Jadilah orang baik, tetapi jangan buang waktumu untuk membuktikanya(Riya)
ada beberapa hadits yang maknanya sangat dekat dengan prinsip "jadi orang baik tanpa perlu membuktikanya".
Berikut yang paling relevan:
1. Larangan Riya' (Pamer Amal)
Ini inti dari "jangan buang waktu membuktikan kebaikan". Rasulullah SAW bersabda:
*"Sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya, "Apa itu syirik kecil?" Beliau menjawab: "Riya'." * (HR. Ahmad)
Juga hadits Qudsi: Allah berfirman, "Barangsiapa beramal dengan menyekutukan-Ku bersama selain-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya." (HR. Muslim)
2. Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat
Prinsip "tidak buang waktu" juga tercermin di sini:
"Di antara kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi)
3. Memanfaatkan Waktu untuk Kebaikan
Rasulullah SAW mengingatkan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan:
"Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: (1) mudamu sebelum tuamu, (2) sehatmu sebelum sakitmu, (3) kayamu sebelum miskinmu, (4) waktu luangmu sebelum sibukmu, (5) hidupmu sebelum matimu." (HR. An Nasa'i & Al Hakim)
Berdasarkan dalil-dalil di atas, menjadi orang baik memang dianjurkan, tetapi memamerkannya atau menghabiskan energi untuk pembuktian justru termasuk sifat tercela (riya') yang membatalkan pahala.