Kamis, 23 Juli 2026
🎆 IMAN KEPADA MALAIKAT 🎆
Sabtu, 09 Mei 2026
Qurban Sapi Berasal dari Hadits Nabi
Banyak orang yang mengatakan bahwa Qurban Sapi berasal dari ijmak / qiyas para ulama alasan yang mendasari kadang di Arab tidak ada sapi padahal di alQuran ada surat AlBaqoroh yang berarti sapi betina
berikut hadits-hadits nabi tentang qurban seekot sapi
1. Dalam Kitab al-Muhadzdzab fi Fiqh al-Imam al-Syafi'iy, jld I, hlm. 433, berkorban dilakukan dengan menyembelih binatang ternak, al-'an'am, yaitu unta, sapi dan kambing berdasarkan surat al-Hajj ayat 28 dengan urutan korban mulai dari unta, sapi dan kambing. tetapi kambing lebih utama daripada bareng-bareng urunan 7 orang untuk berkorban unta atau sapi.
(Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.(QS Al HAjj 28)
Nabi memang kalau berkorban pakai kambing bukan yang lainnya, karena kambing yang paling ringan untuk dishodaqahkan, tidak memberatkan bagi kebanyakan orang. Oleh karena itu, kalau memang kuat korban sapi untuk satu keluarga, itu lebih baik daripada kambing. Tetapi, Nabi juga pernah berkorban bersama dengan sahabat-sahabat lain waktu di hudaybiyah dengan unta bersama-sama (7 orang) dan sapi (untuk 7 orang). hlaman 437-8
redaksi hadits yang lain
"Kami bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, lalu tibalah hari raya Idul Adha, maka kami pun berserikat dalam kurban: seekor sapi untuk tujuh orang, dan seekor unta untuk sepuluh orang." (HR. Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah) .
Riwayat yang umum Qurban onta untuk 7 orang
Dalam syarah kitab di atas jld. 7, hlm. 30, dikatakan berkorban hukumnya sunnat kifayah bagi mereka yang memang mampu satu keluarga. Apabila salah satu anggota keluarga sudah berkorban maka sudah didapatkan pahala sunnah bagi mereka.
2. Dalam syarah kitab tersebut yang ditulis Imam Nawawi, pada halaman 30, disebutkan sebagaimana dalam Sahih Bukhari dan Muslim bahwa Nabi saw berkorban sapi di Mina untuk istri-istrinya. أن النبي صلى الله عليه وسلم ضَحَّى فى منى عن نسائه بالبقر
.... Ini hadisnya agak sedikit panjang
Dalam Shahih Bukhari Juz 3, halaman 316 cetakan Bandung, Dar al-Ma'arif disebutkan ....فلما كنا بمنى أُتيت بلحم بق ر. فقلت: ما هذا؟ قالوا: ضحى رسول الله عن أزواجه بالبقر . Diriwayatkan dari Aisyah, bahwa Nabi saw menemui Aisyah, tetapi Aisyah pada saat itu sedang haid sebelum memasuki Kota Makah (untuk haji). Aisyah menangis. Nabi bertanya: Ada apa dengan kamu? Apakah kamu sedang datang bulan? Aisyah menjawab: ya. Nabi bersabda: Hal ini (datangnya bulan bagi perempuan) merupakan ketetapan Allah bagi perempuan. Lakukan apa yang dilakukan oleh orang yang berhaji, namun jangan melakukan tawaf. setelah itu tulisan arab di atas terjemahnya ini (ketika kami (para sahabat) berada di Mina (saat haji) aku (Aisyah) dibawakan daging sapi. Aku bertanya: Ini apa? Mereka para sahabat menjawab: Nabi berkorban sapi untuk istrei-isterinya.
Minggu, 22 Oktober 2023
BAB MENERANGKAN CARA SHOLAT ISTISQO'
ٱلْإِسْتِسْقَاءُ هُوَ : طَلَبُ ٱلسُّقْيَا، وَلَهُ ثَلاَثُ مَرَاتِبَ :
١ - أَدْنَاهَا : ٱلدُّعاَءُ لِلْإِسْتِقَاءِ مُطْلَقًا خَلْفَ ٱلصَّلَواتِ، أَوْفِيْ قُنُوْتِ ٱلنَّازِلَةِ.
٢ - أَوْسَطُهَا : ٱلدُّعَاءُ لِلْإِسْتِسْقَاءِ فِيْ خُطْبَةِ ٱلْجُمْعَةِ.
٣ - أَكْمَلُهَا : ٱلْإِسْتِسْقَاءُ بِالصَّلَاةِ، وَكَذَلِكَ ٱلصَّوْمُ وٱلتَّوْبَةُ وَالْخُرُوجُ مِنَ ٱلْمَظَالِمِ كَمَا سَيَأْتِيْ.
Istisqo' adalah meminta hujan. Istisqo' memiliki tiga tingkatan :
1. Tingkatan terendah yaitu berdo'a meminta hujan secara mutlaq setelah melaksanakan sholat apapun, atau berdo'a dalam QUNUT NAZILAH.
2. Tingkatan tengah adalah berdo'a meminta hujan saat khutbah jum'at.
3. Tingkatan yang paling utama adalah meminta hujan dengan melaksanakan sholat istisqo', begitu juga disertai puasa, taubat dan keluar dari segala bentuk kedholiman, sebagaimana yang akan di jelaskan.
يُسَنُّ أَنْ يَأْمُرَ ٱلْحَاكِمُ بِصَلَاةِ ٱلْإِسْتِسْقَآءِ وَالصَّوْمِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ، وَبِالتَّوْبَةِ وَٱلتَّصَدُّقِ وَأَعْمَالِ ٱلْبِرِّ وَٱلْخُرُوجِ مِنَ ٱلْمَظَالِمِ وَكُلِّ مَايَمْنَعُ مِنْ نُزُوْلِ ٱلرَّحْمَةِ، فَإِذَا أَمَرَهُمْ فَتَكُوْنُ آلصَّلَاةُ وَاجِبَةً عَلیٰ ٱلْقَادِرِيْنَ، وَكَذَالِكَ ٱلصَّوْمُ ١- فَيَجِبُ فِيْهِ تَبْيِيْتُ ٱلنِّيَّةِ، وَيَأْثِمُ ٱلَّذِيْ لَايَصُوْمُ لِتَقْصِيْرِهِ وَلَاقَضَآءَ عَلَيْهِ.
Sunnah bagi Hakim untuk memerintahkan sholat Istisqo', disertai puasa tiga hari, taubat, sedekah, berbuat kebaikan, keluar dari segala bentuk kedholiman dan segala perbuatan yang bisa mencegah turunnya Rahmat. Ketika Hakim memerintahkan, maka bagi warga yang mampu wajib melaksanakan sholat, begitu halnya dengan puasa sehingga wajib niat di malam hari, dan berdosa bagi yang tidak berpuasa karena teledor, namun tidak wajib untuk mengQODO'.
- كَيْفِيَةُ صَلَاتِهَا : رَكْعَتَانِ ٢- كَصَلَاةِ ٱلْعِيْدِ، وَيُسَنُّ فِيْهَا مَايُسَنُّ فِيْ صَلَاةِ ٱلْعِيْدِ مِنْ : سَبْعِ تَكْبِيْرَاتٍ فِيْ ٱلرَّكْعَةِ ٱلْأُوْلیٰ وَخَمْسِ تَكْبِيْرَاتٍ فِيْ ٱلرَّكْعَةِ ٱلثَّانِيَةِ، وَيَقْرَأُ فِيْهَا " قٓ " وَ " ٱقْتَرَبَتِ "، أَوِ ٱلأعْلیٰ وَالْغَاشِيَةِ.
❉ Tata cara Sholat Istisqo'.
Sholat dua rokaat seperti sholai Id. Saat Sholat Istisqo', sunnah melakukan kesunnahan-kesunnahan sebagaimana sholat Id, yaitu membaca Takbir Tujuh kali pada rokaat pertama, dan takbir lima kali pada rokaat kedua, serta membaca surat قٓ pada rokaat pertama dan membaca surat ٱقْتَرَبَتْ pada rokaat kedua, atau membaca surat ٱلْأَعْلیٰ dan ٱلْغَاشِيَةُ.
- وَقْتُ ٱلصَّلَاةِ : فِيْ ٱلْيَوْمِ ٱلرَّابِعِ، بَعْدَ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ، يَخْرُجُوْنَ إِلیٰ ٱلصَّحْرَآءِ -١- بِثِيَابٍ بَذِلَةٍ، أيْ ثِيَابٍ ٱلْمِهْنَةٍ ٢ لَاثِيَابِ ٱلزّيْنَةِ، وَالأَفْضَلُ وَهُمْ صَآئِمُوْنَ، وَلَايَجِبُ عَلَيْهِمُ ٱلصَّوْمُ فِيْهِ، وَيُسْتَحَبُّ إخْرَاجُ ٱلصِّبْيَانِ وَالْبَهائِمِ وَالشُّيُوْخِ، لِقَولِ ٱلنَّبِيِّ ﷺ : " لَوْلَا شَبَابٌ خُشَّعٌ، وَبَهَآئِمُ رُتَّعٌ، وَشُيُوْخٌ رُكَّعٌ، وَأَطْفَالٌ رُضَّعٌ، لَصُبَّ عَلَيْكُمُ ٱلعَذَابُ صَبًّا ٣- وَقَوْلِهِ " وَهَلْ تُرْزَقُوْنَ وَتُنْصَرُوْنَ إلَّا بصدضُعَفآئِكُمْ ٤- وَلَا يَخْرُجُ مَعَهُ ٱلنِّسَآءُ مِنْ ذَوَاتِ ٱلْهَيْئَاتِ.
❉ Waktu pelaksanaan Sholat.
Sholat dilaksanakan pada hari keempat setelah tiga hari berpuasa. Para jamaah di anjurkan keluar menuju tempat yang luas dengan berpakaian sehari-hari, yaitu pakaian yang biasa digunakan kerja bukan pakaian yang digunakan berhias. Yang lebih utama adalah para hadlirin melaksanakan sholat dalam keadaan berpuasa walaupun hukumnya tidak wajib.
Sunnah untuk menyertakan anak anak kecil, binatang ternak, dan orang-orang berusia lanjut LANSIA, karena sabda Baginda Rosul Muhammad ﷺۢ:ۢ Seandainya tidak ada Kaum Pemuda yang Khusyu', binatang ternak yang bersuara, orang orang lanjut usia yang telah membungkuk, dan balita yang sedang menyusu, niscaya betul betul akan ditimpahkan siksaan pada kalian. "
Dan Sabda Baginda Rosul ﷺ : Kalian semua tidak diberi rizqi dan diberi pertolongan kecuali sebab orang orang yang lemah diantara kalian."
Mudah mudahan bermanfaat dan mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari kitab Fiqih Taqrirotus Sadidah pada Bab Sholat ISTISQO' pada halaman 350-351.
والله أعلم بالصواب.
من ألفقير إلی رحمة الله عز وجل.
Moch Turchan Amar,
Sidoarjo, 22 Oktober 2023.
Hari Santri
Minggu, 03 April 2022
Hilal yang populer saat awal Ramadhan dan 1 Syawal
KOMPAS.com- Pada setiap kali momentum penentuan awal bulan Ramadhan, pasti Anda sering sekali mendengar bahwa Kementerian Agama, BMKG, ilmuwan dan masyarakat akan beramai-ramai melihat ketampakan hilal.
Hal ini pun menimbulkan pertanyaan mendasar, apa itu hilal yang selalu ramai diperbincangkan menjelang bulan puasa?
Hilal adalah bulan sabit tertipis yang berkedudukan rendah di atas cakrawala langit barat, dan sudah diamati tepat selepas terbenam Matahari.
Dalam agama Islam, hilal atau bulan sabit tertipis dijadikan sebagai penentu perbedaan waktu dan menentukan kapan waktu yang tepat untuk beribadah kepada Allah SWT.
Pada prinsipnya dalam menentukan 1 Ramadhan, pemerintah melalui sidang isbat yang dipimpin oleh Kementerian Agama (Kemenag) akan mempertimbangkan pendekatan hisab dan rukyatul hilal.
Untuk diketahui, pendekatan hisab adalah cara memperkirakan posisi bulan dan matahari terhadap bumi dengan proses perhitungan astronomis.
Sedangkan, pendekatan rukyat adalah aktivitas pengamatan visibilitas hilal atau bulan sabit saat Matahari terbenam menjelang awal bulan di Kalender Hijriah.
Periode Ramadhan 1443 Hijriah di tahun 2022 Masehi ini, ditetapkan pemerintah jatuh pada tanggal 3 April 2022, dikarenakan ketinggian atau ketampakan hilal yang terlalu rendah dan tidak mungkin terlihat.
Disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam sidang isbat penentuan awal Ramadhan 2022, Jumat (1/4/2022) bahwa ketinggian penampakan hilal di seluruh Indonesia pada posisi 1 derajat 6,78 menit sampai dengan 2 derajat 10.02 menit berdasarkan hisab.
Hal ini dianggap belum memenuhi kriteria jika mengacu pada MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Dalam pedoman MABIMS, untuk menetapkan 1 Ramadhan 1443 Hijriah, tinggi bulan minimal adalah 3 derajat dengan elongasi minimal 6,4 derajat.
“Artinya, di Indonesia ini (penampakan) hilal terlalu rendah dan tidak mungkin bisa mengalahkan cahaya syafaq, sehingga tidak mungkin untuk terlihatnya hilal,” ujar anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag, Thomas Djamaluddin.
Tinggi hilal adalah besar sudut yang dinyatakan dari posisi proyeksi Bulan di Horizon-teramati hingga ke posisi pusat piringan Bulan berada.
Tinggi hilal positif berarti hilal berada di atas horizon pada saat Matahari terbenam. Sedangkan, tinggi hilal negatif berarti hilal berada di bawah horizon pada saat Matahari terbenam.
Thomas menambahkan, tinggi bulan atau hilal di wilayah Jakarta kemarin hanya 1 derajat 42 menit, yang artinya tidak sesuai dengan kriteria penentuan awal Ramadhan, yang mana menjadi penentu awal puasa.
Metode melihat hilal
Astronom amatir Indonesia sekaligus Pembimbing dan Pendamping Forum Kajian Ilmu Falak (FKIK) Gombong dan Majelis Kajian Ilmu Falak (MKIF) Kebumen Jawa Tengah, Marufin Sudibyo mengatakan, setidaknya ada tiga metode yang digunakan dalam melihat hilal ini.
Metode melihat hilal yang pertama adalah dengan menggunakan mata telanjang.
“Metode pertama adalah menggunakan mata telanjang, tanpa alat bantu optik sama sekali, Sehingga, menghasilkan fenomena kasatmata-telanjang,” jelas Marufin dalam pemberitaan Kompas.com edisi 22 April 2020.
Metode kedua dilakukan dengan menggunakan alat bantu optik terutama teleskop, namun tetap mengandalkan penglihatan mata.
"Ini menghasilkan fenomena kasatmata-teleskop,” tambahnya.
Metode terakhir adalah dengan menggunakan alat optik terutama teleskop yang terangkai dengan sensor atau kamera.
Baca juga: Hilal Tidak Terlihat, Kapan Puasa Ramadhan 2022? Ini Kata Kemenag
“Sensor atau kamera ini memproduksi denyut elektronik yang bisa diolah sebagai citra atau gambar. Ini menghasilkan fenomena kasat-kamera,” tambahnya.
Dari ketiga metode tersebut, yang paling populer adalah penggunaan metode mata telanjang dan mata yang dibantu oleh alat optik khususnya teleskop.
Mengapa perlu melihat hilal?
Marufin menyebutkan bahwa melihat hilal dinyatakan secara tekstual dalam sabda Nabi SAW: “Berpuasalah (dan berhari raya) karena melihat hilal. Jika tidak terlihat maka genapkanlah.”
Dengan landasan itu, maka rukyatul hilal (observasi hilal) dipahami sebagai ibadah. Selain menentukan awal bulan kalender Hijriyah, hilal juga menentukan awal dua hari raya.
“Meski di sini ada sedikit perbedaan. Lembaga seperti Nahdatul Ulama berpedoman seluruh awal bulan kalender Hijriyyah harus ditentukan oleh terlihat atau tidaknya hilal, maka rukyatul hilal (observasi hilal) digelar setiap awal bulan,” papar Marufin.
Sementara itu, lembaga yang lain berpedoman rukyatul hilal cukup dilakukan hanya pada awal Ramadhan dan dua hari raya.
Baca juga: Penentuan Hilal Ramadhan 1443 H, BMKG Ungkap Potensi Hasil Rukyat Awal Puasa
Sementara di bulan-bulan kalender Hijriah lainnya tidak ditetapkan dengan rukyatul hilal, tetapi ditetapkan berdasarkan hisab (perhitungan numerik-astronomik) yang bersandar pada sebuah kriteria yang memuat parameter-parameter minimal posisi Bulan.
“Sementara lembaga seperti Muhammadiyah berpedoman, seluruh awal bulan kalender Hijriyyah ditetapkan dengan cara hisab berdasarkan kriteria tertentu saja,” tambahnya.
Kondisi yang mempengaruhi rukyatul hilal
Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Rahmat Triyono, ST, Dipl.Seis, M.Sc mengatakan, yang perlu diperhatikan dalam perencanaan rukyat hilal adalah perlu diperkirakan juga objek-objek astronomis.
Objek-objek astronomis yang dimaksud adalah yang selain hilal dan Matahari yang posisinya berdekatan dengan Bulan dan kecerlangannya tidak berbeda jauh dengan hilal atau lebih cerlang daripada hilal.
Baca juga: 8 Data yang Jadi Pertimbangan Penentuan Hilal Awal Ramadhan 1443 Hijriyah
Objek astronomis ini dapat berupa planet, misalnya Venus atau Merkurius, atau berupa bintang yang cerlang, seperti Sirius.
Adanya objek astronomis lainnya ini berpotensi menjadikan pengamat menganggapnya sebagai hilal.
Pada tanggal 1 April 2022, dari sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam tidak ada objek astronomis lainnya yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 10 derajat dari Bulan.
Data hilal yang diambil umumnya meliputi data posisi lokasi Matahari dan Bulan, waktu terbenam dan azimuth keduanya dari setiap wilayah di Indonesia.
Selain itu, ada juga data konjungsi bulan dan posisi bulan relatif terhadap matahari (elongasi), serta kecerlangan bulan (FI Bulan




