Selasa, 13 Februari 2024
mauQuta
Kamis, 07 September 2023
۞ مسآئِلُ مِنْ أوقاتِ الصَّلَاةِ : Waktu Shalat
۞ مسآئِلُ مِنْ أوقاتِ الصَّلَاةِ :
١) ۔ يُكْرَهُ تَسْمِيَةُ المَغْربِ عِشَاءَ، وتَسْمِيَةُ العِشآءِ العتمةَ، للنَّهْيِ عَنهما ٢،
ويُكْرهُ النومُ قبلَ صلاة العشاءِ وبعد صلاة الصبح والعصر، ويُكره السَّمَرُ بكلامٍ بعد العشآءِ إلافي خيرٍ.
۞ Permasalahan۔permasalahan yang terkait dengan waktu sholat.
1. Makruh menyebut Maghrib dengan nama Isya' dan menyebut Isya' dengan nama 'Atamah karena ada larangan. Makruh tidur sebelum sholat Isya', setelah ٦sholat shubuh dan setelah sholat Ashar. Makruh ber bincang۔bincang setelah sholat Isya' kecuali dalam hal yang baik.
٢) ۔ حكْمُ مَنْ مدَّ الصلاةَ حتی وقع جزءٌ منها خارج الوقتِ : فيه تفصيلُ :
١ ۔ تارةً يبقیٰ من الوقتِ قدرُ ما يسعُ الصلاةَ بِسُنَنِهَا : فالمدُّ خلافُ الأَوْلیٰ.
2. Terdapat perincian dalam memanjangkan pelaksanaan sholat hingga sebagiannya keluar waktu :
a. Ketika waktu yang tersisa cukup untuk melaksanakan sholat beserta kesunnahan۔kesunnahannya, maka hukum memanjangkan adalah khilaf aula.
٢ ۔ تَارَةً يبقیٰ من الوقتِ قدرُ ما يسعُ فروضُ الصلاةِ فقطْ : فالمدُّ منْدوبٌ ١
b. Ketika waktu yang tersisa hanya cukup untuk kefardluan۔kefardluannya saja, maka hukum memanjangkan adalah sunnah.
٣ ۔ تارةً يبقی من الوقتِ قدرُ مالا يسعُ فروضَهَا : فالمدُّ حرامٌ.
c. Ketika waktu yang tersisa tidak cukup untuk melaksanakan sholat kefardluan۔kefardluan sholat, maka hukumnya memanjangkan adalah harom.
٣). تكون الصلاةُ أداءً إذا أدرك ركعةً في الوقتِ، سواءٌ أكان بعذرٍ أم بغير عذرٍ، فإن لم يدركْ ركعةً في الوقت فتكون قضاءً.
3. Sholat hukumnya ada' jika dapat melaksanakan minimal satu rokaat sebelum habisnya waktu, baik ada udzur ataupun tidak. Jika tidak dapat melaksanakan satu rokaat di dalam waktu, maka statusnya adalah Qodo'.
٤). أفضلُ الأعمالِ : الصلاةُ في أول وقتها، ويحصل بالإستغال بأسباب الصلاة من دخول الوقتِ.
4. Amal perbuatan yang paling utama adalah sholat di awal waktu. Keutamaan ini bisa diraih dengan melaksanakan hal۔hal yang terkait dengan sholat sejak awal masuknya waktu.
Demikian semoga bermanfaat, mohon maaf bila terdapat khilaf.
Kami nuqil dari kitab Fiqih Taqrirotus۔sadidah halaman 187۔ 188.
والله أعلم بالصواب،
من الفقير إلی رحمة الله عز وجل.
Moch Turchan Amar.
Sda, 22 Shafar 1445 H/08 September 2023 M.
Link Youtube
https://www.youtube.com/live/49n0S9g2gRI?feature=shared
https://www.youtube.com/watch?v=49n0S9g2gRI
www.mauQuta.com
https://mauquta.com/
Sabtu, 26 Januari 2019
Hasil Tugas Akhir Kuliah/Sekripsi Jadi Lahan Pekerjaan
Pernahkan Anda melihat jam digital dan penunjuk waktu sholat digital di masjid? Pernahkan Anda melihat pigura gambar masjid di rumah-rumah dihiasi jam digital dari LED? Kalau belum, datang saja ke masjid Unitomo atau masjid terdekat di kota Anda. :D
Baik, saya akan ceritakan sedikit tentang sejarah produk jam digital dan jadwal sholat tersebut dan siapa orang di balik produk tersebut.
Produk tersebut awalnya merupakan tugas akhir seorang mahasiswa MIPA Fisika ITS dengan judul "Perancangan dan Pembuatan Alat Pertanda Awal Waktu Sholat dengan suara adzan", pada tahun 2000.
Ide dasarnya adalah bagaimana membuat jadwal sholat lima waktu yang mengikuti waktu pergeseran matahari dan memperdengarkan adzan saat telah masuk waktu sholat.
Saat itu belum ada aplikasi jadwal sholat dan adzan seperti di gawai android sekarang. Jadi masih menggunakan pemrograman assembly, mikrokontroler dan memory yang ukurannya terbatas.
Hebatnya lagi, proposal penelitian tersebut mendapatkan pendanaan dari pemerintah (Dikti) dan telah dipatenkan pada tahun 2001.
Setelah si mahasiswa lulus, dia mendirikan perusahaan bernama MauQuta yang artinya, waktu yang telah ditentukan. Diambil dari surat An-nisa ayat 103, Sesungguhnya shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman".
Si mahasiswa tersebut saat ini telah menjelma menjadi pengusaha sukses dari mengembangkan produk tugas akhirnya. Bahkan perusahaannya telah berkali-kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Tahun 2017 lalu, PT MauQuta Abadia mendapatkan penghargaan Paramakarya sebagai perusahaan menengah yang berhasil meningkatkan produktivitasnya.
Mahasiswa tersebut adalah Mas Lukman Bawafi . Saya mengenal beliau dari Bapak M. Sujatmiko (alm) yang kebetulan istri beliau Bu Endang (alm) adalah dosen di MIPA Fisika ITS.
Seingat saya, Mas Lukman BaBawafi sempat menjadi dosen LB di Teknik Informatika Unitomo juga. Namun saya lupa beliau mengajar apa dan tahun berapa. Kalau tidak salah, mengajar Fisika di sekitar tahun 2003-2004.
Kisah ini merupakan contoh ideal yang diharapkan pemerintah saat ini, bagaimana kampus bisa menghasilkan SDM terdidik dan mandiri. Seorang sarjana, dengan pengetahuan dan keterampilannya bisa kreatif dan inovatif mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri dan orang lain.
Kisah ini juga bisa menjadi pelajaran bagi saya sebagai orang kampus, bagaimana menyusun kurikulum dan modul pembelajaran yang mampu menghasilkan sarjana yang kompeten, kreatif, inovatif dan mandiri.
Hallo Sarjana Teknik, apa kabar kalian?
Gambar diambil dari:
http://jadwal-sholat-digital.blogspot.com
Tulisan ini di ambil dari laman FB berikut
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10156904060342381&id=703827380




