhammad ﷺ matur : Apakah mereka melihat Aku? Di jawab mereka orah melihatNya. Demi Allah seandainya mereka melihatNya pasti Ibadahnya semakin dasyat baik cara mengagungkan Panjenengan, tentunya lebih banyak bacaan Tasbihnya. Apa yang diminta oleh majlis dzikir tersebut? Yang diminta tentunya menghapkan surga. Apakah mereka melihat surga? Ngendiko Rosul Muhammad ﷺ : Para Malaikat juga berkata kepada Sang Rob : Justru puniko mereka mboten mersani Surga, seandainya mereka bisa melihat surga pasti lebih seru dan lebih penasaran lagi. Kemudian apa lagi yang diminta oleh majlis dzikir tersebut? Mereka-mereka memohon perlindungan dari siksa neraka. Apakah dia melihat neraka? Justru itu mereka mboten melihat tapi yaqin bahwa neraka itu wujud adanya.
Seandainya mengetahui welo-welo neraka pasti mereka lari tunggang- langgang karena ketakutan.
Ngendiko Rosul Muhammad ﷺ dan Allah Dawuh kepada para Malaikat : Saksikan semuanya bahwa hari ini Aku ampuni kalian semua. Kemudian sebagian malaikat matur kepada Para Malaikat lainya bahwa Seluruh Hajatnya Majlis Dzikir tersebut akan dikabulkan oleh Allah. Ngendiko Kanjeng Rosul Muhammad ﷺۢ : Majlis tersebut terkategori Majlis yang sama sekali jauh dari perbuatan yang tercela.
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Syu'bah dari 'Amasy bukan termasuk hadits Marfu', diriwayatkan oleh Sahabat Suhail dari Ayahnya dari Imam Abu Huroiroh RA dari Kanjeng Rosul Muhammad ﷺ.
Mekaten mugi manfaat nyuwun ngapunten bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari kitab
 " فتح الباري " شرح صحيح البخاري للإمام الحافظ أحمد بن علي بن حجر العسقلاني ٧٧٣-٧٥٢ م
 
Juz 21 pada Bab Dzikir halaman 249-250
والله الموفق إلی أقوم الطريق.
الفقير إلی رحمة الله.

Moch Turchan Amar,
Al-Ikhlas, 04 Dzul-Qo'dah 1446 H/02 Mei 2025 M.
٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭


Link Youtube

Jumat, 07 Februari 2025

Mengapa Terjadi Perbedaan Awal Bulan Hijriyah antara NU, Pemerintah dan Muhammadiyah?

Perbedaan penentuan awal bulan Hijriyah antara Nahdlatul Ulama (NU), Pemerintah Indonesia, dan Muhammadiyah disebabkan oleh perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan. Berikut adalah penjelasan detailnya:

---

 1. Metode yang Digunakan
   - NU:
     - Menggunakan metode rukyatul hilal bil fi'li (pengamatan hilal secara langsung).
     - NU mengikuti prinsip bahwa hilal harus benar-benar terlihat oleh mata atau alat bantu optik                   (seperti teleskop) setelah Matahari terbenam.
     - Jika hilal tidak terlihat, bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari (istilahnya: istikmal).

   - Muhammadiyah:
     - Menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal (perhitungan astronomis dengan kriteria hilal sudah wujud di atas ufuk).
     - Muhammadiyah tidak memerlukan pengamatan hilal secara langsung. Mereka mengandalkan perhitungan matematis dan astronomis untuk menentukan apakah hilal sudah terbentuk di atas ufuk.
     - Jika hilal sudah wujud (berada di atas ufuk saat Matahari terbenam), maka bulan baru dimulai, meskipun hilal tidak terlihat.

   - Pemerintah Indonesia:
     - Menggunakan metode rukyatul hilal yang dipadukan dengan hisab.
     - Pemerintah melalui Kementerian Agama mengadakan sidang itsbat untuk menentukan awal bulan berdasarkan laporan pengamatan hilal dari berbagai lokasi di Indonesia.
     - Jika hilal tidak terlihat, bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

---

 2. Kriteria yang Berbeda
   - NU:
     - Kriteria utama adalah visibilitas hilal (hilal harus terlihat).
     - NU menganggap bahwa metode rukyat lebih sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan "berpuasalah karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal" (HR. Bukhari dan Muslim).

   - Muhammadiyah:
     - Kriteria utama adalah wujudul hilal (hilal sudah ada di atas ufuk saat Matahari terbenam).
     - Muhammadiyah menganggap bahwa hisab lebih akurat dan modern, serta tidak bergantung pada kondisi cuaca yang mungkin menghalangi pengamatan hilal.

   - Pemerintah:
     - Kriteria pemerintah adalah gabungan antara rukyat (pengamatan) dan hisab (perhitungan).
     - Pemerintah berusaha memadukan kedua pendekatan untuk mencapai kesepakatan nasional.

---

 3. Faktor Penyebab Perbedaan
   - Perbedaan Metode:
     - NU mengutamakan pengamatan langsung, sementara Muhammadiyah mengutamakan perhitungan astronomis.
   - Kondisi Geografis dan Cuaca:
     - Pengamatan hilal bisa terhambat oleh cuaca buruk, awan, atau polusi cahaya, sehingga hasil rukyat bisa berbeda-beda di berbagai lokasi.
   - Perbedaan Kriteria Matematis:
     - Muhammadiyah menggunakan kriteria wujudul hilal yang mungkin berbeda dengan hasil perhitungan pemerintah atau NU.
   - Keputusan Sidang Itsbat:
     - Pemerintah mengadakan sidang itsbat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk NU dan Muhammadiyah, tetapi keputusan akhir bisa berbeda dengan keputusan masing-masing organisasi.

---

 4. Contoh Kasus
   - Misalnya, pada penentuan awal Ramadhan 1444 H (2023 M):
     - Muhammadiyah sudah menetapkan awal Ramadhan berdasarkan hisab, meskipun hilal belum terlihat.
     - NU dan Pemerintah menunggu hasil rukyat. Jika hilal tidak terlihat, mereka akan menggenapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari.
     - Hal ini menyebabkan perbedaan tanggal mulai puasa antara Muhammadiyah dengan NU dan Pemerintah.

---

 5. Upaya Penyatuan
   - Upaya untuk menyatukan perbedaan ini telah dilakukan melalui dialog dan musyawarah, tetapi hingga saat ini belum ada kesepakatan yang bulat.
   - Beberapa pihak mengusulkan penggunaan metode imkanur rukyat (kriteria kemungkinan terlihatnya hilal) yang memadukan hisab dan rukyat, tetapi ini juga belum sepenuhnya diterima oleh semua pihak.

---

Kesimpulan
Perbedaan awal bulan antara NU, Pemerintah, dan Muhammadiyah terjadi karena perbedaan metode dan kriteria yang digunakan. NU mengutamakan pengamatan hilal, Muhammadiyah mengandalkan perhitungan astronomis, sementara Pemerintah mencoba memadukan keduanya. Perbedaan ini adalah bagian dari keragaman pendekatan dalam Islam dan tidak mengurangi keabsahan ibadah masing-masing kelompok.

Sumber Deepseek 06:12 tanggal 07-02-2025