Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2026

WAJIB BAGI SEORANG MUKALLAF UNTUK PERCAYA PADA 10 MALAIKAT


تَفْصِيْلُ عَشْرِ مِنْهُمُ جِبْرِيْلُ ۞ مِيْكَالُ إِسْرَافِيْلُ عِزْرَائِيْلُ
مُنْكَرْ نَكِيْرُ وَرَقِيْبٌ وَكَذَا ۞ عَتِيْدٌ مَالِكٌ وَرِضْوَانٌ ٱحْتَذَیٰ
أيْ يَجِبُ عَلیٰ كُلِّ مُكَلَّفٍ أنْ يَعْتَقِدَ : عَشْرَةٌ مِنَ ٱلْمَلَآئِكَةِ تَفْصِيْلًا بِمَعْرِفَةِ أَسْمَآءِهِمْ.
وَهُمْ أرْبَعَةُ أَقْسَامٍ : ٱلْمُتَصَرِّفُوْنَ، وَٱلْفَاتِنُوْنَ، وَالْحَافِظُوْنَ، وَالْخَازِنُوْنَ.
فَالْمُتَصَرِّفُوْنَ أَرْبَعَةٌ : جِبْرِيْلُ، وَمِيْكَائِيْلُ، وَإسّرَافِيْلُ، وَعِزْرَائِيْلُ.
- فَجِبْرِيْلُ مُوَكِّلُ بِالْوَحْيِ ؛ أيْ ٱلْخَبَرُ ٱلَّذِيْ يَأْتِيْ بِهِ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ لِلْأَنْبِيَآءِ عَلَيْهِمُ ٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلاَمُ.
قَالَ ٱلْجَلَالُ ٱلسُّيُوْطِ : " وَإنَّهُ يَحْضُرُ مَوْتَ مَنْ يَمُوْتُ عَلیٰ وُضُوْءٍ، وَمَاٱشْتَهَرَ مِنْ أنَّهُ لَايَنْزِلُ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِ ٱلنَّبِيِّ ﷺ.... لَا أصْلَ لَهُ، إلَّا أنْ يُقَالَ : لَايَنْزِلُ بِوَحْيٍ " ذِكْرُهُ ٱلقَلْيُوْبِي فِيْ حَاشِيَتِهِ عَلیٰ شَرْحِ ٱلْمَحَلِّيْ لِمِنْهَاجِ ٱلطَّالِبِيْنَ "١/٣٢١"
Kemudian Syaikh Ahmad Marzuqi Rahimahullah Ta'ala ngendiko didalam Bait Nadhomnya tersebut : Perincian sepuluh diantara mereka adalah : Jibril, Mika'il, Isrofil, Izro'il, Munkar, Nakir, Roqib, Atid, Malik dan Ridlwan mengikuti.
PENJELASAN :
Syaikh Nawawi Rahimahullah ngendiko : " Wajib kata Syaikh Ahmad " Atas setiap orang Mukallaf meyakini sepuluh Malaikat secara rinci dengan mengetahui nama-nama mereka. Mereka terbagi kedalam empat bagian : Malaikat Mutashorrifun, Malaikat Fatinun, Malaikat Hafidhun dan Malaikat Khazinun.
Adapun Malaikat Mutasarrifun itu ada empat : Yaitu Jibril, Mika'il, Isrofil dan Izro'il Alaihimussalam.
1. Jibril AS bertugas untuk menyampaikan wahyu atau berita yang datangnya dari Allah Ta'ala kepada para Nabi AS. Imam Suyuthi mengatakan bahwa, Malaikat Jibril AS itu hadir pada saat kematian seseorang yang mati dalam keadaan berwudlu', sedangkan pendapat yang masyhur Jibril tidak lagi turun sepeninggal Nabi Muhammad ﷺ adalah pendapat yang tidak berdasar sama sekali, hanya dikatakan bahwa dia tidak turun membawahwahyu lagi, demikian dikatakan oleh Alqolyubi dalam Syarah Mahally " Minhajut-tholibin juz 1 halaman 321.
- وَمِيْكَائِيْلُ مُوَكِّلُ بَكَيْلِ ٱلْأَمْطَارِ، وَالْبِحَار، وَالْأَنْهَارِ، وَالْأَرْزَاقِ، وَتَصْوِيْرِ ٱلْأَجِنَّةِ فِيْ ٱلْأَرْحَامِ،
- 2. Mika'il Alaihissalam, bertugas mengatur hujan, lautan, sungai, rezeqi, dan membentuk rupa janin didalam kandungan.
- إسْرَافِيْلُ مُوَكِّلُ بِاللَّوْحِ الْمَحْفُوْظِ، وَالنَّفْخُ فِيْ الصُّوْرِ وَهُوَ : قَرْنٌ مِنْ نُوْرٍ، وَفِيْ ثَقُوْبٍ عَلیٰ عَدَدِٱلْأَرْوَاحِ - فَيُنْفِخُ فِيْهِ ٱلنَّفْخَتَيْنِ :
- فَالنَّفْخَةُ ٱلْأُوْلیٰ : تُفْنیٰ فِيْهَا جَمِيْعُ ٱلْمَخْلُوْقَاتِ إلَّا مَاشََآءَ اللّٰـــهُ، وَهِيَ مُسْتَثْنِيَاتُ ٱلسَّبْعَةِ، وَهِيَ : ٱلْعَرْشُ، وَالْكُرْسِيُّ، وَاللَّوْحُ، وَالْقَلَمُ، وَالجَنَّةُ، وَالنَّارُ، وَالْأَرْوَاحُ.
- وَالنَّفْخَةُ ٱلثَّانِيَةِ : تُبّعَثُ فِيْهَا جَمِيْعُ ٱلْمَخْلُوْقَاتِ، فَتَرْجِعُ ٱلْأَرْوَاحِ لِأَجْسَادِهَا، لَاتُخْطِئُ رُوحُ جَسَدِهَا، وَمَابَيْنَ ٱلنَّفْخَتَيْنِ أرْبَعِيْنَ سَنَةٍ.
- 3. Isrofil Alaihimussalam, bertugas menjaga Lauhul Mahfudh dan meniup sangka-kala pada saat menjelang hari qiyamat kelak. Sangka-kala itu adalah sebuh terompet berbentuk tanduk yang terbuat dari cahaya. Pada sangka kala itu terdapat lubang lubang sebanyak arwah yang ada. Malaikat Mikail meniup sangka kala itu dua kali. Pada peniupan pertama seluruh makhluq binasa kecuali yang dikehendaki Allah tidak bimasa, yaitu ada tujuh : Arsy, Kursi, Lauhul Mahfudh, Qolam, Surga, Neraka, dan Arwah.

Pada tiupan kedua, seluruh makhluq dibangkitkan kembali, maka kembalilah seluruh ruh kepada jasadnya masing-masing. Tidak ada ruh yang keliru (salah alamat) memasuki jasadnya . Jarak antara dua tiupan itu adalah selama 40 tahun. 
وَدَلِيْلُ ذٰلِكَ قَوْلُهُ تَعَالیٰ : " وَنُفِخَ فِيْ ٱلصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ ٱلسَّمٰوَاتِ وَمَنْ فِيْ ٱلْأَرْضِ إلَّا مَنْ شَآءَاللّٰهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيْهِ أُخْرَیٰ فَإِذَاهُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُوْنَ ٱلزمر ٦٨.
 Dan tiupan sangkakala, maka matilah siapa saja yang ada dilangit dan di bumi kecuali yang dikehendaki Allah (tidak mati). Kemudian sangkakala itu ditiup sekali lagi maka tiba-tiba mereka semua berdiri menunggu putusannya masing-masing.
Azzumar 58.
Mugi manfaat dan mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil :
- Kitab " عقيدة العوام " hal.17
- Kitab " نور الظلام " hal. 120-122
- Terjemah Nurudh-dholam hal 40-41
والله الموافق إلی أقوم الطريق،
الفقير إلی رحمة الله،
Moch Turchan Amar,
Al-Ikhlas, Jum'at Legi, 23 Shofar 1448 H/07 Agustus 2026 M.
٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

Kamis, 23 Juli 2026

🎆 IMAN KEPADA MALAIKAT 🎆


ٱلْفَصْلُ ٱلثَّالِثُ : فِيْ ٱلْمَلَائِكَةِ عَلَيْهِمُ ٱلسَّلَامُ،
وَٱلْمَلَكُ ٱلَّذِيْ بِلَاأَبٍ وَأُمْ ❉ لَاأَكْلَ لَاشَرْبَ وَلَانَوْمَ لَهُمْ
أيْ : يَجِبُ عَلیٰ كُلِّ مُكَلَّفٍ أنْ يَعْتَقِدَ : أنَّ ٱلْمَلَآئِكَةَ عَلَيْهِمُ ٱلسَّلَامُ خَلَقَهُمُ اللّٰهُ مِنْ غَيْرِ وَاسِطَةِ أَبٍ وَلَآأُمٍّ، فَليْسُوْا رِجَالًا وَلَانِسَآءً وَلَاخُنَاثیٰ، فَمَنْ إعْتَقَدَ ذُكُوْرَتَهُمْ .. كَانَ مُبْتَدِعًا فَاسِقًا، وَفِيْ كُفْرِهِ قَوْلَانِ، وَمَنِ ٱعْتَقَدَ أُنُوْثَتَهُمْ .. كَانَ كَافِرًا بِالْإِجْمَاعِ، لِأَنَّ ٱلذُّكُوْرَةِ أَشْرَفُ مِنَ ٱلْأُنُوْثَةِ.
Fasal yang ketiga menerangkan tentang Malaikat AS.
Kiyai Nadhim : Si pengarang kitab ini berpendapat : Bahwa setiap orang Mukallaf hukumnya Wajib meyaqini bahwa sesungguhnya para Malaikat AS itu diciptakan oleh Allah ﷻ tanpa perantara Bapak dan Ibu, bukan pula dari jenis lelaki dan perempuan juga bukan banci, barang siapa yang punya kiyakinan bahwa para Malaikat itu berkelamin lelaki maka dia tergolong orang Bid'ah (mengada-ada) atau tergolong orang Fasiq (rusak aqidahnya),
Ada dua pendapat dalam hal ini menurut Ijma' para Ulama' Ahli Tauhid : barang siapa yang menganggap para Malaikat itu perempuan maka terhukumi Kafir, karena kaum lelaki lebih mulya daripada kaum wanita.
Terkait masalah tersebut, Allah SWT telah memberikan warning terhadap orang berkeyakinan menganggap bahwa para Malaikat itu banci maka hukumnya Kafir, sebagaimana firman Allah " Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hambah-hambah (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Azzuhruf 19.

وَهُمْ غَيْرُ ٱلْجِنِّ، لَارِجَالٌ وَلَانِسآءٌ، وَلَايَأْكُلُوْنَ وَلَايَشْرَبُوْنَ، وَلَايَنَامُوْنَ، وَلَايَتَنَاكَحُوْنَ وَلَا يَتَوَالَدُوْنَ، وَلَا تُكْتَبُ أَعْمَالُهُمْ، لِأَنَّهُمْ ٱلْكُتَّابُ، وَلَايُحَاسَبُوْنَ، لِأَنَّهُمْ حُسَّابٌ، وَلَاتُوْزَنُ أَعْمَالُهُمْ، لِأَنَّهُمْ لَاسَيِّئَاتُ لَهُمْ، وَيَحْشُرُوْنَ مَعَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ، يَشْفَعُوْنَ فيْ عَصَاةِ بَنِيْ آدَمَ، وَيَرَاهُمْ ٱلْمُؤْمِنُوْنَ فِيْ ٱلْجَنَّةِ، وَيَتَنَاوَلُوْنَ ٱلنِّعْمَةَ بِمَاشَآءَ اللّٰهُ. كَذَا كَمَاقَالَ ٱلسُّحَيْمِيُّ وَالْبَاجُوْرِيُّ.
Para malaikat itu bukan dari golongan Jin, bukan laki-laki dan bukan perempuan. Mereka-mereka tidak makan dan tidak minum, serta tidak tidur, dan tidak kawin juga tidak beranak pinak, mereka tidak dicatat sebab mereka sendiri sebagai pencatat amal, mereka tidak dihisab sebab mereka sendiri sebagai Tukang hisab, dan mereka tidak ditimbang amalnya sebab mereka sendiri orah nduwe duso. Mereka akan dibangkitkan bersama golongan Jin dan Manusia, Mereka akan memberikan Syafaat untuk orang-orang yang durhaka. Mereka bisa dilihat oleh kaum mukminin didalam Surga. Mereka masuk surga dan menikmati kenikmatan didalamnya sesuai dengan kehendak Allah. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Suhaimi dan Imam Bajuri.

وَقَالَ بَعْضُهُمْ تَبَعًالِمُجَاهِدِ : " إنَّهُمْ لَايَأْكُلُوْنَ فِيْهَا وَلَايَشْرَبُوْنَ وَلَايَنْكِحُوْنَ، وَإنّهُمْ يَكُوْنُوْنَ فِيْهِا كَما كَانُوْا فِيْ الدُّنْيَا " وَرَدَ سُحَيْمِيُّ بِقَوْلِهِ " وَهٰذَا يَقْتَضِيْ أَنَّ ٱلْحُوْرَ وَالْوِلْدَانَ كَذالِكَ ".
Sedangkan sebagian Ulama' mengatakan bahwa para malaikat itu nanti didalam Surga tidak makan, tidak minum dan tidak kawin, sebagaimana keadaan didunia dahulu. Menurut Imam Suhaimy para malaikat itu di identikkan dengan gaya hidup para Bidadari dan para Wildan ketika berada di Surga kelak.

وَهُمْ أجسَامٌ نُوْرَانِيَّةٌ لَطِيْفَةٌ بِأَرْوَاحٍ، قَادِرُوْنَ عَلیٰ ٱلتَّشَكُّلِ بِأَشْكَالٍ مُخْتَلِفٍ فِيْ أَشْكَالٍ حَسَنَةٍ، شَأْنُهُمْ ٱلطَّاعَةُ، وَمَسْكَنُهُمْ ٱلسَّمٰوَاتُ غَالِبًا، وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْكُنُ ٱلْأرْضَ، صَادِقُوْنَ فِيْمَا أَخْبَرُوْا بِهِ عَنِ ٱللّٰهِ تَعَالیٰ، يُسَبِّحُوْنَ ٱللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَايَنْقَطِعُوْنَ، وَلاَ يَعْصُوْنَ اللّٰهَ فِيْ ٱلأُمُوْرِ ٱلَّتِيْ قَدْ أَمَرَهُمْ، وَيَفْعَلُوْنَ ٱلْأَمْرَ ٱلَّذِيْ يَؤْمُرُوْنَ بِهِ، وَيَمُوْتُوْنَ بِالنَّفْخَةِ آلْأُوْلیٰ إلَّا ٱلْحَمْلَةُ ٱلْعَرْشِ وَالرُّؤُسَاءِ ٱلْأَرْبَعَةِ، فَإِنَّهُمْ يَمُوْتُوْنَ بَعْدَهَا، وَأَمَّا قَبْلَهَا... فَلاَ يَمُوْتُ مِنْهُمْ أَحَدٌ.
Para Malaikat itu merupskan jisim cahaya yang halus yang memiliki ruh. Mereka mampu merubah diri kedalam berbagai bentuk yang bagus. Perilaku mereka adalah taat dan tempat tinggal mereka dilangit, ada juga yang tinggal dibumi. Mereka jujur dalam memberitahukan apa-apa yang datang dari Allah Ta'ala. Mereka selalu bertasbih siang dan malam tak henti-hentinya, mereka tidak pernah mendurhakai Allah dalam segala perintah yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan mereka mati pada tiupan sangka-kala yang pertama, kecuali para malaikat pemanggul Arsy dan pemimpin malaikat empat, mereka baru mati sesudahnya. Sebelum tiupan pertama Sangka kala yang pertama itu, tidak ada satupun malaikat yang mati.
Mugi manfaat, dan mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari kitab " عَقِيْدَةُٱلْعَوَامِ " halaman 17, 
Dan " نُوْرُ ٱلظَلَامِ " halaman 115-116 dan Terjemahnya halaman 37-38

والله الموفق إلی أقوم الطريق،
الفقير إلی رب الجليل،
Moch Turchan Amar,
Al-Ikhlas, 09 Shofar 1448 H/24 Juli 2026 M.
٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

https://www.youtube.com/live/MIYhxASEXUg?si=0A8A2M-Q_fEeMd1E 

Rabu, 15 April 2026

JADILAH ORANG BAIK


Jadilah orang baik, tetapi jangan buang waktumu untuk membuktikanya(Riya)

ada beberapa hadits yang maknanya sangat dekat dengan prinsip "jadi orang baik tanpa perlu membuktikanya".

Berikut yang paling relevan:

1. Larangan Riya' (Pamer Amal)
Ini inti dari "jangan buang waktu membuktikan kebaikan". Rasulullah SAW bersabda:

*"Sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Apa itu syirik kecil?" Beliau menjawab: "Riya'." * (HR. Ahmad)

Juga hadits Qudsi: Allah berfirman, "Barangsiapa beramal dengan menyekutukan-Ku bersama selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya." (HR. Muslim)

2. Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat
Prinsip "tidak buang waktu" juga tercermin di sini:

"Di antara kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi)

3. Memanfaatkan Waktu untuk Kebaikan
Rasulullah SAW mengingatkan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan:

"Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: (1) mudamu sebelum tuamu, (2) sehatmu sebelum sakitmu, (3) kayamu sebelum miskinmu, (4) waktu luangmu sebelum sibukmu, (5) hidupmu sebelum matimu." (HR. An Nasa'i & Al Hakim)


Berdasarkan dalil-dalil di atas, menjadi orang baik memang dianjurkan, tetapi memamerkannya atau menghabiskan energi untuk pembuktian justru termasuk sifat tercela (riya') yang membatalkan pahala. 

Senin, 04 Mei 2015

Korelasi matematika dan kehidupan

Mohon maaf pada penulis, saya tidak tau siapa penulis yg pertama kali menulis  ini, saya beranikan diri share di blog karena saya raya tulisan ini sangat bermanfaat sekali terutama bagi saya sendiri. Sekali lagi mohon maaf. (saya sering kali menerima tulisan ini di media sosial)

Ilmu MATEMATIKA dlm realita hidup..

1) Mengapa PLUS dikali PLUS hasilnya PLUS?

2) Mengapa MINUS dikali PLUS atau sebaliknya PLUS dikali MINUS hasilnya MINUS?

3) Mengapa MINUS dikali MINUS hasilnya PLUS?

Hikmahnya adalah:
(+) PLUS = BENAR
(-) MINUS = SALAH

1. Mengatakan BENAR thd sesuatu hal yang BENAR adalah suatu tindakan yang BENAR.

Rumus 
+ x + = +

2. Mengatakan BENAR thd sesuatu yang SALAH, atau sebaliknya mengatakan SALAH thd sesuatu yang BENAR adalah suatu tindakan yang SALAH.

Rumus matematikanya:
+ x – = -
– x + = -

3. Mengatakan SALAH thd sesuatu yg SALAH adalah suatu tindakan yang BENAR.

Rumus matematikanya:
– x – = +

Pelajaran matematika ternyata sarat makna. Kebenarannya pasti/exact,  yg bs kita ambil sebagai Pelajaran Hidup.
          
Untuk matematika pembagian, adalah sbb:
1 ÷ 1 = 1
1 ÷ 2 = 1/2
1 ÷ 10 = 1/10
1 ÷ 100 = 1/100
Sedangkan 1 ÷ 0 = ~ ( tak terhingga).

Maknanya adalah:
- Kalau kita melakukan perbuatan baik, spt sedekah misalnya, kemudian kita mengharapkan balasan atas perbuatan itu, mk semakin kita banyak berharap hasilnya akan semakin kecil (1/100 dst).

Tetapi ketika kita melakukannya dgn Ikhlas tanpa mengharapkan sesuatu imbalan apa pun atau 1 ÷ 0, maka hasilnya akan "Tak Terhingga" yang artinya Allah SWT akan memberikan balasan atas keikhlasan kita dengan balasan yang tak terhingga (Penuh Keberkahan)

✔ Tatkala engkau memperbaiki niatmu, saat itulah Allah memperbaiki keadaanmu

✔ Ketika engkau menginginkan kebaikan utk org lain, maka kebaikan itu datang kepadamu dari arah yang tidak engkau kira

✔ Di saat kita hidup untuk membuat orang lain bahagia, Allah menjadikan orang lain membahagiakan kita

✔ Maka carilah selalu celah untuk "memberi", bukan "mengambil"

✔ Setiap kali engkau memberi, maka di saat itulah engkau diberi (oleh Allah) tanpa engkau meminta

Semoga bermanfaat...