وَٱلْفَاتِنُوْنَ إثْنَانِ : مُنْكَرٌ، وَنَكِيْرٌ.وَهُمَا مَلَكَانِ أَسْوِدَانِ، يَخْرِقَانِ ٱلأَرْضِ بِأَنْيَابِهِمَا، لَهُمَا شُعُوْرٌ مَسْدُوْلَةٌ يَجْرَانِهَا عَلیٰ الْأَرْضِ، أَبْصَارُهُمَا كَالْبَرْقِ الْخَاطِفِ. ١ أنظر " إثبات عذاب القبر " للبيهقي ١٠٤ وشعب الإيمان.وَفِيْ رِوَايَةٍ : أَزْرِقَانِ، أَعْيُنُهُمَا كَقَدُوْرِ ٱلنُّحَاسِ، وَأَصْوَتُهَمَا كَالرَّعْدِ ٱلقَاصِفِ، إِذَا تَكَلَّمَا .. مِنْ أفْوَاهِهِمَا كَالنَّارِ، وَأْنْيَابهِمَا كَالصِّيَاصِيِّ، - أيْ قُرُوْنِ ٱلْبَقَر - وَأَنْفَاسُهُمَا كَالرِّيْحِ الْعَاصِف ٢ أخرجه بنحوها البيهقي في إثبات عذاب القبر ١٠٥ وفي رواية : كَاللهب.ِفِيْ يَدِ كُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِطْرَقَةٌ مِنْ حَدِيْدٍ، لَوْ إجْتَمَعَ عَلَيْهَا ٱلثَّقَلَانِ ... مَارَفَعُوهَا، وَلَوْ ضَرَبَ بِهَا الْجِبَالُ ،...لَذَابَتْ،
5-6 Malaikat Munkar dan Nakir Alaihimassalam,
Mereka berdua adalah Malaikat yang hitam. Mereka mampu menerobos kedalam bumi dengan taring-taringnya. Bentuk rambut mereka terurai sampai ketanah. Mata mereka laksana kilat yang menyambar. Dalam salah-satu riwayat disebutkan bahwa, mata mereka biru seperti periuk belanga dan suara mereka ibarat guruh yang menggelegar. Jika keduanya berbicara maka dari mulut mereka keluar nyala api yang menyambar. Taring-taring mereka seperti tanduk kerbau dan nafas mereka seperti angin ribut, dalam riwayat lain seperti nyala api. Didalam genggaman tangan mereka terdapat palu godam dari besi, yang jika seluruh Jin dan manusia berkumpul untuk mengangkatnya niscaya tidak akan mampu untuk mengangkatnya. Jika palu godam tersebut dipukulkan kegunung maka seketika itu ia akan rata dengan tanah.
وَهُمَا مُوَكَّلَانِ عَلیٰ سُؤَالِ ٱلْإِنْسِ وَالْجِنِّ مِنْ أُمَّةِ ٱلدَّعْوَةِ آلْمُؤْمِنِيْنَ، وَالْمُنَافِقِيْنَ، وَالْكَافِرِيْنَ - وَمَحَلَّهُ بَعْدَ تَمَامِ ٱلدَّفْنِ وَانْصِرَافِ النَّاسِ، وَيُعِيْدُ اللّٰهُ تَعَالیٰ الرُّحَ إلیٰ جَمِيْعِ ٱلْبَدَنِ - كَمَا ذَهَبَ إلَيْهِ ٱلْجُمْهُوْرُ - وَقَالَ إبْنُ حَجَرٍ : إلیٰ نِصْفِهِ ٱلْأَعْلیٰ فَقَطْ.
Kedua Malaikat ini bertugas untuk mengajukan pertanyaan kepada Jin dan Manusia, baik orang-orang mukmin, munafiq maupun orang Kafir. Waktunya adalah sesudah sempurna dikubur dan orang-orang yang mengantar sudah kembali pulang. Pada saat itulah Allah Ta'ala mengembalikan ruh kedalam jasad seluruhnya, sebagaimana pendapat Jumhurul Ulama'.Sedangkan Ibnu Hajar mengatakan, hanya bagian atas badan saja.
وَغَلَّطَ مَنْ قَالَ : يُسْأَلُ ٱلْبَدَنُ بِلَارُوْحٍ، وَمَنْ قَالَ : تُسْأَلُ ٱلرُّوْحُ بِلَابَدَنٍ، لَكِنْ وَإنْ عَادَتْ لَهُ ٱلرُّوْحُ. لَايَنْتَفِيْ إِطْلَاقُ إِسْمِ الْمَيْتِ عَلَيْهِ؛ لِأَنَّ حَيَاتَهُ لَيْسَتْ حَيَاةً كَامِلةً، بَلْ أَمْرٌ مُتَوَسّطٌ بَيْنَ الْمَوْتِ والْحَيَاةِ ؛ كَتَوَسُّطِ ٱلنَّوْمِ بَيْنَهُمَا، وَيُرَدُّ إلَيْهِ مِنَ ٱلْحَوَاسِ وَٱلْعَقْلِ وَالْعِلْمِ مَا يَتَوَقَّفُ عَلَيْهِ فَهْمَ ٱلخِطَابِ، وَيَتَحَصَّلُ مَعَهُ رَدَّ ٱلْجَوَابِ حِيْنَ يُسْأَلُ. ذِكْرُ ذٰلِكَ الْبَاجُوْرِيُّ.
Keliru sekali orang yang mengatakan bahwa pertanyaan itu hanya ditujukan kepada badan saja tanpa ruh, atau hanya kepada ruh tanpa badan. Namun, sekalipun ruh tersebut dikembalikan kedalam badan, maka ini tidak menafikan kemutlakan sebutan mayyit padanya, karena kehidupannya saat itu bukanlah kehidupan yang sempurna, tetapi tengah-tengah antara mati dan hidup, layaknya orang yang berada dalam kondisi tidur dan jaga. Juga pada saat itu dikembalikan panca indranya, aqalnya, dan ilmunya, sehingga ia dapat memahami pertanyaan yang diajukan kepadanya dan menjawabnya.Demikian disebutkan oleh Imam Bajuri.
وَيُجْمَعُ مَنْ تَفَرَّقَتْ أَجْزَاؤُهُ وَأَكَلَتْهُ ٱلسِّبَاعُ، فَيَقْعُدَانَهُ فَيُسْأَلَانَهُ بِعَنْفٍ وَيَنْهَرَانِهِ بجِفَآءٍ. قَالَهُ الغَزَالِيُّ.
Jasad seseorang yang sudah dikoyak-koyak dikumpulkan kembali. Si mayit akan didudukkan lalu kedua malaikat tersebut mengajukan pertanyaan dengan cara yang kasar sambil membentaknya dengan keras. Demikian dikatakan oleh Imam Ghozali.
وَقِيْلَ : يَرْفَقَانِ بِالْمُؤْمِنِ، وَيَنْهَرَانِ ٱلْكَافِرُ وَالْمُنَافِقُ، وَيَسْأَلاَنِ كُلَّ إنْسَانٍ بِلُغَتِهِ وَيَقُوْلَانِ لَهُ : مَنْ رَبُّكَ؟ وَمَادِيْنُكَ؟ وَمَنْ نَبِيُكَ؟ وَمَاقِبْلَتُكَ؟ وَمَنْ إخْوَتُكَ؟ وَمَاإمَامُكَ؟ وَمَامِنْهَاجُكَ؟ وَمَاعَمَلُكَ ؟
Konon, terhadap orang mu'min mereka bersikap lembut, sedangkan terhadap orang kafir dan munafiq kasar. Keduanya bertanya kepada setiap manusia dengan bahasanya masing-masig. Mereka bertanya : " Siapa Tuhanmu?, apa agamamu?, Siapa Nabimu?, Apa qiblatmu?, Siapa Saudaramu? Apa Imammu?, Apa pedomanmu?, apa amalmu?
فَمَنْ وَفَّقَهُ اللّٰهُ وَثَبَّتَهُ بِالْقَوْلِ ٱلثَّابتِ... قَالَ : وَمَنْ وَكَّلَكُمَا عَليَّ؟ وَمَنْ أرْسَلَكُمَاإلَيَّ - وَهٰذَا لَا يَقُوْلَهُ إلَّا الْعُلَمآءَ الْأَخْيَارِ - فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا لِلْاٰخَرِ : صَدَقَ، وَقَدْ كَفیٰ شَرِّنَا.
Barang siapa ditetapkan Allah dengan perkataan mantap, maka akan menjawab dengan lancar. " " Siapa yang mewakilkanmu kepadaku? ", " Siapa yang mengutusmu kepadaku?" Ucapan seperti ini hanya dikatakan oleh para ulama' dan orang-orang yang sholeh. Lalu salah-satu dari Malaikat itu berkata kepada yang lain : " Ia berkata benar. Ia telah selamat dari kejahatan kita."
وَالْمُؤْمِنُ يَقُوْلُ لَهُمَا : رَبِّيَ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَالْإِسْلاَمُ دِيْنِيْ، وَمُحَمَّدٌ نَبيِّيْ وَهُوَ خَاتِمُ ٱلنَّبِيِّيْنَ، وَالْكَعْبَةُ قِبْلَتِيْ، وَالْمُؤْمِنُوْنَ إخْوَتِيْ، وَالْقُرْآنُ إِمَامِيْ، وَالسُّنَّةُ مِنْهَاجِيْ، وَأنَاقَرَأتُ كتَابَ اللّٰهِ فَأٰمَنْتُ بِهِ وَصَدَقْتُهُ، وَيَقُوْلَانِ لَهُ إذَا وَفَّقَ لِلْجَوَابِ : صَدَقْتَ، وَنُمْ نَوْمَةَ الْعُرُوْسِ الَّذِيْ يُوَقِّظُهُ إلَّا أَحَبَّ النَّاسِ إِلَيْهِ.
Adapun orang mukmin biasa, ia akan menjawab : " Tuhanku adalah Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Islam adalah agamaku, Muhammad ﷺ adalah nabiku, dan Beliau adalah penutup nabi-nabi, Ka'bah adalah Qiblatku, kaum mu'minin adalah Sadara-saudaraku, alQur'an adalah Imamku, Sunnah nabi adalah pedoman hidupku, Aku membaca kitab Allah, dan aku mempercayahi dan membenarkannya."Jika pertantaan mereka bisa dijawab, maka kedua malaikat itu akan mengatakan : " Engkau benar ".Sekarang tidurlah dengan tenang layaknya seorang pengantin, yang tidak dibangunkan kecuali oleh orang-orang yang dicintainya.
وَفِيْ رِوَايَةِ ٱلْبُخَارِيِّ وَمُسْلِمٍ، : " أَنِّهُمَا يَقُوْلَانِ لَهُ مَاكُنْتَ تَقُوْلُ فِيْ هٰذاالنَّبِيِّ مُحَمَّدٍ ﷺ؟ فَيَقّوْلُ ٱلْمُؤْمِنُ : أشْهَدُ أنَّهُ عَبْدُ اللّٰهِ وَرَسُوْلُهُ " ٱلبخاري ١٣٣٨ ومسلم ٢٨٧٠
Dan didalam riwayat Imam Bukhori dan Muslim disebutkan bahwa, kedua malaikat itu akan bertanya kepada si mayyit : " Apa yang kau katakan tentang nabi ini, Muhammad ﷺ? Si mukmin akan menjawab " Aku bersaksi bahwa beliau adalah Hambah Allah dan UtusanNya.
وَأمَّاالْكَافرُ وَالْمُنَافِقُ ... فَيَحْصِلُ لَهُمَا رَعْبٌ، فَيَقُوْلَانِ لَهُمَا : هَاه هَاه، لَاأَدْرِي.وَفِيْ رِوَايَةِ لِلتِّرْمِذِيِّ : يُقَالُ لِأَحَدهِمَا : ٱلْمُنْكَرُ وَالْأخَرُ : ٱلنَّكيْرُ. الترمذي ١٠٧١وَذَكَرَإبْنُ يُوْنُسِ : أنَّ مَلَكَيْ ٱلْمُؤْمِنُ يُقَالُ لَهُمَا : مُبَشِّرٌ وَبَشِيْرٌ.
Sedangkan orang-orang kafir dan munafiq, mereka menghadapi pertanyaan kedua malaikat itu dengan tubuh gemetar ketakutan seraya berkata " Ah..ah..saya tidak tahu.Keadaan orang-orang yang mendapatkan pertanyaan didalam qubur itu bermacam-macam. Ada orang yang ditanya oleh kedua malaikat tersebut dengan lengkap sebagai hukuman atas mereka. Ada yang ditanya oleh salah-satu saja dari keduanya sebagai keringanan untuknya. Dan cara soal jawab itu pun berbeda-beda, ada orang yang ditanya mengenai i'tikatnya saja, ada pula yang ditanya seluruhnya.
Mugi manfaat mohon maaf bila terdapat khilaf.Kami nuqil dari kitab " نُوْرُ ٱلظَّلَامِ " شرح منظومة عقيدة العوام " halaman ١٢٢-١٢٥ dan Buku Pintar Aqidah halaman 43-46والله الموفق إلی أقوم الطريق،ٱلفقير إلی رحمة الله،
Moch Turchan Amar,
Al-Ikhlas, 13 Robiul Akhir 1448 H/25 September 2026 M.
٭٭٭ ❉ ❉ ❉٭٭٭