Tampilkan postingan dengan label auto tartil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label auto tartil. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 September 2024

💠 SUNNAH BERDOA SETELAH TASYAHHUD SEBELUM SALAM 💠


٢٤ - يُسَنُّ ٱلدُّعَآءُ بَعْدَ ٱلتَّشَهُّدِ وَقَبْلَ ٱلسَّلَامِ، وَلَا يُطَوِّلُهُ زِيَادَةً عَلیٰ قَدْرِ ٱلتَّشَهُّدِ وَالصَّلَاةِ عَلیٰ ٱلنَّبِيِّ ﷺ -٢-، وَأَفْضَلُهُ : " ٱللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ ٱلْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ ٱلْمَحْيَا وَٱلْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ ٱلْمَسِيْحِ ٱلدَّجَّالِ، وَمِنَ ٱلْمَغْرَمِ وَٱلْمَأْثَمِ.

24. Disunnahkan membaca do'a setelah tasyahhud akhir dan sebelum salam, namun tidak terlalu panjang sehingga melebihi bacaan tasyahhud dan sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad . Do'a yang paling utama tsb artinya ;

" Ya Allah, kami meminta perlindungan dari Panjenengan dari siksa neraka Jahannam, dari siksa qubur, dari fitnah kehidupan juga kematian, dari bahaya fitnah Dajjal, dari kerugian dan dari dosa.

" أَللّٰهُمَّ إِغْفِرْ لِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَاأَسْرَرْتُ وَمَاأَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَآ أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، أَنْتَ ٱلْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ ٱلْمُؤَخِّرُ، لَآ إِلٰهَ إِلَّآ أَنْتَ "

" Ya Allah, ampunilah saya, atas dosa yang telah lewat, juga dosa yang lalu. Dosa-dosa yang aku rahasiakan dan aku tampakkan, juga dosa yang melampaui batas, serta dosa-dosa yang Engkau lebih mengetahui dari pada aku, Engkau Dzat yang Maha dahulu dan Maha Akhir, tidak ada Tuhan selain ُEngkau.

وَالدُّعَآءُ ٱلَّذِيْ عَلَّمَهُ ٱلنَّبِيُّ ﷺ سَيِّدَنَا أَبَا بَكْرٍ ٱلصِّدِّيْقِ، وَهُوَ : " أَللّٰهُمَّ إِنِّيْ ظَلَمْتُ نَفْسُيْ ظُلْمًا كَثِيْرًا كَبِيْرًا، وَلَا يَغْفِرُ ٱلذُّنُوْبَ إِلَّآ أَنْتَ، فَإِغْفُرْلِيْ مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَإرْحَمْنِيْ، إِنَّكَ ٱلْغَفُوْرُ ٱلرَّحِيْمُ ".

Dan do'a yang di ajarkan oleh Rosulullah kepada Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq RA yaitu,

" Ya Allah, sesungguhnya aku telah berbuat ani-aya kepada diriku sendiri, dengan aniaya yang banyak juga besar. Dan tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau. Maka ampunilah kami dengan ampunan dariMu, Belas kasihanilah kami dan sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha pengampun serta Maha kasih sayang".

٢٥ - يُسَنُّ فِيْ ٱلسَّلَامِ : أَنْ يَبْتَدِئَ بِهِ وَوَجْهُهُ مُسْتَقْبِلُ ٱلْقِبْلَةِ، وَٱلتَّسْلِيْمَةُ ٱلثَّانِيَةِ، وَٱلْإِلْتِفَاتُ بِحَيْثُ يُریٰ خَدُّهُ فِيْ ٱلتَّسْلِيْمَيْنِ مِنَ ٱلْخَلْفِ، وأَنْ يَبْدَأََ ٱل٘إِلْتِفاتِ عِنْدَ ٱلْمِيْمِ مِنْ :عَلَيْكُمْ، وَالْإِنْتِهاءُ مِنَ ٱلسَّلاَمِ مَعَ آلْإِنْتِهَاءِ مِنَ ٱلإِلْتِفَاتِ، وَالتَّيَامُنُ فِيْهِ، وَأنْ يَزِيْدَهُ قَوْلُهُ ; " وَرَحْمَةُ اللّٰهِ " -١- وَإِدْرَاجُ ٱلسَّلاَمِ، وَعَدَمُ مَدِّهِ، وَأَنْ يَفْصِلَ بَيْنَ ٱلتَّسْلِمَتَيْنِ بِقَدْرِ " سُبْحَانَ اللّٰهِ "، وَنِيَّةُ ٱلْخُرُوْجِ مِنَ ٱلصَّلاَةِ مَعَ تَسْلِيْمَةِ الْأُوْلیٰ، وَأْنْ يَنْوِيْ ٱلسَّلاَمَ عَلیٰ ٱلْمَلآَئِكَةِ وَٱلْمُؤْمِنَي ٱلْإِنْسِ وَالْجِنِّ -٢- فِيْ ٱلتَّسْلِيْمَتَيْنِ، وَيَنْوِيَ ٱلرَّدَّ عَلیٰ ٱلْإِمَامِ فِيْ إِحْدَاهُمَا.

25. Sunnah memulai salam dengan posisi menghadap Qiblat. Sunnah mengucapkan salam kedua, menoleh didalam kedua salam sehingga pipinya dapat dilihat dari belakang, menoleh dimulai ketika mengucapkan MIMnya lafadl  " عَلَيْكُمْ " dan selesai mengucapkan salam bersamaan dengan selesainya menoleh. Mendahulukan menoleh ke arah kanan, menambahkan lafadl " وَرَحْمَةُ اللّٰهِ " melambatkan salam, tidak terlalu memanjangkan ucapan salam, memisah di antara kedua salam dengan kira-kira waktu yang cukup untuk mengucapkan " سُبْحاَنَ اللّٰهُ " niat keluar dari sholat bersamaan dengan salam yang pertama, niat mengucapkan salam kepada para Malaikat dan kaum mukmin dari kalangan manusia dan jin pada kedua salam, dan niat menjawab : Imam pada salah-satu salam.

Mekaten mugi manfaat mohon maaf bila terdapat khilaf.

Kami nuqil dari kitab تَقْرِيْرَةُ السَّدِيْدَة bab Sunnah halaman 247-248

والله الموفق إلی أقوم الطريق،

ألفقير إلی رحمة الله عزّی وجلّیٰ،

Moch Turchan Amar,

Sidoarjo, Jum'at Legi, 02 Robi'ul Awwal 1446 H/06 September 2024 M.

٭٭٭ ٭٭٭ 

Sabtu, 26 Januari 2019

Hasil Tugas Akhir Kuliah/Sekripsi Jadi Lahan Pekerjaan

Pernahkan Anda melihat jam digital dan penunjuk waktu sholat digital di masjid? Pernahkan Anda melihat pigura gambar masjid di rumah-rumah dihiasi jam digital dari LED? Kalau belum, datang saja ke masjid Unitomo atau masjid terdekat di kota Anda. :D

Baik, saya akan ceritakan sedikit tentang sejarah produk jam digital dan jadwal sholat tersebut dan siapa orang di balik produk tersebut.

Produk tersebut awalnya merupakan tugas akhir seorang mahasiswa MIPA Fisika ITS dengan judul "Perancangan dan Pembuatan Alat Pertanda Awal Waktu Sholat dengan suara adzan", pada tahun 2000.

Ide dasarnya adalah bagaimana membuat jadwal sholat lima waktu yang mengikuti waktu pergeseran matahari dan memperdengarkan adzan saat telah masuk waktu sholat.

Saat itu belum ada aplikasi jadwal sholat dan adzan seperti di gawai android sekarang. Jadi masih menggunakan pemrograman assembly, mikrokontroler dan memory yang ukurannya terbatas.

Hebatnya lagi, proposal penelitian tersebut mendapatkan pendanaan dari pemerintah (Dikti) dan telah dipatenkan pada tahun 2001.

Setelah si mahasiswa lulus, dia mendirikan perusahaan bernama MauQuta yang artinya, waktu yang telah ditentukan. Diambil dari surat An-nisa ayat 103, Sesungguhnya shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman".

Si mahasiswa tersebut saat ini telah menjelma menjadi pengusaha sukses dari mengembangkan produk tugas akhirnya. Bahkan perusahaannya telah berkali-kali mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Tahun 2017 lalu, PT MauQuta Abadia mendapatkan penghargaan Paramakarya sebagai perusahaan menengah yang berhasil meningkatkan produktivitasnya.

Mahasiswa tersebut adalah Mas Lukman Bawafi . Saya mengenal beliau dari Bapak M. Sujatmiko (alm) yang kebetulan istri beliau Bu Endang (alm) adalah dosen di MIPA Fisika ITS.

Seingat saya, Mas Lukman BaBawafi sempat menjadi dosen LB di Teknik Informatika Unitomo juga. Namun saya lupa beliau mengajar apa dan tahun berapa. Kalau tidak salah, mengajar Fisika di sekitar tahun 2003-2004.

Kisah ini merupakan contoh ideal yang diharapkan pemerintah saat ini, bagaimana kampus bisa menghasilkan SDM terdidik dan mandiri. Seorang sarjana, dengan pengetahuan dan keterampilannya bisa kreatif dan inovatif mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Kisah ini juga bisa menjadi pelajaran bagi saya sebagai orang kampus, bagaimana menyusun kurikulum dan modul pembelajaran yang mampu menghasilkan sarjana yang kompeten, kreatif, inovatif dan mandiri.

Hallo Sarjana Teknik, apa kabar kalian?

Gambar diambil dari:
http://jadwal-sholat-digital.blogspot.com

Tulisan ini di ambil dari laman FB berikut

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10156904060342381&id=703827380