Kamis, 23 Juli 2026

🎆 IMAN KEPADA MALAIKAT 🎆


ٱلْفَصْلُ ٱلثَّالِثُ : فِيْ ٱلْمَلَائِكَةِ عَلَيْهِمُ ٱلسَّلَامُ،
وَٱلْمَلَكُ ٱلَّذِيْ بِلَاأَبٍ وَأُمْ ❉ لَاأَكْلَ لَاشَرْبَ وَلَانَوْمَ لَهُمْ
أيْ : يَجِبُ عَلیٰ كُلِّ مُكَلَّفٍ أنْ يَعْتَقِدَ : أنَّ ٱلْمَلَآئِكَةَ عَلَيْهِمُ ٱلسَّلَامُ خَلَقَهُمُ اللّٰهُ مِنْ غَيْرِ وَاسِطَةِ أَبٍ وَلَآأُمٍّ، فَليْسُوْا رِجَالًا وَلَانِسَآءً وَلَاخُنَاثیٰ، فَمَنْ إعْتَقَدَ ذُكُوْرَتَهُمْ .. كَانَ مُبْتَدِعًا فَاسِقًا، وَفِيْ كُفْرِهِ قَوْلَانِ، وَمَنِ ٱعْتَقَدَ أُنُوْثَتَهُمْ .. كَانَ كَافِرًا بِالْإِجْمَاعِ، لِأَنَّ ٱلذُّكُوْرَةِ أَشْرَفُ مِنَ ٱلْأُنُوْثَةِ.
Fasal yang ketiga menerangkan tentang Malaikat AS.
Kiyai Nadhim : Si pengarang kitab ini berpendapat : Bahwa setiap orang Mukallaf hukumnya Wajib meyaqini bahwa sesungguhnya para Malaikat AS itu diciptakan oleh Allah ﷻ tanpa perantara Bapak dan Ibu, bukan pula dari jenis lelaki dan perempuan juga bukan banci, barang siapa yang punya kiyakinan bahwa para Malaikat itu berkelamin lelaki maka dia tergolong orang Bid'ah (mengada-ada) atau tergolong orang Fasiq (rusak aqidahnya),
Ada dua pendapat dalam hal ini menurut Ijma' para Ulama' Ahli Tauhid : barang siapa yang menganggap para Malaikat itu perempuan maka terhukumi Kafir, karena kaum lelaki lebih mulya daripada kaum wanita.
Terkait masalah tersebut, Allah SWT telah memberikan warning terhadap orang berkeyakinan menganggap bahwa para Malaikat itu banci maka hukumnya Kafir, sebagaimana firman Allah " Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hambah-hambah (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Azzuhruf 19.

وَهُمْ غَيْرُ ٱلْجِنِّ، لَارِجَالٌ وَلَانِسآءٌ، وَلَايَأْكُلُوْنَ وَلَايَشْرَبُوْنَ، وَلَايَنَامُوْنَ، وَلَايَتَنَاكَحُوْنَ وَلَا يَتَوَالَدُوْنَ، وَلَا تُكْتَبُ أَعْمَالُهُمْ، لِأَنَّهُمْ ٱلْكُتَّابُ، وَلَايُحَاسَبُوْنَ، لِأَنَّهُمْ حُسَّابٌ، وَلَاتُوْزَنُ أَعْمَالُهُمْ، لِأَنَّهُمْ لَاسَيِّئَاتُ لَهُمْ، وَيَحْشُرُوْنَ مَعَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ، يَشْفَعُوْنَ فيْ عَصَاةِ بَنِيْ آدَمَ، وَيَرَاهُمْ ٱلْمُؤْمِنُوْنَ فِيْ ٱلْجَنَّةِ، وَيَتَنَاوَلُوْنَ ٱلنِّعْمَةَ بِمَاشَآءَ اللّٰهُ. كَذَا كَمَاقَالَ ٱلسُّحَيْمِيُّ وَالْبَاجُوْرِيُّ.
Para malaikat itu bukan dari golongan Jin, bukan laki-laki dan bukan perempuan. Mereka-mereka tidak makan dan tidak minum, serta tidak tidur, dan tidak kawin juga tidak beranak pinak, mereka tidak dicatat sebab mereka sendiri sebagai pencatat amal, mereka tidak dihisab sebab mereka sendiri sebagai Tukang hisab, dan mereka tidak ditimbang amalnya sebab mereka sendiri orah nduwe duso. Mereka akan dibangkitkan bersama golongan Jin dan Manusia, Mereka akan memberikan Syafaat untuk orang-orang yang durhaka. Mereka bisa dilihat oleh kaum mukminin didalam Surga. Mereka masuk surga dan menikmati kenikmatan didalamnya sesuai dengan kehendak Allah. Pendapat tersebut dikemukakan oleh Suhaimi dan Imam Bajuri.

وَقَالَ بَعْضُهُمْ تَبَعًالِمُجَاهِدِ : " إنَّهُمْ لَايَأْكُلُوْنَ فِيْهَا وَلَايَشْرَبُوْنَ وَلَايَنْكِحُوْنَ، وَإنّهُمْ يَكُوْنُوْنَ فِيْهِا كَما كَانُوْا فِيْ الدُّنْيَا " وَرَدَ سُحَيْمِيُّ بِقَوْلِهِ " وَهٰذَا يَقْتَضِيْ أَنَّ ٱلْحُوْرَ وَالْوِلْدَانَ كَذالِكَ ".
Sedangkan sebagian Ulama' mengatakan bahwa para malaikat itu nanti didalam Surga tidak makan, tidak minum dan tidak kawin, sebagaimana keadaan didunia dahulu. Menurut Imam Suhaimy para malaikat itu di identikkan dengan gaya hidup para Bidadari dan para Wildan ketika berada di Surga kelak.

وَهُمْ أجسَامٌ نُوْرَانِيَّةٌ لَطِيْفَةٌ بِأَرْوَاحٍ، قَادِرُوْنَ عَلیٰ ٱلتَّشَكُّلِ بِأَشْكَالٍ مُخْتَلِفٍ فِيْ أَشْكَالٍ حَسَنَةٍ، شَأْنُهُمْ ٱلطَّاعَةُ، وَمَسْكَنُهُمْ ٱلسَّمٰوَاتُ غَالِبًا، وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْكُنُ ٱلْأرْضَ، صَادِقُوْنَ فِيْمَا أَخْبَرُوْا بِهِ عَنِ ٱللّٰهِ تَعَالیٰ، يُسَبِّحُوْنَ ٱللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَايَنْقَطِعُوْنَ، وَلاَ يَعْصُوْنَ اللّٰهَ فِيْ ٱلأُمُوْرِ ٱلَّتِيْ قَدْ أَمَرَهُمْ، وَيَفْعَلُوْنَ ٱلْأَمْرَ ٱلَّذِيْ يَؤْمُرُوْنَ بِهِ، وَيَمُوْتُوْنَ بِالنَّفْخَةِ آلْأُوْلیٰ إلَّا ٱلْحَمْلَةُ ٱلْعَرْشِ وَالرُّؤُسَاءِ ٱلْأَرْبَعَةِ، فَإِنَّهُمْ يَمُوْتُوْنَ بَعْدَهَا، وَأَمَّا قَبْلَهَا... فَلاَ يَمُوْتُ مِنْهُمْ أَحَدٌ.
Para Malaikat itu merupskan jisim cahaya yang halus yang memiliki ruh. Mereka mampu merubah diri kedalam berbagai bentuk yang bagus. Perilaku mereka adalah taat dan tempat tinggal mereka dilangit, ada juga yang tinggal dibumi. Mereka jujur dalam memberitahukan apa-apa yang datang dari Allah Ta'ala. Mereka selalu bertasbih siang dan malam tak henti-hentinya, mereka tidak pernah mendurhakai Allah dalam segala perintah yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan mereka mati pada tiupan sangka-kala yang pertama, kecuali para malaikat pemanggul Arsy dan pemimpin malaikat empat, mereka baru mati sesudahnya. Sebelum tiupan pertama Sangka kala yang pertama itu, tidak ada satupun malaikat yang mati.
Mugi manfaat, dan mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari kitab " عَقِيْدَةُٱلْعَوَامِ " halaman 17, 
Dan " نُوْرُ ٱلظَلَامِ " halaman 115-116 dan Terjemahnya halaman 37-38

والله الموفق إلی أقوم الطريق،
الفقير إلی رب الجليل،
Moch Turchan Amar,
Al-Ikhlas, 09 Shofar 1448 H/24 Juli 2026 M.
٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭

https://www.youtube.com/live/MIYhxASEXUg?si=0A8A2M-Q_fEeMd1E